Sudah Disedakan Tempat Lesehan Di Perpustakaan, Mahasiswi Ini Masih ‘Pewe’ Dimana Pun

6

Librisyiana, Darussalam – Senin, (18/9) perpustakaan telah memberikan ruang – ruang yang nyaman untuk beraktifitas bagi pengunjung perpustakaan, namun masih juga ada mahasiswi yang duduk di lantai dekat rak buku tepatnya di lantai tiga perpustakaan Universtas Syiah Kuala.

Ruang lesehan yang besar dan luas disediakan oleh perpustakaan bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Syiah Kuala bukan hanya di lantai satu, tapi juga di lantai dua dan tiga perpustakaan, baik itu hanya untuk sekedar membaca buku maupun untuk berdiskusi kelompok.

Yuni Amalia merupakan mahasiswi jurusan Arsitektur yang rajin pergi ke perpustakaan baik itu untuk sekedar membaca buku, meminjam buku ataupun menggambar terlihat dengan teman – temannya sedang asik berdiskusi di lantai, mereka tidak peduli dimana pun mereka duduk, yang penting bisa ngobrol dan tidak mengganggu orang lain.

“ Gak apa – apa di bawah aja, udah pewe. Mau pinjam buku sekalian tunggu teman”, pungkasnya.(RSK)

 

 

Share This:

Hari Terakhir Penjualan, Mahasiswa Berbondong-bondong Beli Tiket MARS

5Librisyiana, Darussalam – MARS yang merupakan singkatan dari “Mimpi Ananda Raih Semesta” adalah judul dari sebuah film yang akan ditayangkan dalam acara Aceh Menonton yang diadakan oleh Komunitas Pecinta Film Islami Aceh (KOPFI) dan bekerja sama dengan BEM FKIP Unsyiah, BEM Poltekkes Kemenkes Aceh, juga DEMA Fakultas Tarbiyah & Keguruan UIN Ar-Raniry.

Untuk menunjang penjualan tiket film, panita juga membuka stand di lantai dua perpustakaan Unsyiah. Zulfandi, mahasiswa Fisip yang bertugas menjaga stand tersebut mengatakan bahwa hal tersebut adalah langkah yang solutif bagi panitia dengan memilih perpustakaan sebagai tempat penjualan. Sebab selain lokasi yang strategis dan ramai dikunjugi seluruh kalangan civitas akademika, perpustakaan juga memberi kenyamanan yang lebih bagi ia sebagai penjaga stand melalui fasilitasnya.

Mengingat hari ini (Senin, 18/09/2017) adalah hari terakhir penjualan tiket seharga Rp 30.000,- , Zulfandi memaparkan bahwa terdapat peningkatan pembeli yang cukup drastis dibandingkan hari-hari yang sebelumnya. Yang secara tidak langsung tentu juga berefek kepada peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan.

Seorang mahasiswa bernama Anjelina mengatakan bahwa ia memang sengaja menyempatkan diri untuk membeli tiket pada hari ini. “Iya, memang lebih baik hari ini beli tiketnya. Soalnya kalau besok, tidak akan ada tambahan sertifikat nasional lagi. Terus, harganya juga naik jadi Rp 40.000,-.” Ia menerangkan.

Ditambahkan oleh Zulfandi, meskipun pembelian hari ini cukup membludak, namun jumlah tiket yang terjual masih belum memenuhi target. “Estimasi kami sih, 9.000 tiket terjual. Namun sejauh ini, masih 5.000 yang laku.” Tutupnya. [dien/DMM]

(Foto: Tria)

Share This:

Rapat Perdana Anggota Baru Librisyiana, Ini Sambutan Dari Pimpinan Redaksi Terdahulu

4

Librisyiana, Darussalam – Setelah mengadakan serangkaian seleksi untuk merekrut anggota baru, hari ini (Sabtu, 16/09/2017) Librisyiana menggelar rapat perdana bagi orang-orang yang telah lulus dari seleksi tersebut. Rapat ini dimulai pada pukul 08.30 WIB di ruang seminar lantai dua Perpustakaan Unsyiah dan turut dihadiri pula oleh beberapa petinggi redaksi Librisyiana.

Beberapa diantaranya adalah Bondan Abdila selaku reporter dan penanggung jawab sirkulasi, Oza Akmal Maulana selaku pimpinan redaksi saat ini, dan Putri Wahyuni selaku pimpinan redaksi angkatan pertama tahun 2015 yang juga memberi sepatah dua kata untuk menyambut anggota baru.

Disampaikan oleh Putri, tujuan awal dicanangkannya Librisyiana ini adalah untuk memberitahukan apa-apa yang terjadi di perpustakaan kepada khalayak ramai. Sehingga diharapkan pula kepada anggota senior agar dapat memberi pelatihan kepenulisan, fotografi, maupun editing untuk meningkatkan kualitas Librisyiana  sekaligus sebagai pembelajaran kepada anggota baru. Karena biarpun berasal dari fakultas yang berbeda, Putri berharap semua anggota memiliki passion yang sama dalam hal jurnalistik.

Hal selanjutnya yang dipaparkan oleh Putri, adalah perihal time management. “Disini, kalian harus pintar membagi waktu dan mengatur prioritas. Saya pribadi tidak ingin fokus kalian sebagai mahasiswa, yaitu belajar menjadi terganggu karena tugas dari Librisyiana. Maka, jangan malu untuk berterus terang bila berhalangan. Bila perlu, langung ajukan pengganti kalian. Karena kita di sini sudah seperti keluarga.” Tuturnya.

“Terakhir sebagai penutup, saya ucapkan selamat bagi kalian yang sudah terpilih menjadi keluarga besar Librisyiana. Saya percaya bahwa kalian dan orang-orang yang menyeleksi kalian telah memilah yang terbaik diantara yang terbaik. Di pundak kalian pula, saya letakkan harapan yang besar agar kalian bisa memberi warna baru melalui ide-ide cemerlang kalian bagi Librisyiana nantinya.” Pungkas pimpinan redaksi terdahulu sebagai penutup. [dien/nita]

 

 

 

Share This:

Mengenal Dunia Korea Melalui Perpustakaan Unsyiah

3

Librisyiana, Darussalam-Banyak kita temui dikalangan remaja sekarang khususnya remaja putri yang menyukai korea, mulai dari boyband, girlband, drama atau mungkin juga bahasa korea, sampai-sampai semua nama aktris dan aktor korea pun bisa diingat diluar kepala. Menyukai sesuatu memang membuat kita semakin penasaran dengan hal tersebut, rasa ingin tahu kita jadi semakin meningkat. Namun,  bagi kita di Indonesia yang notabene nya jauh dari negara korea memang sedikit sulit untuk mengetahui informasi real yang dapat memuaskan rasa penasaran kita. Tapi tak perlu khawatir, beruntunglah bagi  mahasiswa Unsyiah yang ingin tahu banyak tentang korea, perpustakaan Unsyiah memiliki pojok informasi yang berisi banyak hal tentang korea.

Korea Corner, salah satu fasilitas yang disediakan perpustakaan Unsyiah bagi mahasiswa yang ingin tahu banyak tentang korea. Korea Corner ini berada di lantai 3 tepatnya disebelah kanan tangga naik perpustakaan Unsyiah. Mungkin masih banyak dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa baru yang belum mengenal banyak tentang korea corner ini bisa langsung ke perpustakaan Unsyiah dan bisa belajar banyak tentang korea. Di Korea Corner ini, kita bisa dapatkan buku-buku seputar negara korea, yang menjelaskan banyak hal tentang korea, baik itu budayanya, bahasanya, dan bahkan bisa mencoba memakai hanbok yang merupakan identitas pakaian traditional negeri ginseng ini. Di korea corner juga tersedia dvd film korea bagi kamu yang suka menonton film korea.

“Korea corner salah satu fasilitas yang sangat bagus di perpustakaan Unsyiah ini, kita bisa lebih tau banyak tentang korea, misalnya tentang budaya korea dan bahkan juga tentang boyband atau girlband korea. Saran saya bagusnya di korea corner ini ada petugas yang jaga, yang memberi penjelasan tentang korea, misalnya cara memakai hanbok atau tentang budaya korea, dan juga dengan adanya petugas yang jaga mungkin bisa membuat buku-buku di korea corner ini lebih terurus dan tidak berantakan semoga kedepannya Korea Corner menjadi salah satu fasilitas yang lebih baik di perpustakaan Unsyiah .” Ungkap Reni salah satu pengunjung Korea Corner dari prodi pendidikan fisika pada Jumat, (15/09/2017).

Begitulah penjelasan singkat tentang Korea Corner, semoga dengan adanya Korea Corner ini bisa meningkatkan wawasan pengunjung perpustakaan Unsyiah. [DMM]

Share This:

Keseruan menjadi relawan di UPT.Perpustakaan Unsyiah

th

 

Librisyana, Darussalam – Apakah anda tertarik dengan kegiatan sosial? Menjadi relawan mungkin salah satu pekerjaan yang patut dicoba.  Melalui UPT. Perpustakaan Unsyiah, mahasiswa dapat merasakaan sensasi menjadi volunteer bagi perpustakaan. Dengan menjadi relawan perpustakaan, mahasiswa dapat mengisi waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.  Rahmah Agustira M, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Akuntansi adalah salah satu volunteer di UPT. Perpustakaan Unsyiah. Baginya, menjadi volunteer merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Rahmah merasa sangat beruntung karena dapat berkontribusi dalam pelayanan perpustakaan.

“Menjadi relawan perpustakaan itu sangat seru. Selain kuliah, saya dapat mengisi kegiatan di waktu luang saya dengan hal-hal yang positif. Karena background saya adalah mahasiswa akuntansi, saya harus melatih kemampuan saya di bidang pelayanan publik. Dengan menjadi volunteer, saya sudah terbiasa dalam berinteraksi dengan pengunjung di perpustakaan sehingga kemampuan dalam pelayanan publik saya semakin bertambah.”, katanya.

Rahmah mengatakan, bahwa menjadi seorang relawan di perpustakaan harus memenuhi kriteria tertentu. Mahasiswa yang bergabung adalah mahasiswa aktif yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih dari 3,00. Selain itu mahasiswa yang bergabung harus memiliki dasar pengetahuan tentang perpustakaan dan memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang ada di perpustakaan.

Saat ditanya apakah bergabung menjadi relawan perpustakaan menghambat kegiatan perkuliahan, Rahmah menjawab secara tegas. “Menurut saya, menjadi volunteer sama sekali tidak mengganggu aktifitas perkuliahan saya. Karena pihak koordinator perpustakaan sendiri memberikan toleransi bagi kami yang memiliki jam kuliah pada saat jadwal menjadi relawan. Dengan syarat, melapor ke pihak perpustakaan dari hari-hari sebelumnya.”

“Untuk tugas relawan itu sendiri, kami ditempatkan di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan tugasnya. Kalau saya, ditempatkan dibagian check in counter yang bertugas untuk memeriksa dan memindai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi setiap pengunjung perpustakaan.”, tambahnya.

Rahmah juga menambahkan tak hanya bertugas di check in counter, ada juga relawan yang bertugas sebagai Shelving Crew, yaitu relawan yang setiap harinya merapikan dan menyusun buku-buku yang telah dikembalikan pengunjung. Selain itu ada juga relawan yang bertugas memeriksa isi tas pengunjung setiap masuk atau keluar dari perpustakaan Unsyiah.

“Kegiatan ini tidak hanya mengisi luang waktu saya, namun bisa menambah skill saya dalam berinteraksi dengan sesama dan menambah pengetahuan saya mengenai perpustakaan. Saya tidak menemukan hal-hal negatif pada saat saya bergabung dalam kegiatan ini.”, ujar Rahmah mengakhiri pembicaraan. [MS]

 

Share This:

Prodi Kimia Fakultas MIPA Gelar Workshop di UPT Perpustakaan Unsyiah

2

 

Librisyiana, Darussalam – Tidak dipungkiri bila dewasa ini, perpustakaan Unsyiah sudah menjadi tempat andalan bagi seluruh civitas akademika untuk melaksanakan kepentingannya. Hal ini dikarenakan perpustakaan Unsyiah dilengkapi dengan beberapa ruang seminar yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Seperti workshop yang diadakan Prodi Kimia, Fakultas MIPA  hari ini Jumat, (15/09/2017).

Workshop yang dilaksanakan di ruang seminar lantai satu perpustakaan Unsyiah ini mengusung tema “Penelusuran Literatur dan Penulisan Ilmiah Mahasiswa”. Awal pembukaan acara, Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufik Abdul Ghani, S. Kom, M. Eng., Sc menjadi salah satu pemateri pada workshoptersebut. Beliau memaparkan, bahwasanya sangat penting bagi mahasiswa untuk mahir menelusuri sumber-sumber literatur, dalam rangka memperkaya kahzanah karya tulis ilmiah yang akan dihasilkan.

Dalam workshop ini pula, peserta dikenalkan dengan berbagai perangkat lunak sistem informasi perpustakaan milik UPT Perpustakaan Unsyiah yang kiranya dapat digunakan untuk mencari jurnal-jurnal sebagai referensi karya tulis ilmiah.

Salah seorang peserta workshop Linda Zuhendra, mahasiswa FMIPA Kimia mengaku tertarik dengan apa-apa yang dipaparkan oleh pemateri pada workshop ini. “Saya sangat terkesan saat disampaikan materi oleh bapak ketua perpustakaan. Sebab disitu diperkenalkan software-software yang ada di perpustakaan yang sangat membantu kami untuk searching jurnal.”

Sebagai tambahan, ia juga mengakatan bahwa workshop ini benar-benar menumbuhkan tekadnya dalam menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah. “Di sini kami diajari bagaimana cara mengolah hal-hal sederhana di sekitar kita menjadi sebuah ide yang cemerlang. Juga bagaimana teknik penyampaian yang tepat agar ide itu dapat diterima masyarakat luas.” Pungkasnya. [dien/san/lily]

Share This:

Keluarga alm. Prof Ali Hasjmy Kunjungi Perpustakaan Universitas Syiah Kuala

1

Librisyana,Darussalam – Perpustakaan Ali Hasjmy yang didirikan oleh alm. Prof. Ali Hasjmy pada tahun 1989, melakukan kunjungan study banding ke Perpustakaan Unsyiah. Kunjungan ini dilakukan oleh keluarga besar alm. Prof. Ali Hasjmy setelah mengikuti Rapat Senat Terbuka Universitas Syiah Kuala, pada Rabu (13/09/2017) dalam Rangka Milad Unsyiah ke-56. Keluarga besar almarhum diundang oleh Rektor untuk menerima penghargaan dari Unsyiah untuk alm. Prof. ali Hasjmy sebagai founder Kopelma Darussalam, tempat bertapaknya Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. Penghargaan yang diserahkan di gedung AAC Dayan Dawod dalam senat terbuka tersebut, diterima langsung oleh putera almarhum didampingi oleh Wakil Rektor I dan anggota senat, Prof. Yuswar.

Keluarga alm. Prof. Ali Hasjmy disambut baik oleh bapak Taufiq Abdul Gani sebagai kepala UPT Perpustakaan Unsyiah ketika mereka berkunjung ke perpustakaan Unsyiah. “Keluarga almarhum datang ke perpustakaan unsyiah sebagai study banding terhadap perpustakaan Ali Hasjmy, Kunjungan ini diharapkan dapat mengembangkan perpustakaan Ali Hasjmy menjadi perpustakaan yang lebih baik lagi. Segala bentuk kelebihan yang ada di perpustakaan Unsyiah dapat diterapkan di perpustakaan Ali Hasjmy” jelasnya.

Kunjungan tersebut tidak berlangsung lama, setelah melihat-lihat ruangan yang ada di perpustakaan Unsyiah keluarga almarhum menerima majalah librisyiana yang diberikan secara simbolis kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah. Semoga dengan adanya kegiatan kunjungan ini, dapat membawa manfaat bagi perpustakaan Ali Hasjmy serta dapat memajukan perpustakaan, baik itu perpustakaan Ali Hasjmy maupun perpustakaan unsyiah. [DD]

Share This:

Mahasiswa Jadikan Pustaka Unsyiah Sebagai Tempat Strategis Berbagai Kegiatan

1505388694976

Librisyiana, Darussalam  –  Tidak dipungkiri jika saat ini perpustakaan  Unsyiah sudah menjadi tempat favorit bagi mahasiswa, ini dikarenakan fasilitasnya yang lengkap dan pelayanan yang baik sehingga perpustakaan Unsyiah berhasil menyingkirkan momok  “membosaankan” yang seringkali disematkan pada kebanyakan perpustakaan lainnya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya  kegiatan kemahasiswaan yang memilih perpustakaan sebagai sarana untuk  pengenalan sekaligus penjualan tiket kegiatan  yang akan diselenggarakan. Seperti yang dilakukan oleh UKM Inkubator dari fakultas ekonomi dan bisnis pada Kamis (14/09/2017), yang menyelengarakan seminar nasional “Meupike Meuusaha” . Nurfajrina  mahasiswa ekonomi manajemen angkatan 2015 mengatakan bahwa mereka memilih pustaka Unsyiah yang dianggap cocok dijadikan tempat penjualan tiket seminar tersebut karena pustaka ramai dikunjungi oleh mahasiswa, baik mahasiswa Unsyiah sendiri maupun mahasiswa Universitas lain serta juga masyarakat umum.

Tiket yang dijual diperpustakaan tidak hanya untuk kegiatan seminar tetapi juga kegiatan lainnya seperti yang diadakan oleh KOPFI yang berkerjasama dengan  BEM FKIP.  Kegiatan tersebut adalah Aceh Menonton Mimpi Ananda Raih Semesta (MARS).  Zulfandi mahasiswa FISIP juga membenarkan jika perpustakaan Unsyiah adalah tempat yang strategis.

“Perpustakaan Unsyiah ini tempatnya rame karena disini tempat membaca dan diskusi, tempatnya juga nyaman dan pelayanan bagus jadi intinya disini tempat nongkrongnya mahasiswa” pungkasnya.

Jadi, jelas bahwa perpustakaan Unsyiah sekarang ini tidak hanya dijadikan tempat membaca namun juga wadah untuk  kegiatan-kegiatan  kemahasiswaan yang bersifat non-formal. [YS]

 

Share This:

Awal Semester Baru, Relax And Easy Tampil Dengan Pesona Yang Berbeda

IMG20170913142155
Librisyiana,Darussalam- Relax And Easy yang kita kenal sebagai ajang untuk menunjukkan bakat,kreatifitas, dan tentunya juga sebagai hiburan gratis bagi para mahasiswa Unsyiah, kini kembali hadir setelah vakum selama liburan semester. Uniknya, Relax And Easy yang digelar pada Rabu (13/09/2017), tampil dengan pesona yang berbeda dari sebelumnya.

Perbedan tersebut dapat kita lihat dari beberapa aspek seperti susunan acara,pengunjung, ataupun dari para pengisi acaranya yang sangat sayang untuk dilewatkan antara lain gruop musik Loop Station, alumni pelatihan pemimipin bangsa (PPB) Unsyiah, dan perwakilan Bank Aceh yang menjadi tamu istimewa, ditambah lagi dengan pembawa acaranya yang sangat kocak.

Adapun serangkaian acaranya yang fresh, menambah antusiasme penonton seperti Talkshow inspiratif oleh para alumni Pelatihan Pemimpin Bangsa, penampilan musik oleh Loop Station, pembagian doorprize bagi para mahasiswa yang membayar UKT di Bank Aceh, dan pembagian hadiah lainnya bagi para penonton Relax And Easy yang beruntung.

“Relax And Easy kali ini memang hadir dengan pesona yang berbeda dibandingkan dengan Relax And Easy sebelumnya”, ujar Doa Bersama salah satu mahasiswa Unsyiah yang hadir menyaksikan Relax And Easy pada kali ini. [ARMY]

Share This:

Bank Aceh bagi – bagi Doorprize di Relax and Easy

IMG20170913153514

Librisyiana, Darussalam – Bank Aceh saweu campus (basecamp) yang kedua bagi – bagi doorprize di Relax and Easy, Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Rabu, (13/9) Bank Aceh bersama dengan karyawannya membagikan doorprize berupa payung, jam, flashdisk, dan power bamk kepada mahasiswa dan mahasiswi yang telah membayar uang UKT di Bank Aceh. Bank Aceh juga mendatangkan dua duta Bank Aceh yang banyak menjadi sorotan mahasiswa dan mahasiswi yang datang pada saat itu.

Anggi, karyawan Bank Aceh mengatakan, “ Kali ini Bank Aceh akan membagikan banyak doorprize untuk mahasiswa dan mahasiswi yang sudah membayar uang UKT di BankAceh, Sebelumnya, kami sudah memilih orang – orang yang berhak mendapatkan hadiah di kantor sebelumnya untuk mempercepat pembagikan hari ini, “ Pungkasnya.

Bukan hanya pembagian doorprize dan souvenir, Relax dan Easy kali ini dimeriahkan oleh Loop Station Band dan kedatangan dari alumni pelatihan pemimpin bangsa (PPB)
Zora Srimulyani salah satu alumni PBB yang hadir pada kala itu mengatakan ,” PBB itu adalah pelatihan pemimpin bangsa, yang namanya pemimpin itu bukan hanya di cetus begitu saja, namun mereka perlu di latih untuk menjadi pemimpin yang bijaksana. PBB itu bukan hanya sebuah pelatihan biasa, kita di situ, di latih untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana, cerdas dan disiplin.

Tidak hanya menjelaskan apa itu PPB, tapi mereka juga sharing tentang pengalamannya hingga terpilih menjadi kandidat PBB.

“ Jadi awalnya itu masih baru masuk kuliah, masih searching –seaching kegiatan yang bagus. Suatu ketika saya menemukan PBB di sosial Media, saya kepo dan kemudian saya melihat ada alumni. Kemudian saya tertarik dan ikut. Dengan bimbingan oleh Alumni saya lulus dan berangkat ke Yogyakarta dan di latih di Koramil, yang paling seru adalah ketika saya pergi ke homestay. Jadi ketika masuk, itu homestaynya saya tinggalnya satu rumah dengan Lembu, bukan hanya itu, ketika kamu ikut ini, maka kamu akan dapat pengalaman yang berharga seperti memetik Strawberry langsung di Kebunnya.” Pungkas alumni PBB, Tiara Sucia. [RSK]

Share This: