Keseruan menjadi relawan di UPT.Perpustakaan Unsyiah

th

 

Librisyana, Darussalam – Apakah anda tertarik dengan kegiatan sosial? Menjadi relawan mungkin salah satu pekerjaan yang patut dicoba.  Melalui UPT. Perpustakaan Unsyiah, mahasiswa dapat merasakaan sensasi menjadi volunteer bagi perpustakaan. Dengan menjadi relawan perpustakaan, mahasiswa dapat mengisi waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.  Rahmah Agustira M, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Akuntansi adalah salah satu volunteer di UPT. Perpustakaan Unsyiah. Baginya, menjadi volunteer merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Rahmah merasa sangat beruntung karena dapat berkontribusi dalam pelayanan perpustakaan.

“Menjadi relawan perpustakaan itu sangat seru. Selain kuliah, saya dapat mengisi kegiatan di waktu luang saya dengan hal-hal yang positif. Karena background saya adalah mahasiswa akuntansi, saya harus melatih kemampuan saya di bidang pelayanan publik. Dengan menjadi volunteer, saya sudah terbiasa dalam berinteraksi dengan pengunjung di perpustakaan sehingga kemampuan dalam pelayanan publik saya semakin bertambah.”, katanya.

Rahmah mengatakan, bahwa menjadi seorang relawan di perpustakaan harus memenuhi kriteria tertentu. Mahasiswa yang bergabung adalah mahasiswa aktif yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih dari 3,00. Selain itu mahasiswa yang bergabung harus memiliki dasar pengetahuan tentang perpustakaan dan memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang ada di perpustakaan.

Saat ditanya apakah bergabung menjadi relawan perpustakaan menghambat kegiatan perkuliahan, Rahmah menjawab secara tegas. “Menurut saya, menjadi volunteer sama sekali tidak mengganggu aktifitas perkuliahan saya. Karena pihak koordinator perpustakaan sendiri memberikan toleransi bagi kami yang memiliki jam kuliah pada saat jadwal menjadi relawan. Dengan syarat, melapor ke pihak perpustakaan dari hari-hari sebelumnya.”

“Untuk tugas relawan itu sendiri, kami ditempatkan di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan tugasnya. Kalau saya, ditempatkan dibagian check in counter yang bertugas untuk memeriksa dan memindai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi setiap pengunjung perpustakaan.”, tambahnya.

Rahmah juga menambahkan tak hanya bertugas di check in counter, ada juga relawan yang bertugas sebagai Shelving Crew, yaitu relawan yang setiap harinya merapikan dan menyusun buku-buku yang telah dikembalikan pengunjung. Selain itu ada juga relawan yang bertugas memeriksa isi tas pengunjung setiap masuk atau keluar dari perpustakaan Unsyiah.

“Kegiatan ini tidak hanya mengisi luang waktu saya, namun bisa menambah skill saya dalam berinteraksi dengan sesama dan menambah pengetahuan saya mengenai perpustakaan. Saya tidak menemukan hal-hal negatif pada saat saya bergabung dalam kegiatan ini.”, ujar Rahmah mengakhiri pembicaraan. [MS]

 

Share This:

Prodi Kimia Fakultas MIPA Gelar Workshop di UPT Perpustakaan Unsyiah

2

 

Librisyiana, Darussalam – Tidak dipungkiri bila dewasa ini, perpustakaan Unsyiah sudah menjadi tempat andalan bagi seluruh civitas akademika untuk melaksanakan kepentingannya. Hal ini dikarenakan perpustakaan Unsyiah dilengkapi dengan beberapa ruang seminar yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Seperti workshop yang diadakan Prodi Kimia, Fakultas MIPA  hari ini Jumat, (15/09/2017).

Workshop yang dilaksanakan di ruang seminar lantai satu perpustakaan Unsyiah ini mengusung tema “Penelusuran Literatur dan Penulisan Ilmiah Mahasiswa”. Awal pembukaan acara, Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufik Abdul Ghani, S. Kom, M. Eng., Sc menjadi salah satu pemateri pada workshoptersebut. Beliau memaparkan, bahwasanya sangat penting bagi mahasiswa untuk mahir menelusuri sumber-sumber literatur, dalam rangka memperkaya kahzanah karya tulis ilmiah yang akan dihasilkan.

Dalam workshop ini pula, peserta dikenalkan dengan berbagai perangkat lunak sistem informasi perpustakaan milik UPT Perpustakaan Unsyiah yang kiranya dapat digunakan untuk mencari jurnal-jurnal sebagai referensi karya tulis ilmiah.

Salah seorang peserta workshop Linda Zuhendra, mahasiswa FMIPA Kimia mengaku tertarik dengan apa-apa yang dipaparkan oleh pemateri pada workshop ini. “Saya sangat terkesan saat disampaikan materi oleh bapak ketua perpustakaan. Sebab disitu diperkenalkan software-software yang ada di perpustakaan yang sangat membantu kami untuk searching jurnal.”

Sebagai tambahan, ia juga mengakatan bahwa workshop ini benar-benar menumbuhkan tekadnya dalam menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah. “Di sini kami diajari bagaimana cara mengolah hal-hal sederhana di sekitar kita menjadi sebuah ide yang cemerlang. Juga bagaimana teknik penyampaian yang tepat agar ide itu dapat diterima masyarakat luas.” Pungkasnya. [dien/san/lily]

Share This:

Mahasiswa Jadikan Pustaka Unsyiah Sebagai Tempat Strategis Berbagai Kegiatan

1505388694976

Librisyiana, Darussalam  –  Tidak dipungkiri jika saat ini perpustakaan  Unsyiah sudah menjadi tempat favorit bagi mahasiswa, ini dikarenakan fasilitasnya yang lengkap dan pelayanan yang baik sehingga perpustakaan Unsyiah berhasil menyingkirkan momok  “membosaankan” yang seringkali disematkan pada kebanyakan perpustakaan lainnya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya  kegiatan kemahasiswaan yang memilih perpustakaan sebagai sarana untuk  pengenalan sekaligus penjualan tiket kegiatan  yang akan diselenggarakan. Seperti yang dilakukan oleh UKM Inkubator dari fakultas ekonomi dan bisnis pada Kamis (14/09/2017), yang menyelengarakan seminar nasional “Meupike Meuusaha” . Nurfajrina  mahasiswa ekonomi manajemen angkatan 2015 mengatakan bahwa mereka memilih pustaka Unsyiah yang dianggap cocok dijadikan tempat penjualan tiket seminar tersebut karena pustaka ramai dikunjungi oleh mahasiswa, baik mahasiswa Unsyiah sendiri maupun mahasiswa Universitas lain serta juga masyarakat umum.

Tiket yang dijual diperpustakaan tidak hanya untuk kegiatan seminar tetapi juga kegiatan lainnya seperti yang diadakan oleh KOPFI yang berkerjasama dengan  BEM FKIP.  Kegiatan tersebut adalah Aceh Menonton Mimpi Ananda Raih Semesta (MARS).  Zulfandi mahasiswa FISIP juga membenarkan jika perpustakaan Unsyiah adalah tempat yang strategis.

“Perpustakaan Unsyiah ini tempatnya rame karena disini tempat membaca dan diskusi, tempatnya juga nyaman dan pelayanan bagus jadi intinya disini tempat nongkrongnya mahasiswa” pungkasnya.

Jadi, jelas bahwa perpustakaan Unsyiah sekarang ini tidak hanya dijadikan tempat membaca namun juga wadah untuk  kegiatan-kegiatan  kemahasiswaan yang bersifat non-formal. [YS]

 

Share This:

Ini Tanggapan Maba 2017 Tentang UPT.Perpustakaan Unsyiah

1

Librisyiana, Darussalam – Di tengah berkembangnya teknologi dan informasi digital yang sangat cepat, perpustakaan Universitas Syiah Kuala masih tetap menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan jumlah pengunjung pada tahun 2016 yang berjumlah 411.400 pengunjung. Buku-buku yang cukup lengkap serta tempat yang bersih dan nyaman menjadi alasan ramainya pengunjung pustaka. Lantas, bagaimana tanggapan para mahasiswa baru (maba) Unsyiah mengenai perpustakaan kampus yang baru mereka jajaki ini?

Menurut Gelora, mahasiswa FMIPA 2017, terdapat banyak sekali perbedaan antara perpustakaan kampus dengan perpustakaan sekolah. Baik dari segi peranannya sebagai penyedia bahan pembelajaran maupun sarana dan prasarananya.

“Perpustakaan Unsyiah merupakan perwujudan dari digital library yang selama ini saya bayangkan. Mulai dari menggunakan barcode pada KTM di pintu masuk, meminjam dan mengembalikan buku secara otomatis, memperpanjang masa peminjaman melalui aplikasi pada smartphone, hingga denda yang dibayarkan melalui kartu debit.” Ujar Gelora.

Sependapat dengan Gelora, Fani, mahasiswi baru fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unsyiah mengatakan bahwa saat pertama kali mengunjungi perpustakaan Unsyiah, dirinya merasa antusias sekaligus takjub karena perpustakaan ini sangat berbeda dengan perpustakaan yang ada di sekolahnya. Biasanya, perpustakaan itu identik dengan gedung suram dan rak-rak buku yang tinggi menjulang, tidak ada wifi, tidak full AC dan tidak bersih, maka lain halnya dengan perpustakaan yang satu ini. Bagi Fani, perpustakaan ini sangat menarik. Selain dari segi fasilitas buku yang semakin lengkap, fasilitas-fasilitas lain seperti tersedianya Wifi, full AC serta tempat yang nyaman dan bersih meningkatkan mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Tak hanya itu, sistem peminjaman dan pengembalian yang mandiri dan semakin canggih membuat ia sangat kagum.

“Saat pertama kali saya berkunjung ke perpustakaan ini, saya tidak mengira bahwa perpustakaan ini akan se-menarik ini. Saya kagum karena selain buku yang disediakan lumayan lengkap, tempatnya juga bersih dan nyaman. Sistem pencarian buku pun bisa dilakukan secara mandiri, hal itu yang saya tidak pernah lihat di perpustakaan lain. Saya akan terus berkunjung ke perpustakaan ini.” tutupnya. [Siti, MD, DAD]

Share This:

Inilah Penyebab Antrian Berjam-jam saat Seleksi Wawancara UKM Literasi dan Informasi

IMG_20170911_090550

Librisyiana, Darussalam- Mahasiswa calon pengurus dan anggota UKM Literasi dan Informasi Unsyiah keluhkan lambannya antrian untuk proses seleksi pada tahap wawancara. Seleksi ini dilakukan pada hari Senin (11/09) di lantai 2 ruang seminar Perpustakaan Unsyiah. Wawancara ini diikuti oleh 161 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi awal untuk mengikuti tahap wawancara dari 252 mahasiswa yang mendaftar.

Acara ini diawali dengan berkumpulnya peserta di ruang seminar lantai 1 Perpustakaan pada 08.30 WIB untuk mendapatkan arahan oleh Taufiq Abdul Gani selaku Kepala Perpustakaan Unsyiah. Setelah pengarahan selesai, kemudian para peserta menuju ruang seminar lantai 2 untuk mengikuti wawancara.

Sri Mulyani salah satu peserta dari mahasiswi Ilmu Politik juga mengaku bahwa Ia telah menunggu antrian hingga 1 jam lamanya, namun namanya masih belum dipanggil untuk mengikuti seleksi di tahap ini.

Alfi Syahrin selaku ketua panitia penyelenggara Open Recruitment menuturkan bahwa antrian yang lamban terjadi dikarenakan tingginya partisipasi mahasiswa untuk mengikuti pendaftran UKM Literasi dan Informasi.

Alfi juga menyatakan bahwa “bagaimana mengkaderisasi dari yang sudah pergi dan akan muncul orang-orang yang baru, sehingga dibentuklah UKM Literasi dan Informasi.”

UKM Literasi dan Informasi yang merupakan UKM baru di Unsyiah ini nantinya juga akan menghimpun semua kegiatan mahasiswa yang ada di Perpustakaan, mulai dari Librisyiana, Duta Baca, Relax and Easy, Volunteer Perpustakaan, dll. [SAH]

 

Share This:

UKM Literasi Informasi, UKM Baru Binaan UPT. Perpustakaan Unsyiah

IMG_20170911_090550

Librisyiana, Darussalam- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat. Di Unsyiah sendiri, terdapat beberapa UKM yang telah menyumbangkan prestasi, khususnya dalam bidang olahraga. Tidak ingin ketinggalan, UPT. Perpustakaan Unsyiah pun kini membuka UKM baru bertajuk Literasi dan Informasi. UKM Literasi dan Informasi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang didalamnya terdapat berbagai kegiatan Literasi dan Informasi, membekali dan mengasah keterampilan dalam literasi dan informasi serta mencari tahu perkembangan terkini dalam bidang literasi informasi.

UKM Literasi dan Informasi sendiri, telah membuka pendaftaran online anggota dan pengurus bagi seluruh mahasiswa angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017. Pendaftaran telah dimulai sejak tanggal 10 Agustus – 31 Agustus lalu dengan jumlah pendaftar sebanyak 252 orang. Setelah mengikuti pendaftaran online, peserta diwajibkan mengembalikan berkas pendaftaran untuk dapat mengikuti seleksi wawancara. Peserta yang mengembalikan berkas dan berhak untuk mengikuti seleksi wawancara berkurang menjadi 161 orang. Seleksi wawancara telah diadakan pada hari Senin (11/9/2017) di ruang seminar lantai dua Perpustakaan Unsyiah. Seleksi wawancara dimulai pada pukul 08.30 dan diawali dengan pengarahan oleh Ka. Perpustakaan Unsyiah, Bapak Dr. Taufiq Abdul Gani di ruang seminar lantai satu, dan kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara di ruang seminar lantai dua. Seleksi wawancara dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan sore. Tidak sedikit juga peserta yang kesulitan memilih waktu dikarenakan jadwal kuliah yang padat. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta.

UKM Literasi Informasi sendiri, merupakan unit kegiatan mahasiswa yang mewadahi berbagai kegiatan di Perpustakaan Unsyiah seperti Librisyiana, Relax and Easy, Volunteer, Shelving Crew, Unsyiah Library Fiesta dan Duta Baca. Kedepannya, semoga dengan adanya Ukm literasi informasi ini, diharapkan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang sadar akan pentingnya Literasi serta Informasi dalam hal perkembangan teknologi. [Vira]

Share This:

Kemandirian Finansial Perpustakaan Unsyiah Melalui Libricafe

IMG_20161026_160713Librisyiana, Darussalam- Kota dengan seribu warung kopi atau cafe, memang sudah menjadi gelar bagi kota Banda Aceh. Berangkat dari hal ini, pimpinan Universitas Syiah Kuala berfikir bagaimana caranya membuat mahasiswa Unsyiah tidak membuang-buang waktunya dengan percuma duduk nongkrong diwarung kopi, tapi bisa memanfaatatkan waktu dengan baik salah satunya dengan membaca buku. Dengan hadirnya Libricafe di perpustakaan Unsyiah, kini dapat menghapus permasalahan tersebut. Dimana mahasiswa bisa ngopi di perpustakaan sambil membaca buku dan mengerjakan tugas.

Fungsi perpustakaan

“Libricafe ini sebenarnya sebagai kelengkapan dari suatu perpustakaan. Kita ketahui bahwa perpustakaan ini memiliki beberapa fungsi. Selain menjadi tempat edukasi, pustaka juga menjadi tempat rekreasi. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat rekreasi, pustaka Unsyiah mencoba untuk membuat mahasiswa itu rileks dan disesuaikan dengan lifestyle mahasiswa yang suka nongkrong di cafe-cafe, jadi mereka bisa membaca buku sambil ngopi biar tidak ngantuk. Dan pak rektor pun juga menginginkan hal yang demikian”, kata Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah Kepada Librisyiana pada Rabu (26/10/2016).

Kemandirian Finansial

“Libricafe ini juga mendatangakan manfaat lainnya, yaitu bisa menjadi tambahan dana bagi pustaka Unsyiah. Dimana kita ingin pustaka itu mandiri dari sisi pembiayaan. Dengan kata lain, pustaka Unsyiah berusaha menggali pendapatan sehingga bisa menghasilkan pustaka yang memiliki kemandirian dalam hal finansial”, ujarnya.

“Selama ini kan pembiayaan pustaka resource nya dari SPP mahasiswa Unsyiah. Saya ingin konstribusi dana bagi pustaka tidak hanya dari SPP mahasiswa, jadi dengan adanya kegiatan-kegiatan dan kerjasama dengan pihak luar seperti Coffee Cho ini bisa menambah pendapatan pustaka Unsyiah atau resource generating revenue”, tandasnya.

Share This:

Jalin Kontrak Kerjasama dengan Pustaka Unsyiah, Coffee Cho Jadi Gebrakan Baru

IMG_20161026_160713Librisyiana, Darussalam- Hadirnya Coffee Cho di UPT. Perpustakaan Unsyiah menjadi salah satu gebrakan baru bagi pustaka Unsyiah maupun bagi pustaka-pustaka lain yang ada di Aceh.

Coffee Cho merupakan satu-satunya unit usaha atau bisnis yang menjalin kontrak kerjasama secara formal dengan Universitas Syiah Kuala. Hal ini dikabari langsung oleh owner Coffee Cho, Ilham Maulana kepada Librisyiana Pada Rabu (26/10/2016).

“Kerja sama ini bermula ketika kepala pustaka Unsyiah, pak Taufiq sering ngopi di Coffee Cho Lamnyong. Saat itu beliau tawarkan kepada saya kerja sama ini, saya bertanya “loh memang di pustaka boleh ya ada coffee shop?”. Saya terkejut ketika beliau katakan bahwa sekarang di pustaka semua sudah bisa, karena dalam pemikiran saya pustaka itu adalah tempat belajar , membaca buku dan harus diam-diaman dalam arti kata tidak boleh ribut”, ujarnya.

“Tawaran ini saya sambut dengan baik, lalu saya menandatangani MOU dengan pak rektor langsung dan kontrak ini akan berjalan selama lima tahun dengan prinsip profit sharing sebesar tujuh persen dari omzet. Coffee Cho menerapkan manajemen penjualan secara terbuka, dimana pihak pustaka juga bisa memantau langsung manajemen penjualan kami, karena tersistem dengan baik atau terkomputerisasi ”, katanya.

Ia juga menambahkan bahwa cabang coffee cho yang ada di pustaka ini iya desain dengan konsep semenarik mungkin yang sesuai bagi mahasiswa. Produk yang ditawarkan pun bervarian cocok bagi bapak-bapak, mahasiswa dan mahasiswi. Karyawan yang digunakan oleh Coffee Cho juga adalah mahasiswa Unsyiah dari berbagai fakultas seperti Ekonomi, Teknik, dan MIPA.

“Dengan hadirnya Coffee Cho di pustaka Unsyiah saya berharap adik-adik mahasiswa bisa terpacu semangatnya dalam belajar serta tidak bosan jika sedang di pustaka. Selain itu Coffee cho juga ingin memberi edukasi kepada mahasiswa bahwa berbisnis itu mudah. Jika mereka ingin belajar kami siap untuk membantu”, tandasnya. [Moli]

Share This:

Ichsan dan Fitria Terpilih Menjadi Duta Baca Perpustakaan Unsyiah

Screenshot_2016-04-10-22-04-39_com.miui.gallery_1460303504960

Librisyana, Darussalam – Duta baca UPT Perpustakaan universitas syiah kuala yang pertama, resmi terpilih atas nama Muhammad Ichsan Maulana dari fakultas ekonomi dan bisnis jurusan ekonomi pembangunan dan Fitria Basilia dari fakultas ekonomi dan bisnis jurusan S1 Akuntansi/ IAP (International Accounting Program). Pemilihan ini dilakukan pada malam puncak penutupan acara Unsyiah library fiesta di gedung AAC Dayan Dawood pada Sabtu (9/4/2016).

Penyaringan duta baca dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari tahap administrasi, tahap tes tulis, tahap wawancara, presentasi, voting dan terakhir tahap menjawab pertanyaan langsung dari juri pada malam puncak.

Setelah tahap tes tulis, terjaringlah 20 finalis duta yang akan tampil pada malam puncak. Kemudian dari 20 finalis dipilih menjadi 6 finalis yang berhak mengikuti tahap selanjutnya, yaitu menjawab pertanyaan dari juri. Keenam finalis itu dinilai oleh 3 juri, yang pertama Ibu Charlis Siana Rosita, S.sos beliau merupakan Kabid pelayanan teknis UPT Perpustakaan Unsyiah, yang kedua Bapak Dr. Syaifullah Muhammad, ST,M.Eng, beliau merupakan seorang dosen senior jurusan teknik kimia Unsyiah, dan terakhir Ibu Usfur Ridha, S.psi.,Psikologi yang merupakan staf pengajar di fakultas psikologi UIN Ar-Raniry.

Screenshot_2016-04-10-22-03-36_com.miui.gallery_1460303525816

Malam puncak pemilihan duta baca sangat meriah. Gedung tempat pelaksanaan acara ini pun dipenuhi oleh para mahasiswa pendukung para duta. Suasana menjadi menegangkan ketika para finalis yang tersisa harus memilih nama juri yang akan memberinya pertanyaan. Keenam finalis menjawab pertanyaan dengan baik yang membuat para juri bingung untuk menetapkan pilihan.

Akhirnya Wakil Duta II jatuh kepada pasangan Riski Mulia dan Raudina Shani, Wakil duta I jatuh kepada Muhammad Reza Aulia dan Natha Bella, dan Pasangan Duta Baca Perpustakaan Unsyiah yang pertama diraih oleh pasangan Muhammad Ichsan Maulana dan Fitria Basilia.[Moli]

Share This:

Mahasiswa Ikuti Kelas Master Film

IMG-20160408-WA0005


Librisyana, Darussalam- Aceh Documentary mengadakan kelas master film di lantai III ruang seminar UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala pada Jum’at (8/4/2016). Kelas film ini di ikuti tidak hanya mahasiswa Unsyiah saja, tetapi juga mahasiswa dari universitas lain yang ada di Banda Aceh.

Pemateri dalam kelas master film ini diisi langsung oleh Bapak Jamaluddin Phona yang merupakan produser dari Aceh Documentary. Dalam kelas ini, beliau memberikan materi tentang pengenalan kepada apa itu film dokumenter dan bagaimana membedakannya antara video features dan dokumentasi.

Penanggung Jawab lomba videografi, Riska Iwantoni mengatakan bahwa kelas master film ini terselenggara berkat kerjasama dengan Aceh Documentary dengan perpustakaan Unsyiah dalam rangka lomba videografi. Dimana sebelumnya pihak panitia pelaksana lomba, meminta pihak Aceh Documentary untuk menjadi dewan juri. Agar adanya feedback dari pihak pustaka kepada Aceh Documentary, maka diadakanlah kelas master film ini di UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala.[Moli]

Share This: