Siapkan Sertifikasi Keamanan Informasi ISO 27001, Perpustakaan Unsyiah Adakan Trial Dan Simulasi

14434984_10211077629795720_6196590575825788315_oLibrisyiana, Darussalam – Pelayanan berbasis teknologi informasi adalah salah satu ciri keunggulan yang ditawarkan oleh Perpustakan Unsyiah. Dengan ketersediaan mobile application, RFID self-check-in/out station, cashless payment membuat pelayanan Perpustakaan Unsyiah telah sejajar dengan Perpustakaan ternama di manca-negara. Namun demikian penggunaan teknologi informasi ini sangat rentan dan berpotensi berikan ancaman keamanan yang dapat mengganggu operasional dan pelayanan. Sehingga jaminan keamanan informasi sangat diperlukan.

Bapak Dr. Taufiq Abdul Gani, kepala perpustakaan Unsyiah menjelaskan kepada Librisyiana pada Sabtu (24/9/17) bagaimana perpustakaan Unsyiah mengupayakan penjaminan keamanan informasi . “Sejak tahun lalu kami sudah melakukan persiapan mengimplementasikan sistem keamanan informasi. Kami memilih ISO 27001 yang berisikan standar internasional untuk mengendalikan akses terhadap asset teknologi informasi, seperti perangkat keras, perangkat lunak, data dan informasi. Dengan demikian, diharapkan keamanan informasi menjadi terjamin”, ungkap beliau.

Saiful Bahri, staf Perpustakaan Unsyiah, yang ditunjuk memimpin persiapan implementasi ISO 27001 menambahkan bahwa Perpustakaan Unsyiah sudah melakukan banyak persiapan, “Tim sudah mengadakan konsolidasi terakhir tgl 21 sd 23 September 2017 lalu di Sabang. Kami membahas pemilihan klausul kontrol yang akan diimplementasikan. Dari 14 pengendalian yang tercantum dalam ISO 27001, mulai tanggal 25 September kami akan lakukan trial dan simulasi untuk 4 kontrol yang kami anggap penting dan utama,yaitu Organisasi (#6), Pengendalian Akses (#9), Keamanan Operasional (#12) dan Keamanan Jaringan (#13). Trial/simulasi ini untuk memastikan semua rancangan Peraturan dan SOP  menyangkut user dan password control, malware virus protection, backup, proxy control, application control, teleworking, logging monitoring and audit dapat dilaksanakan dengan baik oleh staf Perpustakaan Unsyiah”, demikian penjelasannya. Saiful juga melanjutkan bahwa trial ini akan terus berlangsung sampai bulan Februari 2018, dengan menambah kontrol yang lain seperti pengendalian pengembangan sistem aplikasi, pemanfaatan ruangan dan asset. Jika berjalan lancar, dijadwalkan Perpustakaan Unsyiah akan melakukan Sertifikasi ISO 27001 pada bulan April 2018.

Karena usaha yang dilakukan ini adalah untuk kepentingan pelayanan bagi civitas Unsyiah semua,  bapak Dr. Taufiq mengharapkan dukungan semua pihak dalam implementasi dan sertifikasi ISO 27001 ini. Dukungannya adalah dengan cara memanfaatkan layanan secara benar, yaitu mematuhi peraturan yang sudah dibuat secara tertib. Beliau mencontohkan, semua pemustaka diharapkan menggunakan identitas dan password sendiri secara bertanggung jawab, tidak memberikan kepada orang lain[TG].

Share This:

Deposit Jurnal Kini Hadir di Pustaka Unsyiah, Apa Kegunaannya?

unnamed

Librisyiana, Darussalam – Melanggan jurnal dari penerbit-penerbit yang berkualitas memang bukan hal baru lagi bagi UPT.Perpustakaan Unsyiah, sebut saja seperti IEEE, Science Direct, dan Springer Link. Hal ini benar-benar memberi manfaat dan kemudahan bagi mahasiswa yang mencari bahan bacaan untuk tugas kuliah mereka, terlebih bagi mahasiswa akhir yang membutuhkan banyak referensi. Namun ada beberapa kendala yang sudah dan akan terus terjadi, yaitu terhentinya akses ke jurnal berbayar tersebut, baik sementara atau permanen karena terlambatnya perpanjangan kontrak, keterlambatan ketersediaan dana, ataupun terbatasnya dana. Hal ini tentu akan mengecewakan para mahasiswa dan dosen yang membutuhkan artikel, terutama yang sedang mengejar batas pengumpulan proposal, laporan atau publikasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pimpinan Unsyiah dan perpustakaan Unsyiah sudah memikirkan sebuah solusi. Dimana, perpustakaan Unsyiah sedang mempersiapkan sebuah aplikasi yang diberi nama ‘Deposit Jurnal’ .

“Pustakawan Unsyiah ditugaskan untuk mereview artikel jurnal terpilih, dan menyimpan full-text dalam sebuah komputer milik Perpustakaan Unsyiah. Data bibiliografi dari artikel dan jurnal tersebut direkam kedalam sebuah portal yang diberi nama Deposit Jurnal, di http://uilis.unsyiah.ac.id/deposit-jurnal/. Portal ini hanya mempublikasi data bibliography dan abstrak saja, sementara full-text artikel tidak ditampilkan demikian juga linknya sesuai kontrak dengan penyedia jurnal. Mahasiswa dan dosen yang ingin membaca full-text tersebut dapat datang ke Perpustakaan dan membacanya di komputer Perpustakaan. Dengan demikian mahasiswa dan dosen, tidak terputus akses ke artikel atau jurnal yang dibutuhkannya”, ungkap Taufiq Abdul Gani, Kepala Perpustakaan Unsyiah.

Zakiyah, pustakawan bidang pelayanan teknis, merupakan salah satu pustakawan yang bertanggung jawab dalam melakukan deposit jurnal.

“Deposit jurnal ini disiapkan sejak awal bulan September 2017, saat ini kami dibantu oleh beberapa mahasiswa dalam memilih dan mengentri artikel ke portal deposit jurnal”, ujar Zakiyah kepada Librisyiana pada Rabu (20/09/17).

Ia juga berharap, dengan adanya deposit jurnal ini seluruh mahasiswa Unsyiah bisa mudah mendapatkan bahan informasi, terutama jurnal yang bisa membantu tugas kuliah mereka baik saat ini ketika pustaka masih melanggan jurnal atau suatu saat ketika pustaka mengalami keterlambatan atau kendala dalam melanggan. [Moli]

Share This:

Mahasiswi Tunggu Salat Jumat Usai di Pustaka, Ini Alasannya

12

Librisyiana, Darussalam – Seperti yang kita ketahui bersama, pada hari Jumat, UPT. Perpustakaan Unsyiah akan tutup sejenak pada waktu salat Jumat, yaitu pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Namun meskipun demikian, lobi dari perpustakaan ini masih dibuka. Atau dengan kata lain, mahasiswi maupun pustakawati masih diperbolehkan untuk berdiam di lobi perpustakaan.

Hal ini tampaknya dimanfaatkan oleh sejumlah mahasiswi untuk tetap menunggu di sana. Entah itu menunggu perpustakaan kembali dibuka, maupun menunggu kelas mereka dimulai. Menurut Dara, salah seorang mahasiswi yang menunggu di lobi pustaka, lobi perpustakaan Unsyiah memang sangat cozy untuk dijadikan tempat menunggu. “Kalau menunggu di luar panas, kalau di sini ‘kan enak, dingin. Sekalian ada wi-fi-nya juga”, ujarnya.

Ditambahkan oleh Dara, perpustakaan Unsyiah juga dilengkapi dengan musala untuk muslimah, sehingga ketika perpustakaan dibuka pukul 14.00 nanti, ia bisa langsung menunaikan salat zuhur terlebih dahulu sebelum kembali merampungkan kepentingannya di perpustakaan.

Sedangkan bagi Rina, lokasi perpustakaan Unsyiah yang cukup strategis-lah yang menyebabkan ia memutuskan untuk menunggu di sini. “Tadi saya habis dari BNI, jam 2 nanti sudah ada kelas lagi. Jadi selesai ­jumat-an nanti, saya bisa langsung ke Masjid Jamik kampus, baru deh ke kampus”, ungkapnya.

Ya, bila ditinjau dari segi lokasi, perpustakaan Unsyiah ini memang bisa dikatakan sebagai pusat dari kawasan kampus Unsyiah. Sehingga bisa dijadikan tempat yang strategis untuk persinggahan bagi mahasiswa/i dengan mobilitas tinggi.

“Lagipula, kursi-kursi di lobi ini dilengkapi dengan meja, sehingga saya bisa sekalian mengerjakan tugas”, pungkas Rina menutup sesi wawancara. [dien]

Share This:

Pulang Dari Pertukaran Mahasiswa ke Jepang, Muhammad Mufti Jadi Pemateri Desain Grafis

IMG_20170921_124346

Librisyiana, Darussalam – Kamis (21/09) Mahasiswa yang telah diterima di UKM Literasi Informasi hari ini mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Manajemen Kepemimpinan Organisasi di perpustakaan Universitas Syiah Kuala dimulai dari pukul 09.00-17.00 WIB. Perpustakaan mengharapkan mahasiswa yang telah bergabung di UKM Literasi dan Informasi, memiliki banyak keahlian seperti dalam bidang vidiografi, desain, menulis berita dan lainnya.

Muhammad Mufti, mahasiswa FISIP yang baru saja pulang dari pertukaran mahasiswa ke Jepang pada September tahun ini, mengatakan bahwa banyak sekali harapan yang harus dijalankan mahasiswa yang telah lulus di UKM Literasi Informasi ini.

Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi pada pelatihan ini, mereka juga langsung mempraktikkan cara-cara untuk desain menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada. Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu membawa perubahan agar perpustakaan menjadi lebih baik dengan ilmu-ilmu yang sudah disampaikan pada pelatihan ini.

“Saya berharap adik-adik dapat menggunakan ilmu-ilmu ini untuk keperluan perpustakaan. Ketika saya berangkat ke Jepang September 2016 yang lalu, saya melihat di sana mahasiswanya juga ramai di perpustakaan meskipun Universitas yang saya kunjungi itu perpustakaan nya agak kecil. Kalau dibandingkan dengan perpustakaan Unsyiah, lebih besar perpustakaan Unsyiah daripada perpustakaan yang saya kunjungi di sana”, Ujar Mufti. [SUCI, DMM]

 

 

Share This:

Pustaka Unsyiah Gelar Pelatihan Ini, Apa Tujuannya?

11

Librisyana, Darussalam – UPT.Perpustakaan Unsyiah, melalui Librisyana menggelar pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Manajemen Kepemimpinan Organisasi pada Kamis, (21/09/17) di Ruang Seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah, Aceh.

Pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh para anggota baru Librisyana dan UKM literasi dan informasi yang dimulai dari pukul 09.00 – 17.00 WIB. Adapun rangkaian acara pertama diisi oleh pemaparan materi teknik penulisan berita dan pembelajaran mengenai videografi oleh pemateri  pertama, Riska Iwantoni selaku Program Director Pustaka TV,  dilanjutkan dengan pelatihan desain grafis oleh pemateri kedua, yaitu  Muhammad Mufti selaku Chief Of Promotion ULF 2016 dan pelatihan kepemimpinan oleh Oza Akmal Maulana, Ketua ULF 2017.

“Tujuan diadakan pelatihan ini untuk menambah atau memperkuat wawasan dari setiap anggota UKM Literasi dan Informasi tentang jurnalistik, videografi dan desain grafis sehingga diharapkan para peserta dapat mengembangkan UKM ini nantinya”, kata Maulidar Agustina, Redaktur Pelaksana Librisyana.

Menurut Muhammad Mufti, dirinya merasa senang karena bisa berbagi ilmu mengenai desain grafis, dan berharap para peserta bisa mendapatkan ilmunya dan menggunakannya dalam hal yang bermanfaat.

Nanda Syafitri, mahasiswi fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa, ia sangat tertarik dengan pelatihan ini karena tema pelatihan ini adalah suatu pengalaman baru baginya.

“Mengikuti pelatihan ini adalah pengalaman yang baru bagi saya. Disini diajarkan tentang bagaimana menulis berita yang baik yang nantinya berguna bagi para anggota baru UKM Literasi dan Informasi ini. Kemudian ada juga diajarkan mengenai videografi, teknik mengambil video serta desain grafis. Semua hal yang yang diajarkan pada pelatihan kali ini, adalah hal yang baru dan sangat berguna bagi saya”, kata Nanda.

Pelatihan ini diadakan atas usulan Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Taufiq A. Gani. Ia berharap kedepannya para peserta dapat menyumbangkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga dapat membantu perpustakaan agar lebih berkembang. [MS]

Share This: