Islamic Movie Show, Perpustakaan Unsyiah Tayangkan Film The Message

20190523_110030

Librisyiana, Darussalam- Kamis(23/5), Islamic Movie Show minggu ketiga Perpustakaan Unsyiah tayangkan film The Message. Film yang dikenal juga dengan Mohammad, Messenger of God ini menggambarkan kehidupan dan perjalanan Nabi Muhammad. Acara ini dimulai lebih awal yaitu pada pukul 8.45 WIB. Hal tersebut diakibatkan durasi film yang memakan waktu yang relatif lama dan dikhawatirkan penonton tidak dapat berdiskusi dengan narasumber. Pada acara Islamic Movie Show kali ini penayangan filmnya berhenti di tengah film. Hal tersebut dikarenakan durasi film mencapai kurang lebih 3 jam dan apabila dilanjutkan akan bentrok dengan waktu shalat dzuhur

Seperti biasanya setelah penayangan film terdapat diskusi singkat bersama narasumber. Narasumber Islamic Movie Show kali ini ialah Dr.Said Munzir,S.Si.M.Eng.Sc. Ia menjelaskan lebih dalam mengenai kebenaran sejarah dalam film serta inti sari yang dapat diambil dari film berjudul The Message tersebut.

Narasumber Islamic Movie Show ini juga menambahkan bahwa sesungguhnya masyarakat millennial sangat membutuhkan acara yang membahas topik sejarah seperti ini sebab pola pikir masyarakat yang semakin sempit terhadap dunia.

Dosen fakultas MIPA ini mengakui bahwa pengadaan acara-acara seperti Islamic Movie Show ini sangat bagus karena banyak orang membutuhkan pengetahuan mengenai sejarah terdahulu. Pengetahuan inilah yang dapat membuka pandangan masyarakat lebih luas tentang dunia sehingga membuat mereka tidak berpikir secara materialistik.

Ia juga berharap bahwa nantinya diskusi tersebut diadakan secara online agar partisipan acara tersebut semakin bertambah.[PINA]

Share This:

Perpustakaan Unsyiah Sediakan Takjil Kurma Bagi Peminjam Buku Selama Ramadhan

IMG-20190521-WA0071

Librisyiana, Darussalam- Kamis(23/5), Perpustakaan Unsyiah sediakan takjil kurma bagi peminjaman buku selama ramadhan. Hal tersebut telah berjalan sejak awal bulan ramadhan dan hanya berlaku bagi pengunjung Perpustakaan Unsyiah yang meminjam dan mengembalikan buku. Takjil kurma dibagikan dari hari senin sampai jumat setelah waktu dzuhur di konter Sirkulasi. Takjil kurma tersebut dibagikan oleh para duta baca Unsyiah 2019 dan pustawakan Unsyiah. Hal tersebut dilakukan untuk menarik minat pengunjung untuk meminjam dan mengembalikan buku di Perpustakaan Unsyiah.

Safrizal, Duta Baca Unsyiah 2019 mengatakan bahwa tujuan dibagikan takjil kurma bagi peminjam buku dan pengembali buku tersebut ialah agar mahasiswa Unsyiah lebih termotivasi untuk mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku.

Mahasiswa Pendidikan Kimia ini mengakui bahwa paket takjil kurma sempat habis dan hal ini menyebabkan pembagiaan takjil kurma tidak selalu ada. Hal ini mengakibatkan publikasi mengenai pembagiaan takjil kurma ini tidak sedikit terbatas agar pengunjung tidak kecewa.[PINA]

Share This:

Duta Baca Unsyiah Pandu Library Orientation Class And Tour 2019

 

IMG-20190516-WA0021

Librisyiana, Darussalam- Kamis(16/5), Duta Baca Unsyiah memandu para mahasiswa baru pada Library Orientation Class And Tour 2019 (LOCT). LOCT tersebut merupakan kelas pengenalan Perpustakaan Unsyiah. Dimana para mahasiswa baru mendengarkan penjelasan mengenai fasilitas yang tersedia dan bagaimana memanfaatkannya. Selain itu, LOCT juga terdiri atas tur untuk melihat secara langsung bagaimana proses peminjaman dan pengembalian buku serta untuk melihat fasilitas yang ada secara langsung. Hal ini tentu sangat penting bagi para mahasiswa baru untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada secara optimal. LOCT yang dilaksanakan pada tanggal 16, 17, 20, 21, dan 22 Mei 2019 ditujukan bagi mahasiswa baru Unsyiah yang lulus melalui jalur SNMPTN. Pengenalan Perpustakaan ini dilakukan dalam 3 sesi per hari yaitu 2 sesi pagi dan 1 sesi siang.

Safrizal, Duta Baca Unsyiah 2019 ini mengatakan bahwa target diadakannya LOCT tersebut ialah agar mahasiswa baru dapat meminjam buku sehingga jumlah peminjaman buku akan meningkat setiap tahun. Selain itu, mahasiswa baru juga harus dapat memahami bahwa Perpustakaan Unsyiah bukan sekedar perpustakaan untuk meminjam buku namun, juga untuk kegiatan produktif lainnya seperti menonton dan berdiskusi.

Mahasiswa Pendidikan Kimia ini mengakui bahwa sebagai Duta Baca Unsyiah 2019, ia berperan agar menarik minat para mahasiswa baru untuk lebih giat dalam kegiatan literasi salah satunya ialah membaca buku.

Ia juga berharap bahwa mahasiswa baru dapat memanfaatkan fasilitas setelah mengikuti LOCT dan sering berkunjung ke Perpustakaan Unsyiah.[PINA]

Share This:

LOCT Bagi Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN dimulai Hari Ini

WhatsApp Image 2019-05-16 at 11.36.23

LOCT (Library Orientation Class and Tour) dimulai hari ini (16/5) di Perpustakaan Unsyiah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa baru Unsyiah tentang fasilitas dan pelayanan Perpustakaan Unsyiah. Kegiatan ini dipandu oleh Pustakawan Unsyiah dan juga Duta Baca Unsyiah 2019.

Mahasiswa baru diperkenalkan tentang cara masuk ke Perpustakaan Unsyiah, meminjam dan mengembalikan buku, hingga cara mencari buku dan jurnal melalui aplikasi OPAC. Selain itu, mereka juga diajak berkeliling Perpustakaan Unsyiah dengan tujuan agar mahasiswa baru lebih mengenal fasilitas yang ada.

Menurut Putro Hayatun Nufus, salah satu mahasiswa baru yang diterima di Fakultas Kedokteran, kegiatan LOCT ini sangat membantu ia dan teman-temannya untuk mengenal lebih jauh tentang Perpustakaan Unsyiah, pada kesempatan ini ia meminjam 2 buku dan mendapatkan hadiah 1 pulpen. “Kegiatan ini sangat berguna bagi kami mahasiswa baru, dimana kami dapat mengenal fasilitas-fasilitas yang ada diperpustakaan Unsyiah,” jelasnya. “saya sangat tertarik dengan fasilitas Perpustakaan Unsyiah yang sudah high technology, seperti sistem peminjaman mandiri,” lanjutnya. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi perpustakaan Unsyiah dan merasa sangat takjub dengan fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Unsyiah.

LOCT akan berlangsung selama 4 hari, hingga Selasa tanggal 22 Mei, Kecuali hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini akan dibagi menjadi 3 sesi dalam satu hari, dimulai dari jam 08.00-10.00, jam 10.00-12.00, dan jam 13.30- 15.00. Kegiatan ini akan diadakan di 2 ruang yaitu ruang seminar lantai 3 dan juga ruang multi media yang berada di lantai 1. Magasiswa baru yang telah mengikuti LOCT akan mendapatkan sertifikat. Diharapkan kepada seluruh mahasiswa baru yang belum mengikuti LOCT untuk segera mendaftar melalui website Perpustakaan Unsyiah. [DMM]

Share This:

LOCT HARI INI, MAHASISWA BARU YANG MEMINJAM BUKU AKAN MENDAPATKAN 2 PULPEN

WhatsApp Image 2019-05-16 at 10.36.06

Librisyiana-Darussalam, Universitas Syiah Kuala telah menerima mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, dalam hal ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan LOCT (Library Orientasi Class and Tour). Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Unsyiah dan dipandu oleh pustakawan serta Duta Baca Unsyiah. Mahasiswa baru yang mengikuti LOCT diperkenalkan tentang fasilitas dan sistem yang ada di Perpustakaan Unsyiah.

Ada yg menarik dari LOCT yg diadakan hari ini yaitu bagi mahasiswa baru yang meminjam 2 buku ketika LOCT berlangsung akan mendapatkan 1 pulpen cantik, jika meminjam 6 buku akan mendapatkan 2 pulpen.

“ini User Education, Pengenalan Perpustakaan yang kami sebut Library Orientation Class and Tour (LOCT) di Perpus Unsyiah, dimulai untuk mahasiswa batu jalur SNMPTN. Walau belum mulai kuliah, karena sudah daftar mahasiswa baru tersebut sudah bisa meminjam buku. Yang meminjam buku akan dapat hadiah pulpen,” jelas Kepala Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufiq Abdul Gani.

Menurut Saiful salah satu pustakawan Unsyiah, pemberian pulpen ini bertujuan untuk membuat para mahasiswa baru tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang Perpustakaan Unsyiah.

Mahasiswa baru jalur SNMPTN terlihat sangat antusias mengikuti LOCT yang diadakan hari ini. Pulpen gratis untuk mahasiswa baru yang meminjam buku hanya berlaku hari ini. [DMM]

Share This:

Pengunjung Perpustakaan Unsyiah Ramaikan Islamic Movie Show

20190515_112246

Librisyiana, Darussalam- Rabu(15/5), Pengunjung Perpustakaan Unsyiah ramai mendatangi  Islamic Movie Show yang diadakan di Ruang Ganto Multimedia Perpustakaan Unsyiah pada tanggal 15 Mei 2019. Acara ini dimulai 20 menit lebih awal dari acara Islamic Movie Show sebelumnya yaitu pada pukul 9.15 WIB. Hal tersebut disebabkan durasi film yang akan memakan waktu lebih lama dan dikhawatirkan penonton tidak dapat berdiskusi dengan narasumber. Acara kali ini menayangkan film berjudul The Kingdom of Solomon. Film tersebut menceritakan perjuangan Nabi Sulaiman dalam mempersatukan bani israil di kota Yerussalem.

Setelah penayangan film, narasumber Islamic Movie Show yaitu Dr.Suhrawardi Ilyas,S.Si, M.Sc. menerangkan lebih dalam mengenai silsilah Nabi Sulaiman dan asal mula terbentuknya kota Yerussalem serta sejarah singkat kerajaan Sulaiman. Ia juga menerangkan bahwa film-film sejarah tersebut umumnya dibuat oleh industri film di luar negeri seperti Holywood.

Pada diskusi tersebut, ia juga berharap agar Indonesia dapat mengembangkan industri film-film sejarah islami seperti Holywood.

Keke Sahputra Kaloko, penonton Islamic Movie Show ini mengatakan ia.ingin mengetahui lebih dalam mengenai kehidupan islami dan sejarah para nabi yang berlangsung di zaman dulu sehingga ia memilih untuk dating ke Islamic Movie Show tersebut.

Mahasiswa Agroteknologi ini mengakui bahwa acara yang menayangkan film islami tersebut sangat bermanfaat dan menambah pengetahuannya terhadap sejarah islam, hal ini disebabkan adanya kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber yang ahli dalam sejarah islam.

Ia juga berharap bahwa nantinya dapat menyaksikan film- film islami yang bagus dan menginginkan acara tersebut dapat berlanjut di minggu-minggu selanjutnya.[PINA]

Share This:

Perpustakaan Unsyiah AdakanIslamic Movie Show Bersama BKM Mesjid Jamik

Librisyiana, Darussalam- Rabu(8/5),Perpustakaan Unsyiah bekerja sama dengan BKM Mesjid Jamik Darussalam dalam menyelenggarakan Islamic Movie Show. Acara ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat peduli literasi yang tidak semata-mata melalui buku namun, juga melalui film. Islamic Movie Show tersebut di adakan di Ruang Ganto Multimedia Perpustakaan Unsyiah pada tanggal 8 Mei 2019 pukul 9.45 sampai dengan selesai. Acara tersebut menayangkan film berjudul Journey to Mecca In the Footsteps of Ibn Battuta. Dalam rangkaian acara selain diadakan penayangan film islami juga diadakan diskusi singkat yang menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber acara Islamic Movie Showberjudul Journey to Mecca In the Footsteps of Ibn Battuta tersebut ialah Dr.Suhrawardi Ilyas,S.Si, M.Sc. Diskusi dengan narasumber ini bertujuan agar penonton lebih memahami makna dan informasi yang terkandung dari film tersebut. Selain itu, pihak yang terlibat pada penyelenggarannya ialah Duta Baca 2019, UKM Literasi dan Informasi serta BKM Masjid Jamik.

Wahida Putri Nurul Hafizah, penanggung jawab Islamic Movie Show dan Movie Clubini mengatakan bahwa acara tersebut sudah direncanakan sebelum Ramadhan karena merupakan kelanjutan dari acaraMovie Club yang bekerja sama dengan UPT. Pusat Bahasa Unsyiah. Namun berbeda dengan biasanya, film yang ditayangkan ialah film islami karena diadakan pada bulan ramadhan.

Salah seorang Duta Baca Unsyiah ini mengakui bahwa respon masyarakat unsyiah sangat baik dan antusias dalam menghadiri acara tersebut sehingga pada awal pemutaran film terdapat banyak penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk.

Ia juga berharap bahwa dengan adanya Ruang Ganto Multimedia maka masyarakat terkhusus masyarakat unsyiah dapat memanfaatkan dengan baik. Selain itu, Ia juga berharap pemutaran film dan diskusi singkat tersebut dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi penontonnya. Adapun harapannya ke depan untuk bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional dalam pemutaran film di Perpus Unsyiah.[PINA]

Share This:

SAAT RAMADHAN PERPUSTAKAAN UNSYIAH TUTUP LEBIH AWAL

berita prilliLibrisyiana, Darussalam- Senin(6/5), Seiring kegiatan kuliah diadakan seperti biasa di bulan ramadhan, Perpustakaan Unsyiah tetap buka. Berbeda dengan hari biasa, saat ramadhan Perpustakaan Unsyiah hanya dibuka dari hari senin sampai jumat dan hanya buka sampai pukul 15.00 WIB. Selain itu, Perpustakaan Unsyiah tidak menyediakan layanan tambahan malam dan akhir pekan. Informasi tersebut masih tidak tersampaikan dengan baik ke mahasiswa Unsyiah karena belum ada pemberitahuan melalui media sosial maupun dalam bentuk selebaran. Suasana Perpustakaan Unsyiah saat ramadhan pun tidak terlalu ramai dibandingkan suasana Perpustakaan Unsyiah saat hari biasa. Walaupun terlihat lebih sepi, namun banyak juga mahasiswa yang memilih menghabiskan waktu di Perpus Unsyiah saat ramadhan.

Hanna Ulfatun Zaiyan, salah satu pengunjung perpustakaan Unsyiah mengatakan bahwa ia memilih mengisi waktu kosongnya di perpus Unsyiah saat ramadhan karena merupakan tempat yang nyaman dan menyediakan buku untuk tugas kuliah serta tersedia pula koran.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan ini mengakui bahwa ia tidak mengetahui informasi mengenai jadwal tutup perpus yang lebih awal serta tidak diadakan layanan tambahan.

Karissa, salah satu Student Library Assistant di Perpustakaan Unsyiah menyatakan bahwa pengunjung Perpustakaan Unsyiah tidak seramai hari biasa, menurutnya persentase penurunan jumlah pengunjung terdapat sekitar 40% dari hari biasa.

Mahasiswi FKIP Matematika ini juga berharap walaupun kuliah di bulan ramadhan, mahasiswa Unsyiah harus tetap semangat dalam menjalani kuliah termasuk mengunjungi perpustakaan selain itu pengunjung diharapkan dapat lebih semangat setelah dilayani oleh pelayanan perpustakaan Unsyiah.[PINA]

 
 
 

Share This:

PELATIHAN SASTRA INTERNAL KASTA (PSI-KASTA)

IMG-20190414-WA0013

Librisyiana, Darussalam- Minggu (14/4). Komunitas Anak Sastra Atjeh (KASTA) bekerjasama dengan UKM Literasi Informasi menyelenggarakan pelatihan Sastra Internal KASTA atau disingkat dengan PSI KASTA yang diadakan di ruang seminar lantai 3 UPT. Perpustakan Unsyiah.

Pelatihan tersebut dimulai pada pukul 09.30.00 WIB s/d selesai yang di ikuti oleh sekitar 31 peserta yang terdiri dari UKM literasi informasi serta anggota baru KASTA dengan tujuan agar peserta yang baru bergabung di KASTA dapat menambah wawasan mengenai ilmu dasar tentang sastra.

Tidak hanya itu pelatihan ini juga menghadirkan langsung presiden KASTA Bang Ricky Syah R yang sekaligus menjadi pemateri serta membuka acara pelatihan tersebut. Selain presiden KASTA, beberapa pemateri yang tidak kalah menariknya adalah kak Zahra Nurul Liza, S. Pd., M. Pd (Cerpenis dan Penulis Lakon), ibu Rismawati, S.Pd., M.Pd. (Dosen Sastra, Penulis GLN (Gerakan Literasi Nasional) serta ibu Mahdalena (Aktivis dan Aktris).

Pelatihan sastra pertama disampaikan oleh pemateri yang sangat berpengalaman dalam bidangnya, yaitu kak Zahra Nurul Liza, S. Pd., M. Pd (Cerpenis dan Penulis Lakon), dalam pelatihan tersebut beliau menyampaikan beberapa point mengenai prosa, yaitu karya sastra apa saja yang termasuk ke dalam karya prosa, struktur pembangun prosa, serta tahapan-tahapan dalam hal menulis prosa, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta PSI KASTA.

Selanjtunya, dilanjutkan oleh pemateri kedua oleh presiden KASTA bang Ricky yang menyampaikan tentang mengapa kita harus menulis, niat dalam menulis, dan menulis menurut orang terdahulu, beliau juga menyampaikan bahwa dengan menulis kita akan mengabadikan diri.

Dalam acara ini terlihat peserta sangat antusias megikuti setiap rangkaian kegiatan hingga akhir, salah satunya Molla peserta dari UKM litersi informasi ini mengungkapkan “ senang ketika bisa ikut acara seperti ini, karena banyak ilmu yang didapat dan kebetulan saya juga sedikit susah dalam bidang sastra, apalagi pematerinya seru, setiap materi yang disampaikan mudah untuk ditangkap oleh peserta, dan dengan adanya arahan dan semangat dari pemateri membuat saya lebih giat menulis dan saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini kendala saya dalam menulis bisa teratasi”.

Sejalan dengan Molla pendiri KASTA bang Ricky Syah R mengungkapkan “ saya berharap agar semua teman-teman menjadi sastrawan atau penulis yang baik setelah bergabung di KASTA, berkarya untuk ke bermanfaatan dan selalu setia berjuang bersama KASTA. Dan untuk UKM literasi informasi semoga menjadi teman baik KASTA dan juga menjadi UKM yang mampu melahirkan generasi penulis handal dikalangan kampus dan terus bekerja sama dalam hal membuat acara kepenulisan guna untuk menambah wawasan SDM didalamnya”

[YANA]

 

Share This:

UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA RAIH PENGHARGAAN DARI KEMENKUMHAM

WhatsApp Image 2019-03-25 at 23.13.41 WhatsApp Image 2019-03-25 at 23.13.42

Librisyiana-Darussalam, Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham)  akan melaksanakan bebagai rangkaian acara, salah satunya yaitu kegiatan apresiasi upaya mitra yang berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak  di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak). Sehubungan dengan Hal tersebut, Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah mendapatkan undangan dari Kemenkumham untuk penerimaan Penghargaan Menteri Hukum dan Hak Hsasi Manusia Republik Indonesia.

Kepala UPT perpustakaan Unsyiah,  DR. Taufiq Abdul Gani, S. Kom, M. Eng, Sc  menghadiri kegiatan tersebut pada senin 25 maret 2019 di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta Pusat. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Universitas Syiah Kuala khususnya UPT. Perpustakaan Univeritas Syiah Kuala. Penghargaan tersebut diserahkan oleh DirJen Pemasyarakatan ibu Dr. Sri Puguh Budi Utami bersamaan dengan pencanangan Gerakan Nasional Pemenuhan Hak Identitas Anak dalam Rangka Rivitalitasasi Pemasyarakatan Bagi Anak oleh Bapak Menteri Hukum dan HAM RI, Dr. Yasonna Laoly.

Penghargaan tersebut diraih atas kerjasama LPKA Banda Aceh dengan Perpustakaan Unsyiah yang melibatkan Duta Baca Unsyiah dan UKM  Literasi Informasi. Dalam hal kerja sama, Perpustakaan Unsyiah telah banyak berkontribusi untuk LPKA Banda Aceh, seperti kegiatan membaca bersama dan lainnya. Kepala Perpustakaan Unsyiah, Dr. Taufiq Abdul Gani mengatakan bahwa kerja sama dengan LPKA telah terjalin sejak tahun 2017, kegiatan Literasi Informasi dilakukan secara bersama oleh para pustakawan, para dosen sebagai mentor (ibu Suraiya Kamaruzzaman dan ibu Dian Rubianty) dan mahasiswa (tergabung dalam Duta Baca Unsyiah dan UKM Literasi Informasi). Tujuannya adalah memotivasi anak-anak binaan LPKA tersebut untuk berekspresi dan berkreativitas lewat kegiatan Literasi Informasi (berupa membaca bersama, bercerita, menari, menyanyi dan lain sebagainya). “Sejak tahun 2017, mahasiswa UKM dan Duta Baca berkunjung ke LPKA dengan membawa buku pilihan untuk ditempatkan di perpustakaan mini yang mereka bina. Yang digemari oleh anak-anak tersebut adalah buku-buku ketokohan, cerita islami dan keterampilan praktis. Kemudian, anak-anak tersebut menceritakan kembali intisari dari buku yang dibaca dengan bahasa mereka sendiri,” jelas Taufiq Abdul Gani. “Para dosen juga menjadi mentor, memberikan motivasi bahwa anak-anak tersebut masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk berbuat kebaikan, berpenghidupan yang lebih baik dan menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, bangsa dan agama” lanjutnya.

Kepala LPKA Banda Aceh, bapak Ridha Anshari mengatakan bahwa kehadiran Duta Baca Unsyiah  sangat  membantu, karena menambah semangat anak didik LPKA lewat bacaan yang dibawa dari Perpustakaan Unsyiah.  Beliau selanjutnya mengharapkan untuk ke depan Duta Baca dapat membuat kegiatan soft-skill bagi anak-anak yang dibina di LPKA.

“Kerja sama ini sangat membantu terutama dengan adanya duta baca yang datang ke LPKA, menambah semangat anak didik yang ada di LPKA, ddengan bantuan buku dan bacaan bacaan yang diberkan oleh bantuan perpus unsyiah, anak anak dapat membaca buku.,” jelasnya.

Perpustakaan unsyiah merupakan salah satu lembaga yang selama ini berperan aktif terhadap pemenuhan hak anak di LPKA, Perpustakaan Unsyiah khususnya Duta Baca telah berkontribusi dalam hal kegiatan kegiatan postif.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Samsul Rizal menyambut baik terkait penerimaan penghargaan tersebut sebagai penanda bahwa Unsyiah telah kontribusi bagi pengembangan SDM walau anak anak tersebut sedang berhadapan dengan hukum dan  harapannya setelah selesai mereka dapat  kembali bekerja atau meneruskan pendidikan dan kehidupan layak.

Share This: