Popular Tags:

Perpustakaan Unsyiah Jadi Perpustakaan Pertama Peraih SNI Award

21/11/2019 at 07:36
Penyerahan piala SNI Award kepada Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan

Penyerahan piala SNI Award kepada Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan

 

Librisyiana, Darussalam-Rabu(20/11) Kepala Badan Stadarisasi Nasional (BSN), Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc, mewakili Pemerintah RI memberikaan penghargaan SNI Award kepada Perpustakaan Unsyiah dalam kategori perunggu berdasarkan keputusan Dewan Juri SNI Award 2019, yang diketuai oleh Prof. Dr. Rhenald Kasali. Penyerahan piala SNI Award dilaksanakan lewat acara malam Penganugerahan SNI Award 2019 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta. Piala penghargaan tersebut diterima oleh Rektor Unsyiah yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan. Penganugerahan tersebut turut dihadiri Kepala Perpustakaan Unsyiah saat ini, Dr. Ing. Rudi Kurniawan, S.T, M.Sc serta Kepala Perpustakaan sebelumnya, Dr. Taufiq Abdul Gani, S.Kom, M.Eng.Sc.

 Dalam penyampaian kata sambutan, Profesor Bambang menyatakan SNI Award ini telah diadakan setiap tahun sejak tahun 2005. SNI Award ini merupakan National Quality Award, yaitu penghargaan resmi dari Pemerintah RI bagi organisasi, lembaga, atau badan usaha di Indonesia yang telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk keunggulan produk dan layanannya. Penyerahan piala SNI Award juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Ir. Airlangga Hartarto bersama Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Dr, Bambang Brojonegoro untuk peraih peringkat lainnya. Peringkat tertinggi diraih oleh 3 Badan Usaha Milik Negara dan Swasta, yaitu Pertamina Lubricants, PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan Petrokimia Gresik. Penghargaan Grand Platinum diberikan kepada Petrokimia Gresik atas pencapaian 3 kali mendapatkan peringkat Platinum. Selain itu penghargaan Appreciation for Maintaining Grand Platinum juga diberikan kepada PT. Pupuk Kaltim atas usahanya mempertahankan keunggulan dalam menerapkan SNI.

Proses keikutsertaan Perpustakaan Unsyiah dalam penghargaan ini dilakukan pada masa kepemimpinan bapak Dr. Taufiq Abdul Gani di Perpustakaan Unsyiah. Keikutsertaan ini juga disertai dukungan pimpinan, civitas dan semua staf meningkatkan pengembangan layanan secara besar-besaran sejak tahun 2012. Penerapan Standar Nasional Indonesia untuk manajemen mutu, keamanan informasi dan layanan teknologi informasi di Perpustakaan sudah dimulai sejak tahun 2015 dan dilakukan agar Perpustakaan lebih terarah serta terpadu. Hal ini sejalan dengan penjelasan bapak Dr. Taufiq Abdul Gani, “Semua pihak mulai dari pimpinan, civitas dan semua staf telah bekerja sama dalam meningkatkan mutu layanan. Kami menerapkan SNI untuk manajemen mutu, keamanan informasi dan layanan teknologi informasi supaya pengembangan ini terarah dan terpadu”

Evaluator SNI Award, Ibu Elvina Rahayu, M.Si menyatakan sebelumnya dalam site evaluation pada bulan Agustus lalu bahwa keikutsertaan Perpustakaan Unsyiah tercatat sebagai organisasi Perpustakaan Indonesia pertama yang meraih penghargaan ini. Pada tahun ini Perpustakaan Unsyiah bersaing dengan 188 peserta terdaftar dari berbagai jenis organisasi, lembaga dan badan usaha.

Dr.Ing. Rudi Kurniawan, M.Sc mewakili staf Perpustakaan Unsyiah kepada redaksi menyatakan bertekad untuk terus meningkatkan mutu layanan dengan standar ISO/SNI 9001:2015, ISO/SNI 27001:2013 dan ISO 20000-1:2018 serta mempertahankan dan meningkatkan level SNI Award untuk tahun mendatang bersaing dengan berbagai organisasi atau badan usaha.

Prof. Dr. Ir. Marwan mewakili pimpinan Unsyiah mengucapkan selamat atas penghargaan ini dan hal ini didedikasikan untuk semua teman di Perpustakaan Unsyiah atas kebersamaan dan komitmen mutunya.

Share This:

Perpustakaan Nasional RI Buka Stan Layanan Kartu Anggota Gratis di KPDI 12

14/11/2019 at 18:55
Pengunjung mendatangi stan layanan kartu anggota Perpusnas gratis

Pengunjung mendatangi stan layanan kartu anggota Perpusnas gratis

Librisyiana, Darussalam-Rabu(13/11), Perpustakaan Nasional dirikan stan yang menyediakan layanan kartu anggota gratis. Stan Perpusnas tersebut memberikan hadiah sebuah mug bagi setiap pengunjung yang menggunakan layanan kartu anggota gratis. Pengunjung yang menggunakan layanan tersebut hanya perlu menyediakan kartu identitas seperti kartu tanda penduduk, kartu nomor induk siswa nasional maupun KITAS yang memungkinkan warga negara asing dapat mengakses koleksi di Perpustakaan Nasional. Pada stan tersebut tersedia tablet untuk mengisi data diri untuk mendaftar anggota namun pendaftaran anggota juga dapat di akses di website perpusnas pada gawai pribadi. Setidaknya telah ada 140 pengunjung yang menggunakan layanan kartu anggota gratis pada hari pertama dibuka stan dan jumlah itu akan bertambah di hari kedua. Stan tersebut hanya dibuka dalam 2 hari pertama dan mulai buka dari pagi sampai malam mengikuti jadwal acara seminar yang dilaksanakan di Ruang A dan B pada Aceh Ballroom. Dalam acara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-12 ini tidak hanya Perpustakaan nasional yang membuka stan untuk dikunjungi namun juga terdapat stan dari beberapa sponsor acara tersebut yaitu IEEE, Springer Nature, dan Sage Publishing. Deretan stan tersebut dapat ditemui di sepanjang koridor pintu masuk Aceh Ballroom Lantai 1 Hotel Hermes.

 Arliana dan Mey, Pustakawan Perpustakaan Nasional menjelaskan fungsi kartu anggota Perpusnas tersebut berbeda dengan keanggotaan yang terdaftar pada ipusnas yang merupakan perpustakaan digital berbasis media sosial. Keanggotaan ipusnas dapat memungkinkan para anggota untuk mengakses koleksi digital pada aplikasi ipusnas dan menggunakannya cukup mudah hanya dengan mendaftarkan nomor hp dan email serta nama pengguna lalu lakukan aktivasi akun lewat email.[PINA]

Share This:

Seminar KPDI 12 Bahas Hak Cipta dan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

14/11/2019 at 17:43

Librisyiana , Darussalam-Rabu(13/11), Seminar mengenai pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam untuk menunjang ekosistem digital menjadi salah satu agenda dalam acara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-12 yang bertempat di Ruang B Aceh Ballroom Lantai 1 Hotel Hermes. Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Instansi dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang ada di Indonesia.

 Agus Wahyudi, perwakilan Perpustakaan Nasional yang berkesempatan menjadi pemateri dari seminar ini memaparkan bahwa pengadaan E-Deposit merupakan implementasi dari amanat yang diberikan kepada Perpusnas sesuai dengan undang-undang Nomor 13 tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam. Amanat itu terdiri di antaranya mengimput atau mengumpulkan, memroses, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan seluruh karya elektonik atau karya digital yang dihasilkan oleh anak bangsa Indonesia sebagai warisan budaya bangsa. Hal ini dimaksudkan agar terwujudnya koleksi nasional dan terlestarikannya karya-karya anak bangsa.

Ia menjelaskan bahwa e-deposit itu sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dirancang agar pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam dapat terlaksana dengan lebih efisien. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini penerbit yang bersifat perorangan maupun sebuah perusahaan dapat dipermudah dengan hanya menguggah file dokumen karya mereka tanpa perlu mengantri atau menghabiskan ongkos perjalanan ke Perpusnas yang ada di Jakarta.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di era digital seperti ini sebenarmya pengadaan E-Deposit sangat membantu semua pihak, baik itu bagi sisi penulis maupun pembaca. Hal itu disebabkan semua karya yang sudah masuk dalam e-deposit nantinya diproses sehingga bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.

Hal diatas sesuai dengan pernyataan Dian Sari, Dosen Universitas Indraprasta PGRI yang merupakan pemateri kedua pada seminar tersebut. Ia memaparkan bahwa dengan adanya sistem digital yang menggantikan sistem manual dapat mempermudah masyarakat karna lebih efisien dan efektif dalam meminimalisir penggunaan waktu dan mengurangi praktik pungutan liar.

Share This:

PEMBUKAAN KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA

13/11/2019 at 10:42

WhatsApp Image 2019-11-13 at 10.40.25

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia tahun ini dilaksanakan di Aceh, Universitas Syiah Kuala menjadi tua rumah. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari tepatnya 12 sampai 15 November 2019 di Hermes hotel Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah dan kalangan, baik itu dari universitas maupun dari berbagai instansi di Indonesia.

Selasa (12/11) sore, pembukaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KDPI) dibuka oleh walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M. dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta KDPI yang telah berhadir. Sambutan juga disampaikan oleh wakil rektor satu Universitas Syiah Kuala Dr. Ir. Marwan, dan juga Kepala Perpustakaan Nasional atau yang mewakili. Acara opening ceremony ditutup dengan pemukulan rapai secara simbolis. Kemudian dilanjutkan dengan seminar yang diikuti oleh para peserta pada malam harinya. [DMM]

Share This:

Para Delegasi Unsyiah Research Festival (URF) Kunjungi Perpustakaan Unsyiah

28/10/2019 at 04:37

WhatsApp Image 2019-10-25 at 22.29.36

Librisyiana, Darussalam- Kamis (10/10), Para delegasi Unsyiah Research Festival (URF) kunjungi Perpustakaan Unsyiah.  Setidaknya ada 13 tim delegasi dari berbagai universitas yang lolos seleksi lomba LKTIN URF yang berkesempatan melakukan kunjungan ke perpustakaan unsyiah dan disambut langsung oleh perwakilan Duta Baca Unsyiah. Dalam kunjungan ini, Duta Baca memperkenalkan kepada delegasi mengenai berbagai aktifitas yang dapat dilakukan di perpustakaan, di antaranya para duta tersebut menerangkan langkah-langkah mencari buku melalui OPAC dan menjelaskan berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan Unsyiah.

Selain itu, mereka juga melakukan touring yang dipandu oleh Duta Baca Unsyiah, yaitu mengunjungi berbagai ruang yang terdapat di perpustakaan. Setelah mengunjungi berbagai ruang yang ada, mereka diarahkan untuk melihat ruang Korea Corner. Sejumlah delegasi terlihat sangat antusias saat dipandu oleh Duta Baca di ruang tersebut, satu persatu delegasi bergantian berfoto menggunakan baju adat korea yang terdapat di Korean korner tersebut.

M. Havez, salah satu delegasi URF dari Universitas STIM YKPN mengatakan bahwa awal masuk ke dalam perpustakaan Unsyiah sudah terkesima dengan gedung yang sangat luas. Selain itu dalam perpustakaan juga terdapat mini teater yang dapat digunakan untuk menonton film. Menurutnya pelayanan yang disediakan oleh pihak perpustakaan juga sudah cukup bagus, salah satunya penggunaan teknologi yang sangat maksimal dimana pihak perpustakaan mempunyai suatu ketegasan jika telat mengembalikan buku maka KTM nya akan di blok, dari sisi inovasi dan penataan juga sudah cukup bagus tegasnya.

“ saya berharap semoga kedepannya perpustakaan Unsyiah lebih bagus lagi, dan ruang mini teaternya dapat dipromosikan kepada khalayak yang lebih luas agar ada profit untuk perpustakaan” tutupnya. [YANA]

Share This:

Stand Perpustakaan Unsyiah Ikut Meramaikan Acara The 9th AIC 2019 International Conference

09/10/2019 at 09:24

WhatsApp Image 2019-09-26 at 00.08.57

Librisyiana, Darussalam – Kamis (19/9), UPT. Perpustakaan unsyiah  buka stand pada acara The 9th AIC 2019 International Conference yang bertemakan “ Connecting The World Through Innovation and Sustainnable Development” diadakan di AAC Dayan Dawood pada tanggal 18 – 19 September 2019. Acara AIC tersebut merupakan konferensi Internasional yang dilakukan secara rutin oleh Universitas Syiah Kuala sejak tahun 2011. Acara tahunan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mempromosikan pemahaman multidisiplin tentang penelitian dan inovasi terbaru melalui diskusi, pertukaran, dan saling berbagi ilmu diantara peneliti, praktisi, akademisi dan mahasiswa.

Dalam acara tersebut perpustakaan unsyiah berkesempatan membuka stand untuk memperkenalkan dunia pustaka kepada mahasiswa serta kepada dosen-dosen yang masih awam mengenai dunia pustaka. Stand perpustakaan unsyiah ini menyediakan berbagai perlengkapan yang memberikan informasi terkait perpustakaan kepada para dosen maupun mahasiswa yang singgah ke stand, salah satunya video aktifitas perpustakaan, buku-buku berkonten lokal yang ditulis oleh para civitas akademika Unsyiah.

Pada hari pertama stand tersebut dibuka, pengunjung terlihat antusias mendatangi stand perpustakaan dan para pengunjung tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun termasuk para dosen yang datang ke acara tersebut. Selain itu,  stand tersebut menyampaikan informasi mengenai adanya program sitasi, dimana program tersebut akan mengajarkan cara membuat sitasi secara tidak manual. [Yana]

Share This:

Talkshow Mahakarya THP 22 Meriahkan Relax And Easy

08/10/2019 at 21:57

WhatsApp Image 2019-09-18 at 23.28.49 (1) (1)

Libsrisyiana, Darussalam- Rabu (18/9) Relax and Easy kembali hadir pada hari rabu pukul 14.00 WIB di Libri Cafe Perpustakaan Unsyiah dengan berbagai susunan acara yang menarik serta penampilan talent yang luar biasa. Penampilan menarik yang ditampilkan pada kegiatan tersebut ialah pembacaan puisi oleh Anjas, vokal solo oleh Fikri Zihaddin serta penampilan akustik solo oleh Resaldi Novrianto.

Berbeda dari Relax and Easy sebelumnya, kali ini tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas mahasiswa saja namun, terdapat Talkshow Mahakarya THP 22. Talkshow tersebut diisi oleh Melsa Yulia, Novita Rahmi, dan Utin Mutia, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas pertanian.

Menurut Utin Mutia, panitia Mahakarya THP 22 ini mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan THP kepada masyarakat luas dan tidak hanya terpaku kepada mahasiswa namun juga Siswa se-regional. Selain itu ia juga menambahkan bahwa demi mempermudah para siswa yang berkeinginan memasuki dunia perkuliahan dengan memberikan golden ticket untuk jurusan teknologi hasil pertanian bagi pemenang lomba tingkat SMA.

Ia berharap bahwa dengan adanya acara relax and easy mampu memperkenalkan acara Mahakarya THP 22 kepada mahasiswa sehingga acara tersebut terlaksanakan sesuai dengan ekspektasi.

Selain itu, menurut Fikri Zihaddin, salah satu pengisi acara tersebut juga berharap acara relax and easy tersebut akan selalu diadakan karena sangat bermanfaat untuk mengasah bakat mahasiswa serta acara tersebut dapat menjadi acara yang lebih besar dari sebelumnya.[Yana]

Share This:

Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional

08/10/2019 at 21:21

Librisyiana, Darussalam- Selasa (8/10), Perpustakaan Unsyiah bekerja sama dengan Diklat Unsyiah mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah sesuai standar nasional untuk guru se-Aceh. Pelatihan tersebut diadakan selama empat hari yaitu pada tanggal 25 sampai 28 September 2019 dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Ruang Seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah.

Pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan ini dipandu oleh beberapa pemateri yaitu Nurmaulidar,S.Si, M.Sc, Dr.Taufik A.Gani,S.Kom.,M.Eng.Sc, dan Putri Wahyuni, S.I.Kom.,M.Soc.Sc. Peserta kegiatan ini mengikuti pelatihan dalam beberapa sesi. Dalam pelatihan tersebut para pemateri membahas beberapa materi berupa mutu standar dan akreditasi perpustakaan, dan media literasi perpustakaan, serta praktek media literasi. Pelatihan tersebut dihadiri peserta sebanyak 30 orang dari berbagai sekolah di Aceh.

Melalui pelatihan ini, menurut Nurmaulidar, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan konsep tentang pengelolaan perpustakaan bagi para guru-guru Sekolah Dasar sesuai dengan standar nasional, serta menanamkan keterampilan pada para guru dalam mengelola dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

Share This:

Empat Darmasiswa Unsyiah Kunjungi Perpustakaan Unsyiah

06/09/2019 at 16:08

IMG-20190904-WA0054

Librisyiana, Darussalam- Rabu (4/9) Darmasiswa Unsyiah mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dan disambut oleh Kepala Baru Perpustakaan Unsyiah yaitu Rudi Kurniawan. Selain Kepala Perpustakaan, para darmasiswa disambut juga oleh Wakil Duta Baca Unsyiah 2019, Andriy Anta Kacaribu dan Delsa Alfitra.

Dalam kunjungan ini, Duta Baca memperkenalkan kepada darmasiswa mengenai berbagai aktifitas yang dapat dilakukan di perpustakaan, di antaranya mereka diajarkan bagaimana cara mencari buku melalui OPAC  dan melihat nomor panggil buku pada rak buku. Mereka juga melakukan touring yang dipandu oleh Duta Baca Unsyiah, yaitu mengunjungi berbagai ruang yang terdapat di perpustakaan.  Setelah mengunjungi berbagai ruang yang ada, mereka diarahkan untuk melihat berbagai koleksi jurnal.

Sejumlah darmasiswa terlihat sangat antusias saat dipandu Duta Baca berkeliling, mereka penasaran dengan berbagai kegiatan, fasilitas dan layanan yang ada di Perpustakaan.

Kiyam Math, darmasiswa dari Kamboja ini mengatakan bahwa baru pertama kalinya mengunjungi sebuah perpustakaan yang sebesar perpustakaan Unsyiah. Menurutnya, koleksi buku di Perpustakaan Unsyiah lebih banyak dibandingkan koleksi buku di kampus tempat ia pernah belajar.

Mahasiswa asing ini mengakui bahwa ia merasa nyaman saat masuk ke dalam Perpustakaan Unsyiah, namun sayangnya letak Perpustakaan ini jauh dari asrama tempat ia tinggal. Ia juga mengatakan Perpustakaan Unsyiah lebih besar dibandingkan perpustakaan kampus di Singapura yang pernah ia kunjungi.

Darmasiswa adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah RI kepada mahasiswa asing dari negara-negara mitra/sahabat untuk belajar bahasa Indonesia dan seni budaya Indonesia pada perguruan tinggi negeri/swasta/lembaga pelatihan di Indonesia.

[PINA/ YANA]

Share This:

PELEPASAN DAN PENYAMBUTAN KEPALA UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

31/08/2019 at 08:13

WhatsApp Image 2019-08-30 at 19.48.26

Librisyiana, Darussalam- Kamis (29/8) telah dilakukan kegiatan pelantikan kepala UPT Perpustakaan yaitu Rudi Kurniawan dan serah terima jabatan kepala UPT Percetakan Universitas Syiah Kuala, Taufiq Abdul Gani, di ruang VIP gedung AAC Dayan Dawood.  Taufiq Abdul Gani selaku kepala UPT Perpustakaan sebelumnya yang telah menjabat selama dua periode berharap UPT Perpustakaan dapat mempertahankan kesuksesan dan dapat terus lebih baik lagi kedepannya.

“Semoga UPT Perpustakaan bisa mempertahankan apa yang sudah baik dan tentunya semoga bisa lebih baik kedepannya, dan juga yang paling penting adalah menjaga hubungan kerja internal dan eksternal yang selama ini telah terjalin dengan baik serta harmonis,”

Staf perpustakaan, dosen dan mahasiswa maupun alumni yang ikut bergabung dalam berbagai kegiatan di Perpustakaan Unsyiah turut berhadir pada acara ini. Suasana menjadi haru, mengingat banyak kegiatan, visi dan misi yang telah dilakukan bersama-sama di UPT Perpustakaan.

Selain pelepasan Kepala UPT Perpustakaan lama, hari ini sekaligus juga menjadi penyambutan bagi Kepala UPT Perpustakaan yang baru. Rudy Kurniawan, sebagai Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah periode 2019-2023 menyampaikan bahwa ia bervisi ingin memberikan pelayanan perpustakaan yang lebih baik bagi mahasiswa maupun pengunjung. Selain itu juga berkeinginan untuk membangun suatu musium Unsyiah yang berisikan perjalanan Unsyiah untuk menjadi kampus ternama. Dosen teknik mesin Unsyiah ini mengakui bahwa ia merasa terhormat karena dapat bergabung dalam keluarga besar perpustakaan, dimana keluarga ini berhasil sebagai tim yang membuat perubahan besar.
Kami segenap keluarga besar Librisyiana mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Taufiq Abdul Gani atas dedikasinya di Perpustakaan Unsyiah, dan juga terima kasih atas kepercayaan dan pengalaman berharganya dalam setiap perjalanan UPT Perpustakaan Unsyiah. Semoga bapak selalu dalam kebaikan dan dipermudah segala urusan oleh Nya.
Selain itu, kami juga ucapkan selamat datang kepada Bapak Rudi Kurniawan. Semoga kita semua bisa mewujudkan Perpustakaan Unsyiah dengan pelayanan yang lebih baik lagi.

Share This:

© 2014 UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Powered by Wordpress