UPT. Perpustakaan Unsyiah Lakukan Musyawarah Kerja Dengan Kepsek SMA se-Bireuen

IMG-20181213-WA0003

Librisyiana, Darussalam- UPT. Perpustakaan Unsyiah mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah selama 3 hari, yang diikuti oleh 38 pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen. Pelatihan ini merupakan hasil dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se- kabupaten Bireuen bekerjasama dengan UPT.Perpustakaan Unsyiah.

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan kepada mereka mengenai beberapa komponen perpustakaan yang berstandar nasional, kreativitas yang dapat dilakukan di perpustakaan, penggunaan aplikasi Schils dan dasar katalogisasi serta klasifikasi buku, agar pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan, sehingga dapat bersaing dengan perpustakaan yang sudah maju di seluruh Indonesia atau bahkan lebih .

Taufiq Abdul Gani, Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah mengatakan “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen dapat meningkatkan mutu perpustakaan sekolahnya. Dimana perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai tempat meminjam dan membaca buku saja, tetapi suana perpustakaannya itu hidup dengan berbagai aktivitas. Baik itu dibidang literasi, seperti adanya kelompok literasi yang dibentuk di sekolah-sekolah yang sudah menerima pelatihan dan pemanfaatan komputer yang sudah ada. Karena perpustakaan itu hidup bukan karena koleksi, namun  karena adanya aktivitas dan kreatifitas yang diciptakan”, katanya pada Kamis (13/12).

Ia melanjutkan, bahwa sebenarnya saat ini semua SMA di Bireuen sudah memiliki komputer dan sambungan internet, akan tetapi sayangnya belum ada satu pun sekolah yang menggunakan katalog dan layanan menggunakan komputer, karena tidak adanya kemampuan dari pengelola perpustakaan sekolah.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, tahun depan akan ada SMA di Bireuen yang sudah online katalognya”, tutupnya. [Yana]

 

Share This:

Guru Se-Aceh Ikuti Pelatihan Kepustakaan di UPT.Perpustakaan Unsyiah

48407620_340045480142731_2337087650751578112_n

Librisyiana, Darussalam – UPT.Perpustakaan Unsyiah pekan ini sedang melaksanakan program Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional kepada guru-guru se-Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan selama  empat hari mulai dari tanggal 12 sampai 15 Desember 2018 ini, merupakan hasil kerjasama antara UPT.Perpustakaan Unsyiah dengan Balai Diklat Aceh.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan standar kualitas perpustakaan sekolah baik SD, SMP, maupun SMA, sehingga diharapkan kedepannya sekolah-sekolah yang ada di Aceh, dapat lebih bersaing dalam bidang dan aset milik perpustakaannya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi seperti pengenalan standar mutu perpustakaan, akreditasi, diajarkan bagaimana cara membuat kartu siswa (ID Card), mengupload foto melalui laptop, menggunakan suatu program sehingga semakin mempermudah pekerjaan guru, dan lain sebagainya. Para pengelola perpustakaan sekolah saat ini juga harus bisa menguasai elektronik seperti komputer dan penggunaan media yang canggih agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang sudah modern.

M. Thahir, salah satu peserta yang berasal dari SMPN 1 Gandapura Bireuen, berpendapat bahwa beliau sangat senang mengikuti pelatihan ini.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini, karena memang ilmu saya tentang keperpustakaan masih sangat sedikit. Saya berharap dengan mengikuti acara ini, dapat menambah ilmu keperpustakaan saya. Dengan adanya pelatihan ini juga membuat kami para guru termotivasi ingin menjadikan perpustakaan sekolah senyaman mungkin untuk tempat para siswa berkumpul seperti di Perpustakaan Unsyiah, sehingga siswa lebih sering berkunjung dan membaca,” katanya.

Sejalan dengan M.Thahir, Yusnidar, peserta yang berasal dari SMAN 2 Jambu Air Aceh Utara, mengungkapkan bahwa ia berharap melalui pelatihan ini dapat lebih mengembangkan perpustakaan sekolahnya.

“Memang saat ini kualitas dan kinerja perpustakaan kami masih kurang memuaskan dan minat siswa terhadap perpustakaan pun masih tergolong rendah. Dengan diberikannya arahan seperti program jangka panjang dan jangka pendek untuk mengelola perpustakaan sekolah pada pelatihan ini, saya berharap kedepannya kami mampu menghidupkan kembali kegiatan di sekolah dan memajukan kinerja perpustakaan supaya dapat lebih bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya di seluruh Aceh”, ungkapnya. [Mola, CR, GM, FM]

 

 

 

UPT. Perpustakaan Unsyiah Lakukan Kerjasama Musyawarah Dengan Kepsek SMA se-Bireuen

Share This:

Relax and Easy, Ajang Pertunjukan Kreatifitas Mahasiswa Unsyiah

215D39CE96334879A6BB7F0D1C8BBA1A

Librisyiana, Darussalam- Diselenggarakan setiap hari Rabu pukul 14.00 di Libri Cafe Perpustakaan Unsyiah, Relax and Easy kembali hadir pada (12/12/2018) dengan penampilan-penampilan menarik dari mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Kali ini, acara yang menjadi ajang pertunjukkan bakat dan kreatifitas mahasiswa tersebut diantaranya diisi dengan pernampilan solo dari Saiful, pembacaan puisi oleh Durratul Baidha dan penampilan acoustic dari Pochinky.

Meskipun tidak mengundang tamu special, antusias penonton nyatanya tidak surut untuk menghadiri dan menyaksikan Relax and Easy. Hal ini terlihat dari penuhnya kursi yang disediakan untuk penonton.

Acara yang merupakan kerjasama Perpustakaan Unsyiah, BEM Unyiah dan UKM Literasi Informasi Unsyiah ini sangat cocok untuk mahasiswa yang sedang penat dengan perkuliahan dan butuh hiburan. Terlebih lagi karena diselenggarakan di Libri Cafe, penonton dapat dengan mudah membeli cemilan atau minuman untuk menemani selama menyaksikan acara. [MRA]

Share This:

Pendaftar Duta Baca Unsyiah 2019 Terus Meningkat

IMG20181212140703

Librisyiana, Darussalam –   Rabu (12/12), Pendaftaran Duta Baca Unsyiah 2019 yang baru dibuka selama tiga hari, sudah mencapai 22 orang pendaftar. Angka ini tentunya meningkat dari pada pendaftaran pada tahun sebelumnya. Menigkatnya pendaftaran tahun ini dikarenakan promosi yang baik dan banyaknya mahasiswa dan mahasiswi yang tertarik untuk menjadi Duta Baca Unsyiah selanjutnya karena terinspirasi dari pemilihan Duta Baca tahun sebelumnya.

Pendaftar pada tahun ini didominasi oleh  perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Para pendaftar yang telah mendaftarkan diri untuk mencalonkan dirinya sebagai Duta Baca tahun 2019, berasal berbagai fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Hukum (FH).

Dinda Maghfirah, panitia pelaksana Duta Baca Unsyah 2019 mengatakan, “ Kali ini pendaftaran duta baca Unsyiah meningkat dari pada sebelumnya, ini dapat kita lihat dari data yang sudah mendaftar saja sudah mencapai 22 mahasiswa,“ katanya.

Ia juga berharap agar setiap pedaftar yang belum mengembalikan berkas agar segera mengembalikan berkas kepada panitia.

Tanggal untuk pendaftaran Duta Baca Unsyiah 2019 dimulai dari tanggal 10 Desember hingga 22 Desember 2018. Waktu pendaftaran yaitu pukul 09.00 – 16.00 di Perpustakaan Unsyiah. [RSK]

Share This:

Duta Baca Unsyiah 2018 Dampingi Rombongan Setjen DPR RI

 IMG20181211124149

Librisyiana, Darussalam – Selasa (11/12), Rombongan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI yang terdiri dari Pustakawan, Staf Pusat Data dan Pengelola Teknologi Informasi  mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dalam rangka Studi Banding. Setelah mendapat penjelasan mengenai perkembangan Perpustakaan Unsyiah dari Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani, para tamu diajak melakukan Library Tour yang didampingi langsung oleh Kepala Perpustakaan Unsyiah serta duta Baca Unsyiah 2018, Yuliana Rahmawati dan  Rizky Aulia Rahma Danur.

Dalam Library Tour ini, para rombongan Setjen DPR RI melihat langsung fasilitas-fasilitas yang ada di UPT.Perpustakaan Unsyiah seperti mesin peminjaman dan pengembalian secara mandiri, mesin EDC serta UILIS App. Duta Baca Unsyiah, Rizky Aulia Rahma Danur, memperagakan langsung bagaimana menggunakan mesin peminjaman dan pengembalian secara mandiri serta UILIS App dihadapan para rombongan.

Dalam sesi wawancara Librisyiana dengan Duta Baca Unsyiah 2018, mereka memberikan berbagai penjelasan mengenai kunjungan dari Rombongan Setjen DPR RI ke Perpustakaan yang mana dalam kunjungan tersebut para tamu mengambil beberapa poin penting yang dapat diterapkan nantinya di Perpustakaan DPR RI.

“Kunjungan seperti ini memunculkan kerja sama antara Perpustakaan Unsyiah dengan Perpustakaan DPR RI, tentunya hal ini memiliki dampak positif bagi Unsyiah, dimana Perpustakaan kita sekarang semakin dikenal luas baik di Aceh maupun dari luar Aceh. Perpustakaan Unsyiah juga selalu berupaya untuk menjadi lebih baik. Saat ini, meskipun listrik padam di Perpustakaan Unsyiah, mahasiswa tidak perlu khawatir karena secara otomatis server sudah tersambung ke Singapura, jadi  mahasiswa tetap dapat terhubung ke Portal UILIS Perpustakaan Unsyiah”, jelas duta baca Unsyiah 2018.

Duta Baca Unsyiah 2018 juga mengatakan bahwa sebagai Duta Baca Unsyiah, mereka sudah mempersiapkan diri menjadi pendamping ketika ada yang kunjungan seperti ini. Hal yang paling penting adalah menjaga sikap dan tutur bicara saat didepan tamu. Mereka juga selalu belajar hal-hal baru dari setiap kunjungan. [CR]

Share This: