PT MIFA BERSAUDARA LUNCURKAN PROGRAM SARJANA MAGANG UNTUK ALUMNI UNSYIAH

IMG-20180117-WA0016

Librisyiana, Meulaboh – Dalam rangka mendukung peningkatan SDM di Provinsi Aceh dan membekali para sarjana lulusan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk mendapatkan pengalaman kerja di dunia industry, sebanyak 6 orang sarjana yang telah lulus proses seleksi  diterima secara resmi oleh Kepala Teknik Tambang (KTT), Adi Risfandi, HR & GA Manager, Lisa Andayani dan CSR, Media Relation & Land Acquisition Manager, Azizon Nurza, Selasa (2/1) bertempat di kantor  tambang, untuk mengikuti Program Sarjana Magang (PSG) Angkatan pertama tahun 2018 yang ditandai dengan penyerahan APD (Alat Pelindung Diri) kepada semua peserta magang.

Kepala Teknik Tambang PT Mifa Bersaudara, Adi Risfandi menjelaskan bahwasanya dalam rangka mengawali tahun baru  2018 ini PT Mifa Bersaudara ingin membangun networking yang baik bersama Universitas Syiah Kuala melalui Program Sarjana Magang (PSM). Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam rangka peningkatan SDM lulusan perguruan tinggi di Aceh. Untuk angkatan pertama tahun 2018 ini dari Unsyiah diterima peserta program magang berjumlah 6 orang sarjana yang merupakan lulusan terbaik, diantaranya; Siti Fadhilah Sarjana Teknik Pertambangan di Departemen Port Operation, Ali Hasyimi dan Mohd Prieska Hasela Ariki, Sarjana Teknik Pertambangan di Departemen Mine Operation, Fadhil Dwinanda Sarjana Teknik Sipil di Departemen Infrastruktur Facility Support, Ery Faisal Badar Sarjana Psikologi di Departemen HR & GA dan Oza Akmal Maulana Sarjana Ilmu Komunikasi di Departemen CSR, Media Relations & Land Acquisition.

IMG-20180117-WA0015

“Kami berharap lulusan Program Sarjana Magang nantinya bisa menjadi tenaga kerja yang siap pakai serta memiliki pengalaman dan terbiasa dengan penataan tugas-tugas yang diperoleh selama bekerja di PT Mifa Bersaudara. Semua itu diharapkan bisa menjadi bekal pengalaman dan pembelajaran yang baik di dalam dunia kerja professional nantinya”, tuturnya.

Program ini akan berlangsung selama 6 bulan yang dimulai dari tanggal 2 Januari – 30 Juni 2018. Dalam pelaksanaan program ini, para peserta juga difasilitasi penuh seperti layaknya karyawan yang mendapatkan akomodasi, transportasi, komsumsi, laundry, dan penginapan.

Salah satu  peserta program sarjana magang, Fadhil Dwinanda berharap agar program ini dapat berlangsung dengan baik dan tidak berhenti sampai disini sehingga dapat memberikan peluang kepada lulusan-lulusan lainnya setelah yang menambah pengalaman kerjanya. “Selama beberapa hari di Mifa, saya dan rekan-rekan banyak mendapatkan pelajaran dan keterampilan baru secara langsung dan lebih nyata, semoga ini mampu menjadi hal baik untuk kami semua dan tetap harus berkelanjutan untuk para generasi kami selanjutnya”, ungkapnya.

Share This:

Dalam Tahap Pengerjaan, Ruangan Cinema Akan Segera Hadir di Perpustakaan Unsyiah

IMG-20180110-WA0004

Librisyiana, Darussalam- Saat ini Universitas Syiah Kuala sedang membangun sebuah ruangan multimedia atau cinema di lantai 1 Perpustakaan Unsyiah. Ruangan yang baru dikerjakan dengan pemasangan rangka stage dan tribune seat pada hari Rabu (10/1/2017) ini, diperkirakan akan selesai satu bulan mendatang.

“Saya pikir sangat penting ya membangun ruangan multimedia di Unsyiah, sebenarnya di RKU sudah ada satu. Sekarang kita adakan lagi ruangan multimedia atau cinema di Perpustakaan Unsyiah. Tujuannya selain semakin memperlengkap fasilitas Unsyiah, ruangan ini tentu saja bisa sangat bermanfaat bagi mahasiswa”, ungkap rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Ir Samsul Rizal Meng, kepada Librisyiana Senin (15/1/2017).

Beliau juga berharap dengan adanya ruangan ini mahasiswa bisa memanfaatkan ruangan ini sebaik mungkin. Mahasiswa bisa menggunakannya untuk menonton film yang positif, karena ruangan ini juga akan dilengkapi dengan layar yang besar dan sound system yang bagus. Selain itu semoga mahasiswa juga bisa semakin betah berada di Perpustakaan Unsyiah dan menghasilkan kreativitas serta inovasi yang bisa memajukan kampus jantung hati rakyat Aceh ini.

Senada dengan rektor, Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr Taufiq Abdul Gani juga berharap mahasiswa bisa memanfaatkan ruangan ini dengan sebaik mungkin.

“Saya sangat senang dengan adanya ruangan ini di Perpustakaan Unsyiah. Dimana ruangan ini bisa menjadi sarana pelengkap dan pendukung literasi informasi di perpustakaan. Saya sangat berharap seluruh mahasiswa Unsyiah bisa memanfaatkan dan merawat fasilitas baru di Perpustakaan Unsyiah ini dengan baik. Semoga mahasiswa Unsyiah bisa mengisi ruangan ini dengan berbagai kreativitas seperti mini live performance, pemutaran film, teleconference dan lain sebagainya. [Moli]

Share This:

Jumlah Pageview Meningkat, Perpustakaan Unsyiah Perbaharui Tampilan ETD Online

IMG-20180104-WA0002

Librisyiana, Darussalam- Diakhir tahun 2017, jumlah pageview skripsi online ETD (Electronic Theses and Dissertations) Perpustakaan Unsyiah selama tahun 2017 meningkat. Jumlah pageview atau jumlah halaman yang dilihat pada akhir tahun 2017 tercatat sejumlah 5,2 juta. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2016 sejumlah 3.5 juta. Artinya, pada tahun 2017 pageview ETD Perpustakaan Unsyiah mengalami peningkatan sebesar 47.81% atau 1,7 juta. Melihat hal ini, pustakawan Unsyiah merasa gembira  dan berusaha untuk terus meningkatkan pageview skripsi online ETD Perpustakaan Unsyiah. Salah satu usaha untuk meningkatkan pageview adalah dengan memperbaharui tampilannya.

“Ya, mulai hari ini kami telah meng-update atau memperbaharui beberapa fitur dalam tampilan skripsi online ETD Unsyiah. Beberapa hal baru tersebut diantaranya ada tambahan fasilitas navigasi yang baru, adanya recent post, kategori, fakultas, jurusan dan juga telah dicantumkan foto dari penulisnya. Beberapa hal baru ini tentu saja bertujuan untuk lebih memudahkan user dalam melakukan pencarian dan penyaringan atau mem-filter bahan yang hendak dicari”, ungkap Kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani kepada Librisyiana pada Sabtu (6/1/2018).

Ia juga berharap, dengan adanya pembaharuan ini bisa memenuhi kebutuhan para pengguna skripsi online ETD Perpustakaan Unsyiah. Selain itu, dengan kemudahan yang telah diberikan oleh Perpustakaan Unsyiah, semoga para pengguna bisa terus termotivasi untuk menggunakannya dengan baik, sehingga di tahun 2018 jumlah pageview skripsi online ETD Perpustakaan Unsyiah lebih banyak lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. [Moli]

Share This:

Perpustakaan Unsyiah Adakan Seleksi Student Library Assistant

1

Librisyiana, Darussalam- Setelah melalui rangkaian panjang pendaftaran Student Library Assistant yang dibuka pada tanggal 27 November – 10 Desember 2017 yang lalu, akhirnya tepat pada tanggal 27 Desember 2017 pihak Perpustakaan Unsyiah mengadakan seleksi Student Library Assistant. Para mahasiswa yang sudah mendaftar melalui online form, diseleksi melalui wawancara  di ruang seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah. Mahasiswa yang lulus seleksi nanti akan ditempatkan pada beberapa posisi yang telah ditentukan.

Adapun jumlah pendaftar yang terdata berkisar 263 orang mahasiswa Unsyiah. Dalam melakukan penerimaan Student Library Assistant yang baru, pihak Perpustakan Unsyiah membuka empat posisi yang dapat dipilih oleh para pendaftar, yang mencakup Shelving Crew, Information Literacy Tutor, Chek-in Counter Crew dan Night- Weekend Shift Crew. Diantara keempat posisi tersebut, para peserta diperbolehkan untuk memilih 3 posisi sekaligus.

“Dengan dibukanya kembali seleksi Student Library Assistant ini, Perpustakaan Unsyiah telah memberikan peluang kepada para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai salah satu agent yang bisa membantu  kemajuan Perpustakaan”, ucap Mursalin mahasiswa Peternakan Unsyiah, yang juga ikut mendaftarkan dirinya sebagai peserta Student Library Assistant.

“Karena sering ke pustaka pada malam  hari, dengan itu saya mencoba untuk mendaftar menjadi bagian dari Student Library Assistant, jadi ke Perpustakaan bisa sekaligus jadi Crew Student Library Assistant, saya rasa ini hal yang sangat menyenangkan, dan semoga saya bisa lulus”, tutupnya. [ARMY]

 

Share This:

Richardus Eko Indrajit : “Kultur Perpustakaannya Sangat Terasa, Perpustakaan Unsyiah Pantas Dapat Akreditasi A dan ISO”

IMG_20171221_143340

Librisyiana, Darussalam- Seusai menjadi pembicara dalam acara “Digi-Lib Talk” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Unsyiah di Ruang Seminar lantai 1, Ricardus Eko Indrajit menyampaikan kesannya saat mengunjungi Perpustakaan Unsyiah ketika diwawancarai Librisyiana pada Kamis (21/12/2017). “Saat memasuki Perpustakaan Unsyiah, saya melihat bagaimana aktivitas orang-orang yang ada di dalamnya, mulai dari pustakawan dan juga para pengguna pustaka. Kenapa demikian? Karena saya ingin melihat kultur perpustakaannya sudah dapat atau belum. Anda bisa merasakan ketika masuk ke sebuah perpustakaan kultur perpustakaan itu ada atau tidak. Dan menurut saya Perpustakaan Unsyiah memiliki kultur perpustakaan yang sangat terasa, pantas saja Perpustakaan Unsyiah mendapat akreditasi A dan ISO,” ungkapnya.

“Kultur itu tidak bisa dibeli. Artinya, jiwanya sendiri akan kelihatan melalui bagaimana pengguna pustaka melakukan diskusi, aktif, buat tugas, dsb. Saya melihat kultur disini sudah sangat terbentuk. Selain itu ketika melihat Perpustakaan Unsyiah ini pertama kali, saya sangat kagum. Bagaimana tidak? Jika dibandingkan dengan perpustakaan lainnya, Perpustakaan Unsyiah ini sudah cukup tertata rapi, dan juga yang paling penting adalah sudah digital based”, imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh perpustakaan di Indonesia ini menjadi sumber pengetahuan yang berkualitas dan bisa diakses banyak orang . Sebab di perpustakaan-lah semua ilmu pengetahuan dikumpulkan dan dikelola. Hal ini juga dibutuhkan karena negara yang menang dalam bersaing itu terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi. SDM yang memiliki kompetensi ini bisa meningkatkan daya saing negara. Salah satu bahan baku dari kompetensi adalah pengetahuan. Dan kembali lagi, sumber pengetahuan adalah perpustakaan. Makanya perpustakaan perlu untuk meningkatkan kualitasnya.

Richardus Eko Indrajit adalah seorang profesor yang pernah mengecam pendidikan di berbagai Universitas. Mulai dari Institut Teknologi Surabaya, Harvard University, Massachussetts, USA. Saat ini ia sedang aktif melakukan berbagai kegiatan mulai dari mengajar sebagai dosen di Institut Perbanas Jakarta, membantu Kementerian Pertahanan RI dalam menyiapkan cyber army, menulis buku, membuat riset dan juga sering diundang menjadi pemateri. [Moli, RSK]

Share This: