Tingkatkan Minat Baca di Bulan Ramadhan, Tim Duta Baca Unsyiah Bagikan Takjil Gratis

PicsArt_05-31-01.21.09

Librisyiana, Darussalam- Dalam rangka mewujudkan jiwa muda mahasiswa Unsyiah gemar membaca, tim duta baca Unsyiah 2017 memiliki berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan membagikan paket takjil buka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Takjil buka puasa yang dibagikan kepada mahasiswa berbeda-beda sesuai dengan kategori. Pertama, bagi mahasiswa yang meminjam buku tematik “agama” dengan no. Klasifikasi TXB 297.xxx akan diberikan 5 buah kurma. Kedua, bagi pengunjung perpustakaan Unsyiah yang check out setelah pukul 15.15 WIB pada hari jumat, akan mendapatkan bubur kanji sebagai takjil berbuka puasa. Hal ini sangat unik, dimana tidak pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Lantas, bagaimanakah tanggapan mahasiswa yang mendapatkan takjil? Continue reading

Share This:

Kemandirian Finansial Perpustakaan Unsyiah Melalui Libricafe

IMG_20161026_160713Librisyiana, Darussalam- Kota dengan seribu warung kopi atau cafe, memang sudah menjadi gelar bagi kota Banda Aceh. Berangkat dari hal ini, pimpinan Universitas Syiah Kuala berfikir bagaimana caranya membuat mahasiswa Unsyiah tidak membuang-buang waktunya dengan percuma duduk nongkrong diwarung kopi, tapi bisa memanfaatatkan waktu dengan baik salah satunya dengan membaca buku. Dengan hadirnya Libricafe di perpustakaan Unsyiah, kini dapat menghapus permasalahan tersebut. Dimana mahasiswa bisa ngopi di perpustakaan sambil membaca buku dan mengerjakan tugas.

Fungsi perpustakaan

“Libricafe ini sebenarnya sebagai kelengkapan dari suatu perpustakaan. Kita ketahui bahwa perpustakaan ini memiliki beberapa fungsi. Selain menjadi tempat edukasi, pustaka juga menjadi tempat rekreasi. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat rekreasi, pustaka Unsyiah mencoba untuk membuat mahasiswa itu rileks dan disesuaikan dengan lifestyle mahasiswa yang suka nongkrong di cafe-cafe, jadi mereka bisa membaca buku sambil ngopi biar tidak ngantuk. Dan pak rektor pun juga menginginkan hal yang demikian”, kata Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah Kepada Librisyiana pada Rabu (26/10/2016).

Kemandirian Finansial

“Libricafe ini juga mendatangakan manfaat lainnya, yaitu bisa menjadi tambahan dana bagi pustaka Unsyiah. Dimana kita ingin pustaka itu mandiri dari sisi pembiayaan. Dengan kata lain, pustaka Unsyiah berusaha menggali pendapatan sehingga bisa menghasilkan pustaka yang memiliki kemandirian dalam hal finansial”, ujarnya.

“Selama ini kan pembiayaan pustaka resource nya dari SPP mahasiswa Unsyiah. Saya ingin konstribusi dana bagi pustaka tidak hanya dari SPP mahasiswa, jadi dengan adanya kegiatan-kegiatan dan kerjasama dengan pihak luar seperti Coffee Cho ini bisa menambah pendapatan pustaka Unsyiah atau resource generating revenue”, tandasnya.

Share This:

Jalin Kontrak Kerjasama dengan Pustaka Unsyiah, Coffee Cho Jadi Gebrakan Baru

IMG_20161026_160713Librisyiana, Darussalam- Hadirnya Coffee Cho di UPT. Perpustakaan Unsyiah menjadi salah satu gebrakan baru bagi pustaka Unsyiah maupun bagi pustaka-pustaka lain yang ada di Aceh.

Coffee Cho merupakan satu-satunya unit usaha atau bisnis yang menjalin kontrak kerjasama secara formal dengan Universitas Syiah Kuala. Hal ini dikabari langsung oleh owner Coffee Cho, Ilham Maulana kepada Librisyiana Pada Rabu (26/10/2016).

“Kerja sama ini bermula ketika kepala pustaka Unsyiah, pak Taufiq sering ngopi di Coffee Cho Lamnyong. Saat itu beliau tawarkan kepada saya kerja sama ini, saya bertanya “loh memang di pustaka boleh ya ada coffee shop?”. Saya terkejut ketika beliau katakan bahwa sekarang di pustaka semua sudah bisa, karena dalam pemikiran saya pustaka itu adalah tempat belajar , membaca buku dan harus diam-diaman dalam arti kata tidak boleh ribut”, ujarnya.

“Tawaran ini saya sambut dengan baik, lalu saya menandatangani MOU dengan pak rektor langsung dan kontrak ini akan berjalan selama lima tahun dengan prinsip profit sharing sebesar tujuh persen dari omzet. Coffee Cho menerapkan manajemen penjualan secara terbuka, dimana pihak pustaka juga bisa memantau langsung manajemen penjualan kami, karena tersistem dengan baik atau terkomputerisasi ”, katanya.

Ia juga menambahkan bahwa cabang coffee cho yang ada di pustaka ini iya desain dengan konsep semenarik mungkin yang sesuai bagi mahasiswa. Produk yang ditawarkan pun bervarian cocok bagi bapak-bapak, mahasiswa dan mahasiswi. Karyawan yang digunakan oleh Coffee Cho juga adalah mahasiswa Unsyiah dari berbagai fakultas seperti Ekonomi, Teknik, dan MIPA.

“Dengan hadirnya Coffee Cho di pustaka Unsyiah saya berharap adik-adik mahasiswa bisa terpacu semangatnya dalam belajar serta tidak bosan jika sedang di pustaka. Selain itu Coffee cho juga ingin memberi edukasi kepada mahasiswa bahwa berbisnis itu mudah. Jika mereka ingin belajar kami siap untuk membantu”, tandasnya. [Moli]

Share This:

Seragam Baru, Pustakawan Unsyiah Tampil Beda

FB_IMG_1476856704489

Librisyiana, Darussalam- Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pemustaka, sudah menjadi tugas utama pustakawan Universitas Syiah Kuala. Dalam rangka menaikkan semangat pelayanan, pustaka Unsyiah mulai dari hari Senin 17 Oktober 2016 mewajibkan para pustakawan untuk menggunakan seragam baru berupa rompi berwarna orange setiap harinya. Jika sebelumnya, kita dapat melihat bahwa tidak ada perbedaan antara petugas yang ada di bagian sirkulasi, check in, counter dan dengan petugas yang lalu lalang, kini dengan seragam baru tersebut, pustakawan bagian pelayanan memiliki identitas tampilan baru dan menarik.

“Tujuan dibuatnya seragam ini bagi pustakawan bagian pelayanan, adalah untuk memudahkan mahasiswa dalam mengidentifikasi petugas in charge. Jika mahasiswa ingin meminta bantuan, maka mereka dapat memintanya kepada petugas yang tepat. Karena staf di perpustakaan Unsyiah ini kan beragam, ada yang front office dan ada yang back office. Terkadang yang dari back office juga muncul disini, padahal mereka bukan bagian pelayanan, bisa saja bagian keuangan. Ini bisa membuat mahasiswa bingung, maka dari itu seragam ini akan membuat mahasiswa mudah mengenali pustakawan yang sedang bertugas memberikan pelayanan”, terang Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah Taufiq Abdul Gani pada Rabu (19/10/2016).

FB_IMG_1476856714567

Taufiq juga mengatakan bahwa dampak dari seragam ini bagi pustakawan sendiri adalah bisa menimbulkan kedaran bahwa mereka sedang bertugas dan dalam sorotan untuk dikenal oleh para mahasiswa. Seragam yang berupa rompi ini juga bisa membangun semangat para petugas, karena rompi sendiri mencerminkan kesan yang dinamis dan siap untuk bekerja. [Moli]

Share This:

Pustaka Unsyiah Sediakan Data untuk Keperluan Akreditasi Prodi

IMG-20160830-WA0006

Librisyiana, Darussalam- UPT. Perpustakaan Unsyiah menyediakan data untuk keperluan akreditasi BAN-PT khususnya standar 6, berupa Koleksi Buku Teks yang relevan dengan Prodi. Penyediaan data akreditasi ini berfungsi sebagai data pendukung akreditasi prodi.

“Dari sekian banyak koleksi buku yang ada di Perpustakaan unsyiah, ada sebagian yang berhubungan dengan mata kuliah dalam suatu prodi, jadi di database pustaka sudah dipilah-pilah, jadi manfaatnya seperti itu, sebagai data pendukung akreditasi prodi”. Ungkap Baihaqi, salah seorang pustakawan unsyiah pada Jumat, 26/08/2016.

Data yang tersedia dapat di download dalam bentuk mentah, file csv yang dapat dibuka dengan excel, supaya setiap prodi dapat mengolah data tersebut sesuai keperluan dan narasi masing-masing dalam Borang Akreditasi. Namun Buku teks yang disajikan tidak berdasarkan prodi, melainkan berdasarkan kode standar DDC. Kode ini dapat dimappingkan dengan bidang ilmu yang bersesuaian dengan Program Studi.

Tata cara pengolahan data adalah sebagai berikut:

Buka http://uilis.unsyiah.ac.id.unsyiah.ac.id/akreditasi-prodi dan klik Eksport Excel

IMG-20160830-WA0006

File Excel yang tersedia adalah sebagai berikut:

IMG-20160830-WA0004

Untuk mengetahui kode DDC yang terdapat pada gambar dapat membuka https://www.oclc.org/dewey/features/summaries.en.html

IMG-20160830-WA0005

Untuk memperoleh data secara pasti mengenai Buku Teks yang relevan dengan prodi, dapat meminta pada perpustakaan dengan memberikan surat administrasi dari prodi. Perpustakaan akan memberikan informasi jumlah buku, jenis buku beserta kode DDC yang sudah dipilah-pilah yang berhubungan dengan prodi tertentu. (KB)

Share This:

Artikel di OJS Unsyiah bertambah

Memasuki hampir 1.5 tahun implementasi Open Journal System (OJS) di Unsyiah, saat ini jumlah artikel yang ada terus naik, saat ini berjumlah 1.103 artikel. Statistik dibawah perbandingan dengan institusi lain, semoga tahun ini bisa terus tumbuh mencapai lebih dari 2.000 artikel. Continue reading

Share This: