20 Finalis Duta Baca Ikuti Pelatihan Table Manner

IMG_20170409_201340

Librisyiana, Darussalam – Sebanyak 20 orang finalis Duta Baca Unsyiah 2017 mengikuti kelas Table Manner dan Personal Branding di ruang seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah pada Sabtu, (08/04/2017) kemarin. Keduapuluh finalis tersebut merupakan finalis yang berhasil lolos dan menyisihkan 10 finalis lainnya setelah mengumpulkan nilai lebih tinggi berdasarkan penilaian juri. Sebelumnya, para finalis ini telah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap sabtu dan minggu di Perpustakaan Unsyiah.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB ini diawali dengan kelas Table Manner, yang ditutori langsung oleh M. Reza Aulia. “Sebagai seorang duta, mereka semestinya tahu bagaimana aturan-aturan formal dimana saja, termasuk table manner yang mungkin saja akan meereka hadapi ketika menyambut tamu kehormatan atau memenuhi undangan sebagai seorang duta dan berbagai macam kegiatan lainnya.” Ungkap Ulfa Khaliqa, penanggung jawab Duta Baca ULF 2017.

Setelah kelas Table Manner berakhir, kelas dilanjutkan dengan kelas Personal Branding. Para finalis terlihat sangat khidmat mendengarkan materi Personal Branding yang dijelaskan oleh Muhammad Ichsan, Duta Baca Unsyiah 2016. Beberapa finalis juga terlihat antusias ketika sesi tanya jawab berlangsung. Kelas ini sangat penting bagi finalis Duta Baca Unsyiah. Hal ini karena selain menambah wawasan bagi para finalis, personal branding juga membuat para finalis mencari tahu potensi atau kelebihan apa yang dimilikinya yang dapat menjadi daya tarik atau kekuatan sehingga menjadikannya lebih dikenal. Selain itu, sebagai persiapan malam puncak Duta Baca Unsyiah 2017, para finalis juga dibekali dengan latihan catwalk. Latihan ini ditutori oleh Dewa J dan Raudina.

Ananda Justisiani Chairullah, salah satu finalis Duta Baca Unsyiah 2017 menuturkan bahwa kegiatan ini sangat berguna bagi dirinya. “Duta Baca itu memang diutamakan tentang brain, tapi kita juga harus menjaga attitude. Kayak tadi belajar choreo, saya yang biasa pakai sepatu gunung, harus belajar pakai high heels, itu sangat luar biasa.” Ungkapnya di sela-sela kelas Personal Branding. “Kemudian ada personal branding. Dalam ajang ini aja ya, saya sendiri. Misalnya saya punya kelebihan, tapi tentu orang punya kelebihan. Bagaimana kita punya sesuatu yang lebih dari kelebihan itu. Itu tentang personal branding. Itu sih amazing!” Lanjutnya dengan antusias. [FNS]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.