Akhir Tahun, Tindakan Penyalahgunaan Kartu Tanda Mahasiswa Unsyiah Meningkat

IMG_0440

(Foto Surat Teguran dan Surat Permohonan Maaf dari Mahasiswa yang Melakukan Tindakan Penyalahgunaan KTM)

 

Librisyiana, Darussalam- Dengan semakin baiknya pelayanan dan fasilitas di Perpustakaan Unsyiah, membuat para mahasiswa semakin ingin mengunjungi Perpustakaan Unsyiah. Hal ini memang merupakan satu hal positif, akan tetapi juga terdapat hal negatif, salah satunya terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, baik yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah, maupun mahasiswa non Unsyiah.

“Mulai dari awal tahun 2018, kami pustakawan bidang pelayanan mulai memantau tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa. Dimana mereka meminjamkan KTM-nya kepada teman sesama Fakultas bahkan beda Universitas. Selama bulan Januari, Februari dan Maret, jumlah kasus penyalahgunaan KTM ini masih dalam batas toleransi, akan tetapi pada akhir tahun yaitu bulan September, Oktober, November dan Desember, jumlah kasus kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa mulai meningkat. Penemuan kami pada bulan November 2018, jumlah tindakan penyalahgunaan KTM yang dipinjamkan ke teman beda Universitas sebanyak 20 kasus, sedangkan KTM yang dipinjamkan kepada teman yang sama Fakultas sebanyak 10 kasus”, ungkap Charlis Siana Rosita, Kabid Pelayanan dan Teknis Perpustakaan Unsyiah.

Ia melanjutkan, selama ini tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM terdeteksi dengan berbagai cara. Ada yang terdeteksi dari bagian check-in. Petugas check-in curiga dengan menanyakan nama mahasiswa yang check-in, mahasiswa bersangkutan menjawab nama sendiri yang berbeda dengan KTM yang digunakan. Petugas check-in juga pernah menemukan foto yang tertera di KTM laki-laki, namun yang melakukan check-in malah perempuan. Kemudian ada juga yang selamat dari bagian check-in, namun terdeteksi oleh petugas sirkulasi. Petugas sirkulasi memiliki komputer yang dapat memantau para peminjam buku. Mereka melihat yang muncul di KTM foto dan nama laki-laki tapi yang meminjamnya perempuan, jadi petugas sirkulasi langsung mem-block peminjamannya sehingga mahasiswa bersangkutan melaporkan kenapa tidak bisa meminjam, akhirnya petugas sirkulasi langsung menarik KTM-nya. Ada juga yang meminjam kartu abang atau teman yang belum pernah meminjam buku, jadi apabila belum pernah melakukan peminjaman, maka agak sedikit kesulitan ketika memasukkan pin, sehingga mereka kewalahan dan terdeteksi oleh petugas sirkulasi.

“Bagi para mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, tentu saja KTM nya kami tarik dan akan dikenai sanksi, baik bagi yang meminjamkan dan juga yang meminjam. Mereka akan kami kirimkan surat teguran ke prodi dan pelaku harus membuat surat permohonan maaf kepada Perpustakaan Unsyiah. Sanksi kami berikan lebih berat bagi mahasiswa yang meminjamkan KTM-nya kepada teman yang beda Universitas. Dimana mereka harus membuat surat permohonan maaf dan wajib diketahui oleh Dekan atau minimal Ketua Jurusan. Sanksi seperti ini kami tetapkan dengan tujuan ada efek jera bagi mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM ini. Pertama mereka akan dinasehati oleh Ketua Jurusan mereka, kemudian ketika mereka mengantarkan surat permintaan maaf harus langsung menjumpai Kabid Pelayanan dan Teknis dan akan kami nasehati lagi. Tahun depan kami akan mengetatkan sistem. Dimana apabila terdeteksi terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, KTM tersebut akan kami masukkan ke sistem dengan catatan telah melakukan pelanggaran 1 dan ini masih dimaafkan apabila telah menjalankan sanksi di atas. Namun apabila terjadi pelanggaran 2, maka tanpa pemberitahuan dan tanpa permohonan maaf, kami langsung mengganggap mahasiswa bersangkutan telah menjadi alumni sehingga KTM-nya tidak dapat digunakan lagi untuk masuk ke Perpustakakaan dan juga meminjam buku”, tegasnya.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa Unsyiah kalau kasihan kepada teman, bayar saja uang kuliah atau uang kosnya, jadi tidak ada efek ke akademik kalian. Tapi kalau meminjamkan KTM, akan banyak efek negatifnya kepada kalian. Misalnya kalau kawan yang meminjam buku dengan KTM kalian, tetapi lupa mengembalikan, lupanya pun bukan sebulan atau dua bulan, namun pernah ada yang sampai satu semester, jadi dendanya akan ditanggung oleh pemilik kartu. Hal ini akan ketahuan ketika tidak bisa mengisi KRS Online, karena KRS-nya ter-block, kemudian datang ke Perpustakaan sambil menangis dan meminta bantuan kepada pustakawan, nah kalau sudah seperti ini salah siapa? Oleh karena itu, tolonglah jaga KTM masing-masing, kan itu milik sendiri, jangan bagi ke orang lain. Semoga di Tahun 2019, hal ini tidak terulangi lagi”, tutupnya. [Moli]

 

 

 

 

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.