Kabel LAN di Lantai Satu Perpustakaan Unsyiah Sering Macet

lan

Librisyiana, Darussalam– Kabel LAN (Local Area Network) di lantai satu Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sering tidak tersambung ke jaringan internet atau macet. LAN merupakan suatu jenis jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil atau lokal untuk menyambung ke internet. Banyak mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan merasa kesal karena jaringan internet tidak bisa tersambung menggunakan kabel LAN.

Salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi, Lioni Marianti yang mengunjungi perpustakaan mengatakan, “Saya kesal karena kabel LAN tidak mau tersambung dengan internet. Tujuan saya kemari bukan hanya untuk membaca buku, namun juga memerlukan sambungan internet untuk mencari referensi lain selain buku seperti jurnal dalam menyelesaikan tugas kampus saya,” ungkapnya kepada Librisyiana pada Kamis (16/11/2017).

Ia juga menyatakan bahwa baru-baru ini kabel LAN-nya sering bermasalah. Jika kabel LAN-nya tidak bisa tersambung ke internet, ia akan berpindah ke lantai tiga yang jaringan internetnya bagus.

Menggunakan kabel LAN sebenarnya sangat membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas kampus yang diberikan oleh dosen. Ia berharap semoga nantinya kabel LAN di lantai satu bisa kembali tersambung ke internet dengan lancar. [RSK]

Share This:

Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan UINSU: “Perpustakaan Unsyiah berhasil Merealisasikan Visinya”

IMG-20171114-WA0008

Librisyiana, Darussalam- Mahasiswa beserta dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan (UINSU) mengadakan kunjungan ke Perpustakaan Universitas Syiah Kuala pada Senin (13/11). Mahasiswa dan dosen UINSU Medan disambut hangat oleh Duta Baca dan pustakawan Perpustakaan Unsyiah. Mereka mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dalam rangka meningkatkan akreditasi pada 2019 mendatang. Perpustakaan Unsyiah dinilai memiliki ide-ide kreatif dan inovatif yang bisa diterapkan di Perpustakaan UINSU serta modern dengan berbagai fasilitas canggih, mulai dari sistem peminjaman hingga perpanjangan dan pengembalian buku yang dilakukan secara mandiri dengan menggunakan teknologi modern.

“Apa yang saya lihat selama ini di media sosial yang di share oleh pak Taufiq sebagai Kepala Perpustakaan Unsyiah memang benar adanya. Di perpustakaan ini sudah sangat bagus fasilitasnya bahkan saya sangat salut dengan mahasiswa yang bekerjasama dengan perpustakaan seperti duta baca, volunteer, dan UKM Literasi Informasi yang dinaungi oleh perpustakaan ini. Saya rasa Perpustakaan Unsyiah berhasil merealisasikan perpustakaan yang More than Just A Library, dan yang paling menarik menurut saya adalah keterlibatan mahasiswa dalam memajukan dan meningkatkan eksistensi perpustakaan. Sebenarnya perpustakaan kami juga melibatkan mahasiswa dalam beroperasi, namun tidak se-intens perpustakaan ini”, jelas  Retno, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan.

Mahasiswa UINSU Medan yang mengikuti kunjungan tersebut terlihat sangat antusias saat mangikuti library tour. ”Diantara perpustakaan yang sudah pernah saya kunjungi, Perpustakaan Unsyiah inilah yang sangat berkesan bagi saya. Sejak awal saya masuk di perpustakaan ini, saya belum menemukan kekurangan apapun. Saya sangat berharap Perpustakaan UINSU Medan nantinya akan menjadi seperti ini”, ungkap Asmaul Husna, mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UINSU Medan. [DIAN/DMM/SUCI]

Share This:

Wawancara Panitia Baru Unsyiah Library Fiesta 2018 Selesai Dilaksanakan

IMG_20171113_073619

Librisyiana, Darussalam- Unsyiah Library Fiesta merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh UPT.Perpustakaan Unsyiah sejak tahun 2016. Untuk persiapan ULF yang ke-3 pada tahun 2018 mendatang, presidium ULF 2018 telah mengadakan open recruitment panitia ULF untuk bidang Program Event, Competition Crew, Sponsorship, dan Promotion dari tanggal 6-10 November. Sabtu (11/11) adalah jadwal interview bagi calon panitia.

Wawancara berlangsung dari jam 09.00 hingga 18.00 WIB yang diadakan di ruang seminar Perpustakaan Unsyiah lantai 2. Wawancara diikuti seratusan mahasiswa Unsyiah dari berbagai  fakultas yang telah mendaftar melalui google form maupun mendaftar langsung di posko yang telah dibuka. wawancara berjalan dengan lancar hingga sore hari. Calon panitia diwawancarai oleh masing-masig ketua dan sekretaris bidang kepanitian dan presidium ULF.

“Peserta OR panitia ULF hari ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, diharapkan mereka dapat berkontribusi penuh di bidang yang telah mereka pilih”, ungkap Riska Iwantoni, ketua ULF 2018.

Bidang yang paling banyak diminati oleh para peserta adalah bidang Competition Crew dan Program Event yang mencapai hampir dari setengah peserta.

“Kita berharap semoga ULF 2018 ini lebih baik dari tahun sebelumnya, dalam artian ada inovasi-inovasi baru yang disalurkan oleh panitia yang dihasilkan dari open recruitment yang telah diselenggarakan ini”, pungkasnya. [Dian/DMM/Vira]

Share This:

Selain Perpusnas RI, Pustaka Unsyiah Dipercayai Untuk Mengadakan Acara Ini

11

Librisyiana, Darussalam – Pada Sabtu (11/11), UPT. Perpustakaan Unsyiah kedatangan tamu sekaligus mendapat kepercayaan dari komunitas ‘Ayo Dongeng Indonesia’ untuk mengadakan acara Festival Dongeng Aneuk Aceh. Acara tersebut bertempat di Libri Café lantai 1 UPT. Perpustakaan Unsyiah. Acara ini terbagi atas dua sesi, yaitu sesi pagi yang diisi dengan dongeng untuk anak-anak Aceh dan sesi siang yang diisi dengan Kelas mendongeng seru untuk para pemuda-pemudi Aceh yang berusia minimal 17 tahun.

Komunitas Ayo Dongeng Indonesia mengadakan festival yang merupakan event tahunan mereka di dua tempat, yaitu UPT. Perpustakaan Unsyiah dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). UPT.Perpustakaan Unsyiah terpilih menjadi salah satu partnership dikarenakan pamor perpustakaan yang dikenal ramah dan terbuka dengan semua pihak. Budi dan Rika selaku perwakilan dari komunitas ‘Ayo Dongeng Indonesia’ juga mengatakan bahwa Perpustakaan Unsyiah merupakan perpustakaan yang bagus dan nyaman disamping fasilitasnya yang lengkap.

Kak Budi dan Kak Rika, sapaan akrab mereka, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya festival ini adalah untuk lebih mengenalkan lagi kepada orang tua mengenai manfaat dari dongeng yang memang memiliki banyak sisi positif dan ajaran moral.

“Dengan adanya festival ini diharapkan agar komunikasi antara anak dan orang tua bisa lebih lancar, karena zaman sekarang hal tersebut sudah jarang dikarenakan adanya teknologi dan gadget. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk lebih menaikkan eksistensi dongeng yang sudah tergerus zaman dikalangan orang tua dan anak”, jelas Budi dan Rika.

Setelah selesai acara, Taufiq Abdul Gani selaku Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah mengajak mereka untuk berkeliling dan disudahi dengan penyerahan Majalah Librisyiana Edisi 6 yang diserahkan langsung oleh Pimpinan Redaksi, Oza Akmal Maulana.[Dian/Vira]

Share This:

Libri Cafe Dijadikan Lokasi Festival Dongeng Aneuk Aceh

11

Librisyiana, Darussalam – Nama PerpustakaanUnsyiah tampaknya kian melejit dewasa ini. Pasalnya, Sabtu, (11/11/2017) kafe Perpustakaan Unsyiah atau yang biasa dikenal dengan Libri Cafe ini kembali dijadikan lokasi diadakannya event yang sangat menarik, yaitu Festival Dongeng Aneuk Aceh. Didalangi oleh komunitas ‘Bintang NUTRICIA’ dan ‘Ayo Dongeng Indonesia’ yang bekerja sama dengan beberapa komunitas lokal seperti ICAIOS, Kota Tanyoe dan Love Aceh’, acara ini sukses menarik hati puluhan anak dan orang tua yang mendampingi mereka.

Untuk mengisi kekosongan waktu sebelum dimulainya acara, panitia dengan sigap mengajak anak-anak menarikan sebuah lagu anak. Hingga akhirnya acara dimulai dengan kata sambutan oleh Taufiq Abdul Gani selaku Kepala UPT.PerpustakaanUnsyiah dan dilanjutkan dengan penyampaian dongeng demi dongeng yang dibawakan panitia.

12

Dari ‘Ayo Dongeng Indonesia’, terdapat dua orang pendongeng yaitu Kak Budi yang mebawakan dongeng tentang Fufu si ikan buntal dan Didi yang malas makan, serta Kak Rika dengan dongeng tentang Konehito si kelinci. Kemudian dari ‘Bintang NUTRICIA’, ada dongeng mengenai pola hidup sehat yang dibawakan oleh Kak Fauziah, Kak Dita, dan Om Pal. Terakhir, anak-anak tetap diperkenalkan dengan budaya Aceh melalui hikayat yang dibawakan oleh Kak Aris.

Tidak sampai di situ, anak-anak yang teramat antusias menyimak dongeng juga diberi kesempatan oleh Kak Nanda selaku MC pada acara tersebut untuk menyampaikan sebuah dongeng, demi mengasah keberanian dan rasa percaya diri mereka.

13

Puas menyimak dongeng anak, acara dilanjutkan dengan workshop mengenai eksistensi dongeng dan kiat-kiat mendongeng untuk para orang tua maupun wali. Dengan lokasi yang masih di Libri Cafe, PerpustakaanUnsyiah. Sebelum ditutup oleh Dian Rubianti selaku salah satu volunteer dari ICAIOS, seluruh peserta dan panitia melakukan tarian Baby Shark yang beberapa waktu lalu sempat populer di dunia maya.

“Seru. Nggak nyesal sudah datang.” Ujar Daffa, siswa TK Nurul Iman saat diwawancarai. [dien]

Share This: