Wakil Rektor 4 Unsyiah Hadiri Acara Perdana Harmoni Kampus @ Lib

IMG_20170224_205159

Library, Darussalam- Pusat seni Unsyiah baru-baru ini melakukan kerjasama dengan UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. Dengan adanya kerjasama ini, pusat seni melahirkan sebuah program yang diberi nama “Harmoni Kampus @Lib” Mimbar, Analisis, Diskusi, dan Demonstrasi seni. Acara ini diselenggarakan pertama kali pada Jum’at (24/2/2017) di perpustakaan Unsyiah lantai 1, dengan topik perdana yaitu “Oh TOEFL”.

Acara yang digelar pada malam hari itu di isi oleh dua pembicara yaitu Dr.T.Zulfikar, S.Ag., M.Ed. dan Kismullah, S.Pd., M.Appli yang merupakan penggiat pengembangan terapan pembelajaran bahasa asing dari UIN Ar-Raniry dan Pusat Bahasa Universitas Syiah Kuala. Meskipun topik pembicaraan dalam acara ini berat, namun bisa dibawa santai oleh pembawa acara yaitu bapak Ari Palawi, tidak hanya itu yang membuat acara ini semakin menarik adalah adanya penampilan seni seperti musik dan pembacaan puisi. Seperti yang dikatakan oleh wakil rektor 4 Unsyiah, Dr.Nazamuddin, SE.MA.

“Saya kira acara yang diberi nama harmoni kampus @ Lib ini adalah sebuah inisiatif yang bagus. Acaranya talkshow yang biasanya terlalu serius, namun bisa dikemas menjadi santai karena dikombinasikan dengan musik. Disitulah daya tarik bagi pengunjung, meskipun dilaksanakan pada malam hari, namun penontonnya lumayan ramai. Acara ini akan digelar selama satu bulan seakli, topik perdananya kali ini membahas tentang TOEFL, mungkin kedepan topiknya bisa hal-hal lain. Jika acara ini bisa terus berlanjut, maka saya kira acara ini semakin lama akan semakin tersebar luas sehingga menarik lebih banyak penonton lagi”, ungkapnya.

“Harmoni kampus ini tidak salah memilih perpustakaan sebagai tempat penyelenggaraannya, dikarenakan saat ini perpustakaan sudah seperti konsep sebuah Mall. Orang-orang ke mall kan tidak hanya belanja saja. Nah, di perpustakaan juga seperti itu, dimana sekarang pustaka tidak hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, namun pustaka juga bisa digunakan untuk berdiskusi santai sambil ngopi, menggali ilmu, serta juga bisa sebagai tempat menuangkan kreativitas. Terlebih lagi, dengan talkshow seperti ini kan juga mengembangkan ilmu, sharing pengetahuan dan pengalaman”, tambahnya.

Ia melanjutkan, perpustakaan terus berinovasi dibawah pimpinan bapak Taufiq Abdul Gani, dan ini patut diapresiasi. Ia juga berharap kepada seluruh mahasiswa Unsyiah untuk sering-sering berkunjung ke perpustakaan Unsyiah. Karena mereka perlu tahu bahwa di pustaka saat ini memiliki banyak hal yang menarik. Perlu diingat, pustaka jangan dijadikan momok, jangan mengira perpustakaan itu tempat yang membosankan, karena belajar juga perlu santai. [Moli]

Share This:

Panitia Unsyiah Library Fiesta 2017 Lakukan Evaluasi Perdana

1487988899466

Librisyiana, Darussalam – Kamis (23/02/2017) lalu puluhan mahasiswa yang didominasi dengan pakaian berwarna hitam terlihat memadati ruang seminar lantai I Perpustakaan Unsyiah. Para mahasiswa tersebut merupakan seluruh panitia dari berbagai bidang kepanitiaan Unsyiah Library Fiesta 2017 yang tengah mengikuti Rapat Evaluasi. Tak hanya mahasiswa, rapat tersebut juga dihadiri oleh Bapak Taufiq Abdul Gani selaku Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah sekaligus Penanggungjawab ULF dan ibu Nurlida, selaku Koordinator Umum ULF.

Rapat yang berlangsung dari pukul 10.00 – 15.30 WIB ini merupakan Rapat Evaluasi pertama yang dilaksanakan oleh panitia ULF 2017. Adapun agenda yang dibahas diantaranya adalah pengarahan kepanitiaan oleh Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah dan Koordinator Umum ULF, pengarahan management struktural kepanitiaan dan sistem kerja panitia oleh Ketua Panitia, dan pengarahan Administrasi Keuangan oleh Bendaahra Panitia. Selain itu, dalam rapat tersebut juga dilakukan evaluasi kerja masing-masing bidang kepanitiaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Harian ULF 2017 dan presentator perwakilan dari masing-masing bidang.

Diharapkan, dengan dilakukan Rapat Evaluasi tersebut dapat meningkatkan kualitas kinerja seluruh panitia sehingga kegiatan Unsyiah Library Fiesta tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya. [FNS]

Share This:

Yokta, dari Universitas Pendidikan Ganesha : “Perpustakaan Unsyiah Keren Abis”

IMG_20170223_153728

Librisyiana, Darussalam-Setelah meraih akreditasi A dan masuk ke dalam rangking 10 besar Universitas terbaik di seluruh Indonesia, membuat Universitas Syiah Kuala semakin dikenal luas. Hal ini juga membuat dosen-dosen dari Universitas lain ingin melakukan studi banding ke Unsyiah, untuk melihat bagaimana perkembangan dan usaha-usaha apa saja yang telah dilakukan Unsyiah. Termasuk dari Universitas Pendidikan Ganesha.

“Saya bekerja di UPT TIK di Universitas Pendidikan Ganesha. Saya dan teman-teman lain mengadakan studi banding selama dua hari di Unsyiah. Dari kabar yang diterima, dan juga melihat akreditasi Unsyiah sudah A, sistem Teknologi disini sudah cukup mapan. Tujuan dari studi banding ini adalah untuk mencermati bagaimana sih manajemen dari sistem teknologi informasi di Unsyiah. Kami sudah melihat pusat sistem IT Unsyiah, kemudian bapak wakil rektor 1 Unsyiah mengarahkan kami sekalian juga melihat bagaimana sih sistem IT yang ada di pustaka Unsyiah yang merupakan salah satu unit yang benar-benar menggunakan IT secara praktikal. Termasuk dari sisi pengelolalannya, sistem peminjaman mandiri, check in, dan lain sebagainya, “ kata Yokta salah seorang pengelola UPT.TIK di Universitas Pendidikan Ganesha.

“Pustaka Universitas Syiah Kuala menurut saya Keren abis. Konsepnya juga sudah sangat baik. Dari awal sampai saya sudah melihat ada coffee shop, ohh.. ini tempat hang out dan berdiskusi santai untuk saling bertukar pikiran. Kemudian ada sistem yang melakukan pengecekan pengunjung yaitu check in melalui KTM, saya juga melihat-lihat koleksi buku, jurnal dan buku elektronik, dan juga ada tempat representatif untuk mahasiswa berdiskusi. Intinya, saya sangat menikmati Librart Tour ini”, lanjutnya.
Ia juga menambahkan, dari hasil studi banding ini ada banyak hal yang menjadi masukan yang sangat berarti untuk universitasnya. Terutama bagi kami ia yang menjadi pengemban untuk mengelola sistem informas di Universitas Pendidikan Ganesha.

“Paling tidak bisa untuk berusaha mengejar dulu lah, dan kami berharap dikemudian hari bisa bersaing atau bisa menyamai sistem IT yang diterapkan di Unsyiah ini”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Wajah Baru Relax and Easy UPT.Perpustakaan Unsyiah

IMG_20170222_154332

Librisyiana, Darussalam- Vakum selama liburan semester, tidak membuat Relax and Easy dilupakan oleh mahasiswa. Hal ini terbukti dari ramainya mahasiswa yang menghadiri Soft Opening Relax and Easy new stage. Suasana baru diperpustakaan juga membuat suasana Relax and Easy berubah, yang mana sebelumnya berada di lantai 2 perpustakaan, dipindahkan ke lantai 1 dan memiliki panggung khusus.

Soft Opening ini, merupakan acara pertama Relax and Easy setelah libur semester ganjil. Oleh karena itu, Relax and Easy menghadirkan beberapa talent untuk menghibur pengunjung, diantaranya band DNA, Semuka band, Awien_Syuib, dan Wawan Setiawan. Tidak hanya dimeriahkan oleh talent, namun Soft Opening Relax and Easy new stage juga dihadiri oleh wakil rektor 1 Unsyiah. Agenda lainnya yaitu peresmian panggung baru, syukuran Relax and Easy tahun ke-3 dengan membagikan 100 beuleukat kepada penonton, serta pembagian hadiah kepada mahasiswa dengan peminjaman buku terbanyak (frequent borrower awards).

“Saya sering hadir di Relax and Easy, tetapi hari ini berbeda karena hadir dengan suasana yang sangat menarik. Menurut saya, suasana baru panggung Relax and Easy diluar ekspektasi, saya fikir tempatnya akan sempit dan membosankan. Namun semua pemikiran itu terpatahkan dengan menghadiri soft opening Relax and Easy new stage hari ini. Dimana ternyata tempat Relax and Easy cukup luas, dekorasinya juga bagus terlebih lagi ditunjang dengan cofee shop dan snack-snack, pokoknya kerenlah”, ujar Farah Maulida Sari, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Selaras dengan Farah, Windi Hasnati Putri juga sangat suka melihat tampilan baru Relax and Easy dan juga perubahan perpustakaan Unsyiah. Baginya, perubahan yang dilakukan oleh Pustaka Unsyiah ini sangat keren, jadi ia semakin lama tidak akan pernah merasa bosan berada di pustaka. Jika dulunya ke pustaka hanya untuk membaca dan meminjam buku, namun sekarang ia sudah memiliki banyak alasan untuk mengunjungi perpustakaan Unsyiah, diantaranya karena adanya Relax and Easy, Libricafe, dan juga wifi yang sangat lancar menjadi daya tarik mahasiswa untuk terus keperpustakaan. [Moli]

Share This:

Wakil Rektor 1 Unsyiah Hadiri Soft Opening Relax and Easy New Stage

IMG_20170222_153615

Librisyiana, Darussalam- Puluhan mahasiswa menyaksikan soft opening new stage dari Relax and Easy di lantai 1 UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, pada Rabu (22/02/2017). Relax and Easy merupakan salah satu kegiatan rutin setiap Rabu siang yang diadakan oleh perpustakaan Unsyiah yang bekerjasama dengan mahasiswa. Namun kali ini ada yang berbeda, dimana panggung Relax and Easy yang sebelumnya berada di lantai 2, kini memiliki suasana baru yang lebih segar di lantai 1 bersebelahan dengan libricafe dan Man corner. Acara Soft Opening Relax and Easy ini juga turut dihadiri oleh wakil rektor 1, Dr. Hizir.

“Acara seperti ini tentunya sangat menarik. Hal-hal seperti ini lah yang seharusnya terus dipertunjukkan oleh mahasiswa, yaitu menampilkan kreativitas mereka. Unsyiah siap menampung kreativitas-kreativitas tersebut, termasuk perpustakaann Unsyiah. Saat ini, pustaka banyak sekali mengalami perubahan, baik dari sisi fisik, dari sisi konten seperti buku, dan jurnal-jurnal yang di langgan, dan poin utama yang membuat pustaka ini semakin atraktif adalah semakin banyaknya jumlah pengunjung. Tahun 2016 menjadi puncaknya, hal ini sebenarnya adalah modal dasar yang bisa diigunakan untuk membangun anak-anak Aceh agar mempunyai kemampuan literasi yang bagus kedepan. Memang, berkunjung kepustaka saja belum cukup, namun bagaimana cara selama diperpustakaan mahasiswa bisa banyak mengkaji hal-hal yang terkait dengan keilmuannya, baik yang terkait dengan perkuliahan, dan juga bisa berdikusi terkait isu-isu terkini yang ada didunia ini”, ungkap Wakil Rektor 1 Universitas Syiah Kuala.

Dr. Hizir mengharapkan agar perpustakaan bisa terus berubah kearah yang lebih baik. Karena yang tetap itu adalah perubahan itu sendiri. Jadi perpustakaan harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi saat in. Jika pustaka Unsyiah tidak berubah sesuai dengan kondisi zaman, maka akan tertinggal. Beliau juga memberi pesan bagi mahasiswa dan dosen Unsyiah.

“Saya berharap seluruh mahasiswa Unsyiah bisa menggunakan kesempatan yang luar biasa. Maanfaatkanlah semua fasilitas yang tersedia di perpustakaan, terutama dalam menyelesaikan tugas kuliah, dan penulisan skripsi agar bisa megambil referensi di pustaka. Tidak hanya mahasiswa, saya berharap agar dosen juga bisa meng-encourage mahasiswanya untuk menggunakan literatur yang ada diperpustakaan, baik buku maupun jurnal. [Moli]

Share This: