Resensi Buku “Mencintaimu di Jannah”

Tulisan ini diikutkan dalam perlombaan resensi Unsyiah Library Fiesta 2018

r1

Judul buku                  : Mencintaimu di Jannah

Editor                          : Abdul Latif

Penerbit                       : Zettu

Tahun Terbit                : 2013

Tempat Terbit              : Jakarta

Jumlah halaman           : 408 Halaman

“Mencintaimu di Jannah, tunggu aku di tempat terindah” menelusuri makna judul, sebelum membaca novelnya pembaca mesti sudah dapat menerka-nerka apa isi dari kisah yang ditawarkan oleh Ullan Pralihanta. Meski nyatanya akan sulit menebak kisah pasti dari isi cerita, yang sepertinya akan mengarah pada kisah cinta versi islami ini. Bagi penikmat novel bergenre romance bisa jadi kisah ini terkesan biasa dan sangat klise, namun siapa sangka beberapa bagian dalam cerita-cerita ini justru bermakna lebih dalam dari sekedar keseluruhan kisah yang ditampilkan secara utuh oleh sang penulis.

Berbekal alur maju mundur sederhana, novel karya Ullan Pralihanta yang juga bekerja dalam Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Pekan Baru ini, berkisah tentang perjalanan panjang dua orang anak sebagai teman masa kecil. Mereka digelayuti oleh perasaan cinta yang menjelma menjadi benci oleh dendam. Bercerita sederhana dengan penghayatan yang sempurna, kisah masa kecil “Sarah” sebagai anak dengan kelas strata sosial atas dan “Rahman” yang berasal dari kelas bawah, mampu membawa pembaca pada simpati yang dalam. Meski setelah melewatkan bab-bab masa kecil mereka, kita sebagai pembaca akan bertanya tanya “apa mungkin masih ada manusia seperti itu?”  pertanyaan yang lantas tidak membuat kita berhenti membaca.

Lanjut mengisahkan, pada bab-bab awal penulis akan membawa kita menyusuri kehidupan kelam tokoh utama “Rahman” yang tinggal bersama Abi dan Umminya di rumah majikan atau tuannya yang tidak lain adalah orangtua dari Sarah, yaitu Arya Laksono dan istrinya, Yasmin.

Klimaks kisah masa kecil mereka diceritakan dengan kepergian tokoh Abi Rahman dengan haru. kehilangan “Abi” nyalah yang menumbuhkan bibit dendam Rahman pada keluarga Arya Laksono atau majikannya sendiri. Kisah Rahman kecil masih berlanjut, setelah diusir karena kesalahpahaman yang sangat sulit untuk dijelaskan, Rahman yang yatim dan umminya mulai mencari penghidupan dengan mengais-ngais rezeki di kota. Menjadi pengamen dan pekerjaan seadanya. Keadan mereka yang semakin sulit dan memprihatinkan membuat Rahman tumbuh menjadi anak yang tangguh dan lebih kuat bahkan terlalu kuat untuk anak seusianya. Kehidupan keras itu mengubah Rahman yang begitu bersifat penyayang dan lembut menjadi seseorang yang keras. Singkatnya, keadaaan memaksa bocah berusia 10 tahun itu memadamkan cahaya hatinya sendiri.

Di tengah cerita sudah tampak jelas kemana penulis akan mengakhiri cerita, dengan sederhana ia bercerita tentang Rahman dan Sarah yang telah dewasa secara terpisah. Tentang Sarah yang tumbuh menjadi wanita cantik paras dan hatinya, tentang Rahman yang berputar roda kehidupannya menjadi seorang yang bergelimang harta namun lupa akan Tuhan-Nya.

Titik puncak cerita diawali sejak keduanya bertemu dalam ikatan takdir di Kota Jakarta, Rahman yang bertransformasi menjadi Satria memulai pembalasan dendamnya pada sahabat kecilnya, yang sungguh sama sekali tak bersalah. Namun Satria tidak pernah mampu melukai Sarah yang penuh dengan ketulusan. Malahan semua sikap Sarah yang begitu tulus dan lembut dengan keimanannya yang semakin dalam mampu membuat Satria kembali pada dirinya yang dulu. Menyadari betapa berdosanya Rahman yang telah menutup pintu hatinya dari kebaikan dunia, dari rahmat tuhannya, ketulusan sahabat kecilnya, dan cinta yang mereka berdua miliki.

Namun akhir cerita sedikit memberi kejutan bagi pembaca, “dimana cinta tak harus memiliki” Lantas perasaan yang sama, jalinan kasih yang serupa di antara mereka berdua tidak mampu menyatukan mereka dengan izin Tuhan. Sehingga salah seorang dari dua insan yang sedang memadu kasih ini harus berakhir bersamaan dengan akhir cerita yang mengundang pilu.

Sebenarnya banyak hal yang dirasa kurang untuk memuaskan pembaca dari kisah cinta bernuansa islami, meski penjelasan sastranya cukup menjanjikan, beberapa logika sempat terlewat oleh penulis, seperti masa iddah seorang wanita yang ditalak, merupakan salah satu contoh mencolok. Hingga penggunaan bahasa yang dinilai cukup dewasa dan berani, sehingga tidak terlalu cocok untuk pembaca remaja awal.

Setiap cerita akan istimewa dengan cara yang berbeda bagi tiap-tiap orang yang membaca. Karya ini memang terkesan biasa saja, namun pembawan sederhana dengan alur yang sistematis membius pembaca dan menyadarkan kita yang hidup dengan segala kecukupan untuk menyadari fakta tentang mereka yang berjuang sangat keras untuk kehidupannya.

Salah satu hal unik yang disajikan penulis ialah kontras kisah yang harusnya frontal disajikan dengan selipan makna islami yang sangat lembut. Membuat kita menyadari pesan terpenting dari kisah ini, bahwa sebenarnya baik dan buruknya dunia dapat melalaikan kita dari cinta hamba dan tuhan-Nya.

Share This:

Pemenang Library Award 2018

ee61d9a8-d1eb-4723-924e-47abed3489c5

Perpustakaan Unsyiah kembali memberikan apresiasi kepada civitas akademika Unsyiah yang telah memberikan kontribusi dalam memajukan perpustakaan, yang diserahkan pada malam puncak Unsyiah Library Fiesta 2018 di AAC Dayan Dawood Darussalam (30/3). Apresiasi tersebut diberikan dengan beberapa kategori, yaitu dosen yang aktif dalam kelas literasi Informasi, pemustaka paling sering datang ke Perpustakaan dan peminjam buku terbanyak. Semuanya dalam periode April 2017 sd. Maret 2018.

Kategori dosen paling aktif jatuh pada Ibu Dra. Nurulwati, M.Pd (FKIP/Fisika) yang membawa sebanyak 110 mahasiwa, disusul oleh Ibu Viona Diansari, S.Si., M.Si (FKG) dengan jumlah 99 mahasiswa dan yang terakhir  oleh ibu Sarika Zuhri, ST., MT (FT/Industri) dengan jumlah 96 mahasiswa.

Untuk kategori peminjam buku terbanyak jatuh pada Rahmah Agustira (FEB/Akuntansi) dengan jumlah peminjaman sebanyak 280 buku. Selanjutnya yang kedua terbanyak diraih oleh Rezkhy Adami (FH/Ilmu Hukum) dengan jumlah 136 buku serta terbanyak ketiga oleh M. Alami (FMIPA/ Ilmu Kimia) dengan jumlah peminjaman 121 buku.

Kemudian pada kategori pengunjung tersering ke Perpustakaan diraih oleh Taufiq Hidayat (FMIPA/ Teknik Informatika) dengan jumlah kunjungan sebanyak 387 kali, Septian Riswandi (FT/Teknik Elektro) dengan jumlah sebanyak 351 kali , dan terakhir Ilham (FKIP/Bahasa Inggris) dengan jumlah kunjungannya 334 kali.

Kepala Perpustakaan Unsyiah bapak Taufiq Abdul Gani mengharapkan apresiasi ini diharapkan makin mempererat kerjasama civitas dengan perpustakaan dalam pemanfaatan fasilitas.

Selamat untuk pemenang yang telah meraih penghargaan.

Share This:

Siapkan Sertifikasi Internasional Bidang TI, Perpustakaan Unsyiah Terapkan Layanan Failed-Over

iso-27001-security

Lulus Sertifikasi Internasional ISO 9001, ternyata bukanlah akhir dari pengembangan mutu pelayanan Perpustakaan Unsyiah. Lebih jauh lagi Perpustakaan Unsyiah saat ini sedang mempersiapkan diri menjaminkan pelayanan Teknologi Informasi sehingga sesuai Standar Internasional ISO 27001 Keamanan Informasi. Standar baru ini akan membantu Perpustakaan Unsyiah mengendalikan kerentanan terhadap serangan dan gangguan yang dapat menghentikan (interupsi) layanan berbasis teknologi informasi. “Kami sedang mempersiapkan Sertifikasi ISO Keamanan Informasi untuk mencegah kerentanan yang dapat mengganggu atau menginterupsi pelayanan”, demikian ungkapan Bapak Taufiq Abdul Gani, Kepala Perpustakaan Unsyiah yang ditemui di ruang kerjanya (2/4).

Tidak tanggung yang dilakukan,  mulai hari ini (2/4) Perpustakaan Unsyiah menjamin tidak terhentinya layanan atau interupsi dengan menerapkan Failed Over atau server ganda untuk aplikasi UILIS yaitu Sistem Katalogisasi dan OPAC Perpustakan Unsyiah. “Sebelumnya kami hanya mengoperasikan satu server berlokasi di Perpustakaan, permasalahan adalah sering mati listrik sementara Genset dan UPS yang ada sering bermasalah. Untuk menjamin kontinuitas pelayanan sebagai persyaratan ISO 27001, Perpustakaan menyewa sebuah server lain di Singapore, sehingga kedua sever, di Unsyiah dan Singapore akan saling ambil alih kalau terjadi gangguan (Failed Over). Database di kedua server tersebut juga akan saling mereplikasi secara otomatis, jadi sistem IT Perpustakaan Unsyiah  terjamin konsisten dan redundant”, demikian penjelasan Saiful Bahri yang bertanggung jawab atas implementasi ISO 27001. Beliau sendiri saat ini adalah Certified Network Administrator dari Mikrotik dan menjabat sebagai Ketua Teknologi Informasi Perpustakan Unsyiah.

Ibu Charlis Siana Rosita, Ketua Bidang Pelayanan Pemustaka Perpustakaan Unsyiah mengatakan “Karena gangguan listrik pelayanan sangat terkendala, karena akses terhadap koleksi kita adalah non stop 24 jam, 7 hari seminggu dan oleh pengguna bukan hanya civitas akademika tapi seluruh tanah air dan luar negeri. Redundant dan Failed Over System ini akan sangat membantu pelayanan karena diharapkan tidak terjadi lagi interupsi saat mencari koleksi”.

Perpustakaan Unsyiah memiliki banyak aplikasi layanan, saat ini yang diredundantkan baru UILIS, selanjutnya akan menyusul aplikasi yang lebih kompleks seperti ETD. “Saat ini baru Katalogisasi dan OPAC yang diredundant. Sirkulasi dan ETD masih belum karena keterbatasan infrastruktur. Insya Allah yang ada akan kami monitor terus, tahun depan kita akan perbaiki infrastruktur lagi sehingga semua layanan termasuk Sirkulasi dan ETD akan diredundantkan atau failed-over” Pak Taufiq Abdul Gani menjelaskan lebih lanjut.

Share This:

Penobatan Duta Baca Unsyiah Tutup Unsyiah Library Fiesta 2018

IMG_7050

Librisyiana, Darussalam - Unsyiah Library Fiesta 2018 berakhir dengan penobatan duta baca Unsyiah 2018 yaitu Ade Bastian Winanda Ocha dan Nadia Tiffany. Malam puncak penobatan duta baca yang diselenggarakan pada Jumat 30 Maret 2018 pukul 20.00 WIB di gedung AAC Dayan Dawood ini, berhasil menarik minat penonton. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya kursi tribun penonton gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah yang diperkirakan berjumlah 1400 kursi.

Malam puncak ULF 2018 ini dimeriahkan oleh beberapa talent diantaranya Sant Art, Sanggar Arum, Cikal-On, Didong LPKA dan Meurunoe Art. Acara dibuka dengan sebuah penampilan yang menghadirkan 5 orang yang memerankan profesi yang berbeda yaitu Polwan, TNI, Seniman, Dokter dan Mahasiswa. Penampilan ini diiringi dengan motivation speech sehingga membuat para penonton termotivasi dan terinspirasi seperti tema besar ULF 2018 yaitu “To Motivate, To Inspire”. Malam puncak ULF 2018 sendiri mengususng tema Bullet Over Unsyiah Library Fiesta 2018, artinya adalah peluru lebih dari ULF 2018. Bullet Over dimaknakan sebagai penampilan-penampilan dahsyat yang disuguhkan oleh ULF 2018 akan langsung tertembak dan mengena di hati para penonton.

Wakil Rektor III Unsyiah, Alfiansyah Yulianur mengatakan bahwa dirinya sangat senang melihat kreativitas mahasiswa yang mampu dituangkan kedalam kegiatan seperti ini. Unsyiah Library Fiesta memiliki keunikannya masing-masing disetiap tahun. Menurutnya, ULF ini merupakan salah satu kreasi dan inovasi yang luar biasa dari mahasiswa Unsyiah. Ia berharap semoga ULF selanjutnya tidak akan kalah dengan ULF sebelumnya. Ia yakin bahwa jika mahasiswa banyak membaca, maka mahasiswa akan memiliki banyak ide kreatif dan karya yang sangat luar biasa.

Selanjutnya, kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ULF 2018 ini.

“ULF 2018 ini merupakan dedikasi lebih yang diberikan oleh mahasiswa. Dengan suksesnya acara ini saya sangat berterimakasih kepada panitia, pustakawan, pihak rektorat, sponsor dan semua pihak lainnya yang telah membantu. Saya ingin  ini tetap terjaga dan terus berlangsung. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa suatu saat akan pergi dari Unsyiah, oleh karena itu saya tidak ingin ULF akan berhenti sampai disini. Saya sangat senang bahwa pimpinan Unsyiah sangat mendukung semua kegiatan mahasiswa. Hal ini terbukti dari bapak wakil rektor tiga yang memberikan saran untuk membentuk suatu UKM Literasi Informasi agar adanya kaderisasi dan semua mahasiswa Unsyiah bisa ikut serta merasakan kegiatan literasi”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu manfaat luar biasa yang dirasakan oleh Perpustakaan Unsyiah dengan adanya ULF adalah dengan hadirnya duta baca. Dimana dengan sibuknya pustakawan yang memiliki banyak tupoksi, duta baca bisa membantu pustaka dalam menggapai pihak eksternal seperti para stakeholder.

Riska Iwantoni, selaku ketua panitia juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dukungan semua pihak baik secara finansial dan juga nonfinansial. Pada malam puncak ULF 2018, Riska memberikan tongkat estafet ULF selanjutnya kepada Ihya Maulana Arif selaku ketua UKM Literasi Informasi.

“Seorang pemimpin itu pastinya memiliki suka dan duka selama masa kepemimpinanya. Namun pemimpin yang baik adalah  bukan hanya membuat tim berkinerja cemerlang, namun juga menyiapkan pemimpin masa depan. Dengan terpilihnya ketua ULF 2019, saya berharap ULF 2019 bisa lebih gemilang dari tahun-tahun sebelumnya”, ujarnya.

Fokus utama ULF 2018 ini adalah pemilihan duta baca Unsyiah 2018. Sebelum malam puncak, 20 finalis duta baca telah melalui beberapa tahap tes seperti tes tulis, wawancara dan karantina. Penjurian akhir dilakukan oleh 4 orang juri yaitu  Dian Rubianty, Said Muniruddin, Zikrayanti dan Charlis Siana Rosita. 3 besar duta baca yaitu 3 orang putra dan 3 orang putri yang terpilih, harus memilih salah satu nama juri secara acak yang nantinya akan memberi pertanyaan kepada mereka.

Setelah melalui penjurian akhir, keluarlah nama Ade Bastian Winanda Ocha dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Nadia Tiffany dari Fakultas Hukum sebagai juara pertama. Juara kedua berhasil direbut oleh Furqan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Prety Olan Oktavia Sihite dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Terakhir, juara 3 jatuh kepada Muhammad Rezeki Kotto dari Fakultas Teknik dan Zata Yumni dari Fakultas Pertanian. Serta juara favorit diraih oleh Rizkhi Aulia Ramadhan Nur dari Fakultas Kedokteran dan Yulia Rahmawati dari Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Untuk diketahui dalam acara puncak ini juga diumumkan Unsyiah Lib Award, yaitu terbagi menjadi 3 kategori untuk diberikan apresiasi dari Perpustakaan Unsyiah. Pertama, kategori Dosen Paling Aktif Kelas Literasi Informasi oleh Dra. Nurulwati, M.Pd, Viona Diansari, S.Si., M.Si, Sarika Zuhri, ST., MT. Kedua, kategori Peminjam Buku Terbanyak periode April 2017- Maret 2018 oleh Rahmah Agustira, Rezkhy Alami, M. Alami. Ketiga, kategori Pengunjung Tersering Periode April 2017-Maret 2018 oleh Taufiq Hidayat, Septian Riswandi, Ilham.[Rilis]

Share This:

ULF 2018 Umumkan Pemenang Lomba di Pembukaan Expo

pemenang lomba

Librisyiana, Darussalam- Dalam pembukaan expo Unsyiah Library Fiesta 2018, panitia mengumumkan para pemenang lomba. Lomba-lomba yang merupakan rangkaian kegiatan ULF 2018 tersebut, telah diadakan jauh hari sebelum expo. Pada hari ini, Senin (26/3/2018), panitia mengumumkan para pemenang dalam 3 kategori lomba. Diantaranya lomba mendongeng, resensi, dan vlog.

Hadiah penghargaan pemenang lomba mendongeng diserahkan langsung oleh wakil rektor I Unsyiah. Hadiah penghargaan pemenang lomba kategori resensi buku diserahkan oleh wakil rektor Unsyiah. Sedangkan kategori lomba vlog, hadiah penghargaan diserahkan oleh kepala LP3M Unsyiah.

Setiap kategori lomba diambil masing-masing 3 pemenang, yaitu juara pertama, juara kedua dan juara ketiga. Juara pertama mendongeng jatuh kepada Nada Faradisa, juara kedua Azzah Namira dan juara ketiga diraih oleh Syifa Tazkia. Kategori resensi buku, juara pertama jatuh kepada Nur Balqis Maulidya, Juara kedua Putri Hidayati Ade Kusuma dan juara ketiga berhasil diraih oleh Riska Khairani. Sedangkan kategori vlog, juara pertama jatuh kepada Khairul Akbar, juara kedua Cut Meviantira Nanda dan juara ketiga Mursalin Lembong. Berikut ringkasannya:

NO

NAMA

KATEGORI LOMBA

JUARA

1 Nada Faradisa Mendongeng

1

2 Azzah Namira Mendongeng

2

3 Syifa Tazkia Mendongeng

3

 

NO

NAMA

KATEGORI LOMBA

JUARA

1 Nur Balqis Maulidya Resensi Buku

1

2 Putri Hidayati Ade Kusuma Resensi Buku

2

3 Riska Khairani Resensi Buku

3

 

NO

NAMA

KATEGORI LOMBA

JUARA

HASIL KARYA

1 Khairul Akbar Vlog

1

Judul : Selamat Datang Perpustakaan Jaman Nowhttps://www.youtube.com/watch?v=0fofDvJrqm0
2 Cut Meviantira Nanda Vlog

2

Judul : Creat Creativity in The Libraryhttps://www.youtube.com/watch?v=mMdemS33ySA
3 Mursalin Lembong Vlog

3

Judul  : Perpustakaan Universitas Syiah Kuala TERBAIKhttps://www.youtube.com/watch?v=IBUdzaUx9V8

[Moli]

Share This: