Aplikasi UILIS Mobile Versi 3.1.0 Hadirkan Fitur Baru Ini

Screenshot_2018-11-10-05-44-50

Librisyiana, Darussalam- Aplikasi UILIS Mobile milik UPT.Perpustakaan Unsyiah memiliki fitur baru yaitu Open Educational Resources. Aplikasi UILIS Mobile versi terbaru diluncurkan pada tanggal 2 November 2018 dengan versi 3.1.0.  Dimana terakhir kali Aplikasi UILIS Mobile diperbaharui, pada tanggal 5 September 2018 dengan versi 3.0.4. Pada versi kali ini, ada beberapa hal yang diperbaharui yaitu penambahan fitur Open Educational Resources (OER), perbaikan fitur search OPAC, optimize baca full text Electronic Thesis and Dissertation (ETD) dan perubahan template home. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh salah satu staf IT Perpustakaan Unsyiah, Muhammad  Jerry Permana.

“Pada versi terbaru kali ini, aplikasi UILIS Mobile memiliki beberapa pembaharuan. Pertama adalah penambahan fitur Open Educational Resources (OER). Fitur ini menyediakan buku text elektronik yang dapat dibaca secara full text, free tanpa passworddan berlisensi creative common. Dimana lisensi ini merupakan lisensi yang tersedia secaralegal, atau tidak melanggar hak cipta untuk diunduh, dibagikan, bahkan dimodifikasi sekalipun. Keunikan dari fitur ini adalah dimana para dosen atau pun mahasiswa bisa mendapatkan buku text electronic secara full text dengan mudah dan halal”, jelasnya.

“Kedua, adalah perbaikan fitur Search OPAC. Dimana pada versi sebelumnya, pencarian buku melalui fitur ini masih sering terjadi error. Dengan perbaikan bugs pencarian, mudah-mudahan tidak sering terjadi error lagi. Kemudian yang ketiga adalah optimize baca full text Electronic Thesis and Dissertation (ETD). Dimana dulunya baca full text melalui fitur ini sering tidak terbuka, error dan juga lambat untuk di buka. Nah, dengan perbaikan  optimize, InsyaAllah kecepatan pengaksesan baca full text pada menu ETD akan lebih cepat. “Terakhir, kami juga melakukan perubahan desain awal template home pada aplikasi UILIS Mobile. Dimana desain sebelumnya dianggap kurang menarik dan tidak user interface. Pada perubahan template ini, kami berharap dapat memudahkan para user untuk melihat menu-menu tersedia pada aplikasi UILIS mobile dan lebih user interface”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa kedepannya UILIS Mobile juga akan mengupdate beberapa fitur terbaru sesuai kebutuhan pustaka, dengan tujuan untuk memudahkan para pemustaka mengakses layanan yang ada di Perpustakaan Unsyiah. Kemungkinan dalam waktu dekat ini ULIS Mobile juga akan kembali melakukan perubahan desain user interface. Hal ini dikarenakan, masih banyak user non-civitas akademika Unsyiah yang menanyakan apakah fitur yang ada di aplikasi UILIS Mobile hanya dapat digunakan oleh civitas akademika Unsyiah saja. Oleh karena itu, pihak Perpustakaan Unsyiah akan melakukan perubahan desain agar para user mengerti bahwa aplikasi UILIS Mobile dapat digunakan oleh siapa saja.

“Saya berharap dengan adanya pembaharuan-pembaharuan ini, dapat membantu para pemustaka dalam mengakses layanan yang ada di Perpustakaan Unsyiah. Terlebih dengan adanya fitur baru yaitu Open Educational Resources. Mudah-mudahan dengan adanya  fitur baru ini dapat membuka mata kita bahwa buku itu tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi tersedia juga dalam bentuk elektronik, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar”, tutupnya. [Moli] 

Share This:

Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah Kenalkan Perpustakaan Unsyiah Sebagai Sampel Library 4.0 di Yogyakarta

IMG-20181101-WA0005

Librisyiana, Darussalam- Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr. Taufiq Abdul Gani, menjadi pembicara tunggal dalam Workshop Open Educational Resources yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Senin (29/10/2018). Dr. Taufiq mengangkat tema “Library 4.0: Open Educational Resources and Customer Engagement”,  yang diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari berbagai Universitas. Di antaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, IAIN Purwokerto, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Widya Mandala, STIKES dan POLTIKES.

“Pada saat itu saya menjelaskan apa itu Open Educational Resources (OER) dan bagaimana cara mencari bahan OER. Saya juga menceritakan bagaimana Unsyiah membangun OER. Di mana Perpustakaan Unsyiah itu membangun komunitas yang melibatkan mahasiswa. Di situlah kita melakukan empowering people dan student engagement. Nah inilah ciri dari Library 4.0”, kata Dr. Taufiq saat diwawancara oleh Librisyiana pada Kamis (1/11/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa di zaman Revolusi Industri 4.0 ini, perpustakaan juga termasuk kedalamnya. Perpustakaan yang mampu menjadi Library 4.0, yaitu perpustakaan yang tidak hanya fokus terhadap koleksi saja, namun juga membangun teknologi perpustakaan dan menjadikan pelanggan sebagai aset dari perpustakaan itu sendiri. Di mana customer perpustakaan tidak hanya menjadi end customer, namun mereka juga ikut kedalam operasional perpustakaan untuk memajukan perpustakaan, salah satunya dengan membangun OER, seperti yang saat ini sudah dilaksanakan oleh UPT. Perpustakaan Unsyiah. Tidak hanya itu, Perpustakaan Unsyiah dapat menjadi contoh dari Library 4.0 karena Perpustakaan Unsyiah telah memiliki aplikasi yang sudah user generated contents, dengan memanfaatkan data mining, serta empowering people melalui program relax and easy, volunteering, Librisyiana, makerspace dan lain-lain.

Salah satu peserta Workshop, Wiwin, dari Perpustakaan Geografi UGM mengatakan bahwa banyak hal yang ia dapatkan dari workshop ini.

“Banyak sekali pencerahan yang saya dapatkan dari penjelasan Dr.Taufiq. Sebenarnya kami sudah tahu mengenai OER, akan tetapi kami belum tahu bagaimana cara mendapatkan resource yang legal, kemudian kami juga kekurangan tenaga. Nah dari ide yang Dr. Taufiq sampaikan dengan merekrut mahasiswa menjadi volunteer, saya rasa ini sangat menarik. Dan ide ini akan saya bicarakan di instansi saya, untuk kami coba aplikasikan seperti yang telah dilakukan oleh Perpustakaan Unsyiah”, ungkapnya.

Sejalan dengan Wiwin, Darul Ulumi, perwakilan dari UIN Walisongo Semarang, mengatakan bahwa workshop semacam ini sangat diperlukan oleh pengelola informasi, terutama pustakawan di mana pun berada.

“Menurut saya mengapa pustakawan perlu mengikuti workshop semacam ini, karena pustakawan bekerja dalam bidang pengelolaan informasi, maka pustakawan harus tahu seluk-beluk legal terkait dengan informasi. Jadi sebagai pustakawan, kita jangan hanya semangat menyebar informasi, tapi juga tahu dan memastikan apakah informasi yang kita sebar itu baik dan benar dan juga dilindungi hukum. Setelah itu baru kita tingkatkan kuantitas penyebaran informasi, sehingga mahasiswa dapat memperoleh informasi yang sebaik-baiknya dengan informasi ilmiah serta kualitas yang tinggi”, jelasnya.

Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Labibah Zain sebagai penyelenggara acara berharap, dengan adanya workshop ini dapat menimbulkan jejaring OER yang luas. Di mana antar masing-masing Universitas dapat saling memberikan konstribusi bahan OER. [Moli]

Share This:

“Kepala Pusat Mata Kuliah Wajib Universitas Borneo Tarakan: UPT.Perpustakaan Unsyiah Perfect”

IMG_0166

Librisyiana, Darussalam- Rabu (24/10/2018), 7 orang rombongan dari Universitas Borneo Tarakan melakukan Benchmarking ke UPT.Perpustakaan Unsyiah dalam rangka mendapat gambaran langsung bagaimana tata kelola UPT.Perpustakaan Unsyiah. Selain UPT.Perpustakaan Unsyiah, mereka juga melakukan kunjungan ke UPT TIK, LP3M, Humas dan juga Career Development Unsyiah.

“Kesan saya saat datang ke Unsyiah ini adalah tercengang, karna saat saya melihat universitasnya sangat damai, suasana akademik antara mahasiswa terjalin dengan baik, suasana keagamaannya sangat-sangat terlihat, saya juga sangat amaze dan kagum terhadap UPT.Perpustakaan Unsyiah”, ungkap  Nindya Adiasti, selaku Kepala Pusat Mata Kuliah Wajib Universitas Borneo Tarakan.

“Menurut saya UPT.Perpustakaan Unsyiah sangat perfect, Perpustakaan Unsyiah sangat berbeda dengan Perpustakaan disana, di mana saya melihat mahasiswa yang datang ke perpustakaan ini selalu penuh dan banyak kegiatan-kegiatan yang mengispirasi supaya karakter mahasiswa terbentuk”, lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa hal yang dapat menjadi pelajaran dari Unsyiah adalah seharusnya yang menggerakkan dan memajukan Universitas itu adalah mahasiswa, bukan dosen, karena elemen yang paling banyak di sebuah universitas itu adalah mahasiswa. Oleh karena itu, Perpustakaan Unsyiah sangat sukses dalam merangkul mahasiswa dan menggabungkannya dalam satu wadah yaitu UKM Literasi Informasi. [Moli]

Share This:

Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasamasa Universitas Borneo Tarakan: “UPT.Perpustakaan Unsyiah Patut Menjadi Referensi”

IMG_0148

Librisyiana, Darussalam-  Universitas Borneo Tarakan melaksanakan salah satu program kerjanya pada tahun 2018 yaitu melakukan Benchmarking ke UPT.Perpustakaan Unsyiah pada Rabu (24/102018). Kegiatan ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana pengelolaaan Perpustakaan Unsyiah termasuk penjaminan mutu, manajemen sistem keamanan serta UKM Literasi Informasi.

“Kali ini kami khusus memilih Unsyiah karena berbagai alasan, diantaranya akreditasi Universitas A, Perpustakaan yang telah memiliki beberapa sertifikasi ISO dan juga Perpustakaan Unsyiah satu-satunya di Indonesia yang memiliki UKM Literasi Informasi. Ini adalah kali pertama saya ke Perpustakaan Unsyiah, dan menurut saya Perpustakaan Unsyiah sangat luar biasa” ujar Armansyah Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasamasa Universitas Borneo Tarakan.

“Ini perpustakaan yang menurut saya patut untuk dijadikan referensi. Karena dari pagi saya disini sampai siang hari ini, dari lantai atas sampai bawah ternyata mahasiswanya penuh di setiap meja-meja. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola perpustakaannya sangat baik, dimana mahasiswa betah dan tertarik untuk ke perpustakaan. Terlebih ada UKM Literasi Informasi, wah ini referensi yang luar biasa”, lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa ia melihat mahasiswa Unsyiah sangat kreatif dan punya inovasi. Kesan yang ia dapatkan dari Mahasiswa Unsyiah adalah terkesan santai namun serius. Ia berharap agar mahasiswa Unsyiah untuk dapat terus berprestasi dan menjadi generasi yang terbaik bagi bangsa. [Moli]

Share This:

Universitas Borneo Tarakan Lakukan Benchmarking ke UPT.Perpustakaan Unsyiah

IMG_0151

Librisyiana, Darussalam- Tujuh orang pimpinan dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), diantaranya Armansyah sebagai Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Aries Aryadi selaku Kepala UPT Perpustakaan, Dedi Harto sebagai Kepala UPT TIK, Aditia Syaprillah selaku Sekretaris LP3M, Nindya Adiasti selaku Kepala pusat mata kuliah wajib, Wahida selaku Kasubbag Kesejahteraan Kemahasiswaan dan Alumni dan Feby Sandana Simon selaku Programmer UPT TIK, melakukan benchmarking ke UPT.Perpustakaan Unsyiah pada Rabu (24/10/2018).  Kegiatan ini merupakan program kerja dari UBT yang salah satu tujuannya adalah untuk melihat langsung bagaimana tata kelola UPT.Perpustakaan Unsyiah.

“Kunjungan kami ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya UPT Perpustakaan, UPT TIK, LP3M serta kemahasiswaan. Saat ini kami mengunjungi UPT.Perpustakaan Unsyiah terlebih dahulu. Kami ingin melihat bagaimana tata kelola UPT.Perpustakaan Unsyiah. Di mana kami mendengar bahwa Unsyiah mempunyai banyak prestasi terutama di bidang perpustakaannya”, kata Armansyah selaku Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasamasa Universitas Borneo Tarakan.

Acara di awali dengan Library Tour, dilanjutkan dengan pemaparan tentang UKM Literasi Informasi yang disampaikan oleh Ananda Justiani dan Reza selaku Duta Baca Unsyiah. Para tamu dari UBT sangat tertarik mendengar penjelasan mengenai UKM Literasi Informasi yang ada di UPT.Perpustakaan Unsyiah. Aries Aryadi selaku Kepala UPT Perpustakaan UBT menanyakan bagaimana awal mulanya UKM Literasi Informasi di UPT.Perpustakaan Unsyiah bisa terbentuk.

Charlis Siana Rosita salah satu Pustakawan Unsyiah bidang Pelayanan Teknis, menjawab bahwa sebenarnya jauh sebelum adanya UKM Literasi Informasi, di UPT.Perpustakaan Unsyiah sudah ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa diantaranya Shelving crew, Volunteer weekend, Relax and Easy, Librisyiana dan Unsyiah Library Fiesta. Namun semua kegiatan ini belum ada sebuah wadah yang menampung, oleh karena itu berdasarkan ide dari Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah, maka lahirlah UKM Literasi Informasi sebagai wadah yang menaungi semua kegiatan tersebut.

“Kami benar-benar tertarik dan ingin belajar lebih dalam tentang UKM Literasi Informasi yang ada di Perpustakaan Unsyiah. Karena sebagaimana yang diketahui bahwa diseluruh Indonesia hanya Perpustakaan Unsyiah satu-satunya yang memiliki UKM di Perpustakaan. UKM Literasi Informasi ini salah satu hal yang sangat positif, dimana UKM Literasi Informasi bisa mendukung pemberdayaan budaya literasi dikalangan mahasiswa. Selepas dari sini kami akan belajar untuk membuat hal serupa”, kata Aries Aryadi selaku Kepala UPT.Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Perpustakaan Unsyiah sangat luar biasa. Di mana Perpustakaan Unsyiah ini mampu mendukung peningkatan daya saing Universitas Syiah Kuala. Ia berharap semoga Perpustakaan Unsyiah bisa menjadi UPT.Perpustakaan percontohan bagi seluruh Perpustakaan Universitas yang ada di Indonesia. [Moli]

Share This:

Ketua Department of Library Science IIUM: “UPT.Perpustakaan Unsyiah Memiliki Arah Yang Jelas”

IMG_0111

Librisyiana, Darussalam- Ketua Department of Library Science International Islamic University Malaysia, Prof. Dr. Roslina Othman, diundang  oleh Perpustakaan Unsyiah menjadi salah satu pemateri seminar dengan tema Library Services For Islamic Knowledge pada Kamis (18/10/2018).

Prof. Dr. Roslina Othman mendapat gelar Sarjana dalam bidang Business Administration Finance, Minor in Economics di Eastern Washington University, WA, USA. Kemudian beliau memperoleh gelar Master dalam bidang Library and Information Science di International Islamic University Malaysia, dan Ph.D dalam bidang Information Retrieval di University of Wales, Aberystwyth, Inggris.

Dalam kunjungan untuk pertama kalinya ke Perpustakaan Unsyiah,  Prof. Dr. Roslina Othman mengaku sangat senang dan bangga.

“Saya sangat senang hari ini dapat menginjakkan kaki langsung di Perpustakaan Unsyiah. Saya melihat UPT.Perpustakaan Unsyiah sudah memiliki arah dan tujuan yang sangat jelas, terlebih saat ini banyak sekali perubahan dan pembaharuan yang dilakukan oleh Perpustakaan Unsyiah. Saya yakin, Perpustakaan Unsyiah kedepannya mampu menjadi referral centre bagi perpustakaan yang lain. Saya juga mendengar bahwa Perpustakaan Unsyiah mendapat 50 email dalam sehari. Ini adalah sebuah pertanda baik yang artinya Perpustakaan Unsyiah memiliki banyak peminat sebagai sumber referensi”, ungkap beliau.

Prof. Dr. Roslina Othman juga mengatakan bahwa hal hebat lain yang dimiliki oleh Perpustakaan Unsyiah yaitu  community enggagement. Dimana menurutnya, Kepala Perpustakaan sangat sukses dalam merangkul mahasiswa dan membuat cara pandang mereka terhadap Perpustakaan Unsyiah tidak hanya sebagai tempat membaca, namun mereka menjadikan Perpustakaan Unsyiah sebagai wadah saling berinteraksi ilmu dan melaksanakan kegiatan yang berasaskan ilmu.

“Saya berharap Perpustakaan Unsyiah ini kedepannya dapat dijadikan sumber rujukan utama dan bisa memiliki teknologi-teknologi yang mampu menyampaikan dan menyebarluaskan bahan bacaan baik kepada masyarakat sekitar, masyarakat Indonesia maupun luar negeri”, tutup beliau. [Moli]

Share This:

UPT. Perpustakaan Unsyiah Adakan Seminar Library Services For Islamic Knowledge

IMG_0108

Librisyiana, Darussalam-  UPT.Perpustakaan Unsyiah mengadakan seminar yang bertajuk Library Services For Islamic Knowledge pada Kamis (18/10/2018). Pada seminar kali ini, Perpustakaan Unsyiah menghadirkan dua orang pemateri yang ahli dalam bidangnya yaitu Prof. Dr. Roslina Othman yang merupakan Ketua Department of Library Science International Islamic University Malaysia dan Dr. Fitri Arnia, M.Sc selaku Kepala Prodi Magister Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala.

Seminar ini dihadiri oleh 70 orang peserta baik mahasiswa dan pustakawan yang berasal dari berbagai institusi mulai dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Poltekes Aceh, STIE Banda Aceh, Akper Kesdam, BPNB Aceh, ISBI Aceh, SMA Tengku Chik Kuta Karang, SMPN 1 Banda Aceh, SMPN 13 Banda Aceh, SMPN 17, SDN 25, SMA Islam Al-Falah.

Dr. Fitri Arnia, M.Sc sebagai pemateri pertama yang memaparkan materinya tentang “Preservasi Naskah Kuno Arab Jawi dengan Pengolahan Citra Digital” mengatakan bahwa naskah kuno arab jawi sangat menarik untuk dikaji dan diteliti, karena berisi ilmu pengetahuan warisan nenek moyang terdahulu seperti teknik pengobatan atau resep obat, sejarah dan lain sebagainya.

“Jika kita ingin mengkaji, banyak sekali ilmu yang terdapat dalam naskah kuno Arab Jawi, namun sayangnya saat ini pemuda Aceh sudah jarang membaca naskah Arab Jawi. Oleh karena itu, saya ingin adanya sebuah teknologi yang mampu menerjemahkan naskah kuno Arab Jawi dengan melakukan restorasi terlebih dahulu. Langkah-langkahnya adalah melakukan digitalisasi pada naskah kuno Arab Jawi, kemudian mepreservasi naskah dan menulusuri informasi yang ada didalamnya”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa ada baiknya Perpustakaan Unsyiah memiliki naskah kuno, karena naskah kuno Arab Jawi merupakan salah satu sumber ilmu. Dimana Perpustakaan sebagai media penyedia informasi harusnya memiliki koleksi naskah kuno, baik dalam bentuk aslinya ataupun digital.

Disamping itu, Prof. Dr. Roslina Othman sebagai pemateri kedua menyampaikan materinya tentang Information Sources and Services for Islamization of Human Knowledge. Beliau berkata bahwa sumber informasi utama berdasarkan Islamic Worldview ada 4 yaitu Faith yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadist, Pendidikan yang berasal dari scientific data, Kesehatan berasal dari evidence base dan terakhir Economics. Semua sumber informasi tersebut haruslah original, valid dan reliable.

“Sebagai pustakawan yang memegang amanah untuk menyebarkan informasi dan ilmu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama appreciating sources, yaitu menyediakan dan memperbanyak koleksi bidang keislaman sehingga membuat para peneliti berminat untuk mengkaji dan menulis tentang keislaman. Kedua adapting sources. Ketiga weeding sources, yaitu dengan mengganti buku-buku yang sudah tidak valid dengan buku-buku terbaru. Terakhir constructing sources”, kata  Prof. Dr. Roslina Othman di ruang seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah.

IMG_0095

Zakiah salah satu pustakawan Unsyiah yang menghadiri seminar ini menyatakan bahwa seminar pada hari ini sangat bermanfaat dan menambah wawsan. “Menurut saya, seminar hari ini sangatlah membuka wawasan, dimana kami sebagai pustakawan yang khususnya berada di Aceh yang penuh dengan keislaman, tidak boleh lupa bahwa dasar ilmu itu sudah ada tokoh-tokoh Islam yang memunculkan keilmuwan. Jangan sampai  kita menyediakan dan mengambil rujukan hanya dari barat saja, seolah-olah referensi yang cocok hanya dari barat sehingga rujukan islam tenggelam. Dengan adanya seminar ini, memunculkan kembali difikiran kita bahwa islam itu luar biasa.

“Saya berharap kedepannya koleksi di Perpustakaan Unsyiah dapat terus bertambah terutama dalam bidang keislaman”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Panitia Lakukan Persiapan ULF 2019

IMG20181005152537

Librisyiana, Darussalam – Jumat, (4/10) Unsyiah Library Fiesta (ULF) telah terlaksana sebanyak 3 kali, dan untuk tahun 2019 ini sudah memasuki tahun ke empat. Panitia persiapan ULF 2019 lakukan rapat perdana bersama UKM dan Duta Baca Unsyiah di ruang seminar lantai 2 Perpustakaan Unsyiah. Rapat kali ini membahas tentang persiapan awal ULF 2019, seperti struktural panitia, konsep awal dan proposal, dan juga direncanakan akan dilakukan open recruitmen panitia ULF 2019 dalam waktu dekat ini.

Rencananya, ULF 2019 kali ini akan dilaksanakan pada awal semester genap pada tahun 2019.  Kegiatan ini diisi dengan berbagai rangkain kegiatan, lomba, malam puncak serta penobatan Duta baca Unsyiah 2019. Belum ada tanggal pasti, namun Memasuki semester genap nantinya, panitia ULF harus sudah memulai rangkaian kegiatan, dan persiapan malam puncak harus sudah lebih matang.

Menurut ketua panitia ULF 2019 Diky Juliadi, persiapan ULF yang ke empat ini harus lebih baik dari sebelumnya “ULF harus lebih baik dari tahun ke tahunnya, apa yang kurang ditahun tahun sebelumnya harus kita perbaiki di tahun ini,” pungkasnya. [DMM]

 

Share This:

MANTAPKAN LAYANAN, PERPUSTAKAAN UNSYIAH ADAKAN PELATIHAN ISO 20000

 IMG-20181011-WA0008

Librisyiana, Darussalam – Kamis, (11/10) Sebanyak 25 orang staf Perpustakaan Unsyiah mengikuti pelatihan audit internal iso 27001:2013 yang merupakan sertifikasi dalam hal keamanan informasi dan juga  kepedulian (awareness) iso 20000-1 2019 yang merupakan Standar Internasional  Sistem Manajemen Pelayanan. Pelatihan ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 8 sampai dengan 11 oktober 2018, di ruang seminar Perpustakaan Unsyiah Lantai 3. Pelatihan ini diisi oleh pemateri dari TUV Rheinland ibu Ira Kurniawati, seorang konsultan yang memiliki internasional certified lead auditor untuk kedua standar diatas.

Kepala Bidang Manajemen Mutu Perpustakaan Unsyiah Badratun Nafis mengatakan, pelatihan ini sebagai bukti bahwa Perpustakaan Unsyiah ingin selalu ada perubahan perbaikan. “Sertifikasi ISO 9001 yang sudah 2 kali meletakkan kesadaran pentingnya manajemen mutu, dan itu sudah dijalankan. Tapi disini masih berbicara mutu yang umum, tidak spesifik yang menentukan bagaimana menjalankannya. ISO 27001 memberikan arahan bagaimana menjaga keamanan atas sumber daya layanan sehingga terjamin availability (ketersediaan), confidentiality (kerahasiaan) dan integrity (integritas),” jelasnya.

Lewat ISO 20000, Perpustakaan Unsyiah akan menerapkan persyaratan tata kelola teknologi informasi dalam merencanakan, melaksanakan, memonitor dan meningkatkan pelayanannya. ISO 20000 akan mengikat Perpustakaan Unsyiah untuk menjamin layanan yang diberikan sesuai perjanjian atau MOU dengan pelanggan lewat Service Level Aggreement.

Ibu Ira mengatakan langkah yang dilakukan Perpustakaan Unsyiah sudah tepat. Sedikit sekali instansi pemerintah yang mengikuti sertifikasi ISO 20000. Padahal sebagai pelayan masyarakat yang didominasi IT mereka harus tahu bagimana persyaratan mengelola pelayanan berbasis IT. Lembaga yang sudah menerapkan ISO 20000 seperti BCA, Kemenkeu, LAPAN, Telkom University, masih sedikit.

Kepala Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufiq Abdul Gani mengatakan, Perpustakaan Unsyiah ingin lebih kompetitif dengan lembaga yang sudah menerapkan ISO 20000. “Selama ini kita hanya berorientasi dalam hal buat software aplikasi dan pasang jaringan, kita tidak berpikir bagaimana tatakelolanya, sehingga kita punya alat canggih tapi pelayanan kita tidak tumbuh jadi lebih baik,” ucap Dr. Taufiq Abdul Gani. “Kami bertekad Perpustakaan Unsyiah akan tersertifikasi ISO 20000  tahun 2019 nanti. Persiapan sudah kami jalankan sejak 2 bulan lalu,” lanjutnya.

Rektor Unsyiah diwakili oleh ketua LP3M mengakui peran Perpustakaan Unsyiah dalam akreditasi sangat membantu. Pengembangan berbasis IT, komputerisasi harus dilaksanakan. Semoga  Perpustakaan Unsyiah menjadi pusat literasi [DMM]

Share This:

Terapkan ISO 9001:2015, L2-Dikti wilayah Aceh Lakukan Kerja Sama Dengan Perpustakaan Unsyiah

IMG-20181004-WA0003

Librisyiana, Darussalam – Kamis, (4/10) Tim Manajemen Mutu Perpustakaan Unsyiah membantu Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) wilayah Aceh dalam penerapan sistem Manajemen Mutu ISO 9001. Kegiatan ini telah berlangsung selama 4 hari dan akan dilanjutkan hingga tanggal 21 November di aula Perpustakaan Unsyiah. Kegiatan ini diikuti oleh 21 pegawai L2 Dikti wilayah Aceh.

Manajemen Mutu ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi  ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya. Oleh sebab itu, L2 Dikti wilayah Aceh memilih bekerja sama dengan Perpustakaan Unsyiah yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015. Tujuan utamanya, dengan menerapkan ISO 9001:2015 dapat memperbaiki kualitas layanan terkhususnya dalam hal manajemen penjaminan mutu.

“Kita harus terus memperbaiki kualitas layanan setiap harinya dan dengan penerapan ISO 9001:2015 ini tentunya dapat terus memperbaiki kualitas kinerja dan manajemen layanan di L2 Dikti,” ungkap Kaisar Abu Maulana, salah satu staf L2 Dikti bagian Akademik dan Kemahasiswaan.

Kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq abdul Gani berharap kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. “Terima kasih kepada L2 Dikti atas kepercayaannya memilih tim Manajemen Mutu Perpustakaan Unsyiah sebagai konsultan pendamping, saya berharap kerjasama ini bermanfaat bagi semua pihak,” pungkasnya. [DMM]

Share This: