Dua Talent Hadir Di Relax And Easy

 

 

Librisyiana, Darussalam –  Dua talent dihadirkan lagi di relax and easy, Rabu (06/03) di Libri Cafe, UPT Perpustakaan UnsyiahK. Kedua talent tersebut bukan lain adalah Afriana Adriana sebagai penyanyi solo dan Murahdiara Murhida yang menampilkan penampilan akustiknya. Penampilan mereka berdua merupakan bukan yang pertama kalinya di Relax and Easy namun sudah beberapa kali dan sempat juga kolaborasi di acara yang lainnya.

Murahdiara Murhida  mengatakan, “Selain gitar saya juga bisa bermain biola dan drum. Saya mulai bernyanyi sejak saya SMA. Idola saya itu kalau dari Indonesia, saya suka sheila on7, “ jelasnya.

Ia juga menambahkan kalau dia dan Afriana Adriana sama-sama berasal dari takengon. Ia tampil di relax and easy juga sudah sering disini.

“ Paling ramai itu penontonnya saya tampil di Unsyiah Fair. Lagu yang saya bawakan adalah lagu yang berkesan bagi saya. Namya juga hobby. Kita pastinya senang utuk menyalurkan hobby kita dan ini juga salah satu tempat untuk menyalurkan hobby kita, “ Ujarnya lagi.

Pada acara kali ini dibawakan oleh MC bernama Keke Sahputra Kaloko .Acara relax and Easy adalah acara yang diselenggarakan oleh BEM Unsyiah yang berkolaborasi dengan UKM Literasi. Acara ini diselenggarakan rutin setiap Rabu di UPT Perpustakaan Unsyiah. (RSK)

 

Share This:

Mendekati Malam Penobatan, Finalis Duta Baca Unysiah Lakukan Pemotretan

Librisyiana, Darussalam – Finalis Duta Baca Unsyiah 2019 melangsungkan pemotetran di Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Jumat (1/3). Pemotretan ini bertujuan untuk mendapatkan foto yang nantinya akan diunggah di media sosial Perpustakaan Unsyiah sebagai foto perkenalan diri para finalis di akun Instagram perpustakaan.

“jadi di Instagram perpustakaan nanti akan ada foto-foto para finalis yang dibawahnya ada biodata mereka, ini bertujuan agar orang orang tau identitas dan latar belakang para finalis Duta Baca Unsyiah,” Jelas Nessa salah satu panitia pemilihan duta baca tahun ini.

Para finalis terlihat antusias mengikuti pemotetran. Sebelum dan selama pemotetran finalis dibekali dengan berbagai materi seperti gaya berfoto dengan baik, make up dan pakaian yang sesuai, dan hal lainnya sehingga foto tersebut terlihat bagus dan menarik. Pada pemotretan kali ini, finalis Duta Baca diharuskan menggunakan baju dengan warna yang seragam.

“Untuk pakaian pada pemoteran ini kami mengusung tema hitam putih pada baju dan celana, dasi abu – abu untuk cowok, dan cewek disediakan penata rias tapi pakai biaya sendiri,” ujar Ikhsan salah satu finalis duta baca dari jurusan Ilmu Komunikasi. “pakaiannya disiapkan sendiri oleh finalis, terus juga harus tertutup dan sopan,” lanjutnya.

Pemilihan Duta Baca merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala dan menjadi program rutin UKM Literasi Informasi (Litfor) setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca buku terhadap semua orang terutama dikalangan mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Finalis Duta Baca Unsyiah tahun ini yang akan dikarantina ada sebanyak 18 orang, sembilan laki-laki dan sembilan perempuan. Para finalis berlatar belakang dari fakultas yang berbeda – beda, ada dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, dan dari Fakultas lainnya. Sebelum malam penobatan, para finalis akan di karantina dalam waktu dekat. [GM]

Share This:

PERWAKILAN SEKJEN BEM UNSYIAH: SAYA BERHARAP INI AKAN TERSELENGGARA SECARA RUTIN DAN KONSISTEN DALAM PENERAPANNYA

Librisyiana, Darussalam –  Perwakilan Sekjen BEM turut hadir pada acara Relax and Easy, Rabu (27/2). Perwakilan BEM Unsyiah diwakili oleh Teuku Rifki. Tidak lupa pula turut hadir Perwakilan dari UKM Literasi sebagai penyelenggara acara di Libri Cafe, Perpustakaan Unsyiah.

Rasa terimakasih kepada UPT Perpustakaan karena telah memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan bakatnya disini diuangkapnya berulang-ulang kali pada acara tersebut.

Ia mengatakan, “Saya berharap ini akan terselenggara secara rutin dan konsisten dalam penerapannya. Saya juga berterima kasih kepada UKM Litersi yang sudah membantu untuk terselenggaranya acara ini berkolaborasi dengan BEM Unsyiah sejak 2015. Program relax and easy ini adalah salah satu program PSDM BEM Unsyiah yang mana program tersebut adalah program lanjutan dari tahun ke tahun hingga saat ini yang nantinya akan diselenggarakan secara rutin pada setiap hari rabu, “ Pungkasnya.

Ia juga berharap dengan adanya relax and easy ini membuka wadah untuk seluruh mahasiswa Unsyiah yang ingin menampilkan seni, music, talkshow dan yang lainnya.

Kegiatan relax and easy ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menampilkan bakatnya. Relax and Easy kali ini menampilkan beberapa talent dan juga peluncuran jingle ULF (lagu resmi ULF tahun ini) (RSK)

Share This:

Relax and Easy Hadir Kembali

 

 

 

Librisyiana, Darussalam –Setelah libur panjang masa perkuliahan, relax and easy aktif kembali, Rabu (27/02). Kegiatan ini berlangsung di Libri Cafe, Perpustakaan Unsyiah. Kegiatan ini menampilkan penyanyi solo yaitu Rizki Agustina, Pocinki Band dan Sant Art. Kegiatan ini merupakan acara yang rutin dilaksanakan setiap rabu untuk membuka wadah bagi mahasiswa yang ingin bakatnya ditampilkan di acara ini.

Kali ini Relax and Easy di bawakan oleh MC bernama Siti Aisyah.

Salah satu panitia penyelenggara Relax and Easy, Yulia mengatakan “ saya mengucapkan terima kasih untuk pengunjung yang telah mengadiri acara ini, tentunya juga kepada perwakilan sekretariat BEM Unsyiah 2019, Staff UPT Perpustakaan dan tim relax and easy serta talent yang telah menampilkan bakatnya hari ini, “ Pungkasnya.

Ia juga menambahkan bahwa  Relax and easy ini sendiri terselenggara karena kerjasama antara UPT. Perpustakaan Unsyiah, UKM Literasi dan BEM Unsyiah bidang PDSM, dan hari ini menjadi hari pertama terselenggaranya acara ini semenjak libur semester ganjil yang lalu. Acara tersebut berlangsung ramai dan tertib. (RSK)

Share This:

PANITIA ULF 2019 TERUS LAKUKAN PERSIAPAN

Librisyiana, Darussalam – Panitia Unsyiah Library Fiesta (ULF) 2019 terus fokus untuk mempersiapkan jalannya acara, berhubung hari H yang sudah begitu dekat, Sabtu lalu (23/2) panitia telah mengadakan rapat umum dan evaluasi persiapan ULF 2019 di ruang teater baru lantai 1 Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. Rapat ini dihadiri oleh seluruh bidang kepanitiaan di ULF, mulai dari bidang financial and report, bidang expo, bidang duta baca dan berbagai bidang lainnya. Selain panitia ULF, rapat juga dihadiri oleh anggota UKM literasi Informasi sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang mengawasi dan membantu jalannya event terbesar Perpustakaan Unsyiah ini.

Pada rapat kali ini, panitia membahas kesiapan untuk karantina Duta Baca Unsyiah 2019, yang diadaka pada akhir Februari ini, dan juga kesiapan malam puncak yaitu penobatan Duta Baca Unsyiah 2019. Selain itu, panitia juga membahas serangkaian acara dan lomba lomba yang akan di meramaikan ULF kali ini, termasuk bazar expo ULF 2019. Untuk mengetahui lebih lanjut rangkaian acara dan lomba yang akan  dilaksanakan, panitia akan membagikan info-info tersebut diberbagai akun sosial media, salah satunya di akun Instagram UPT. Perpustakaan Unsyiah.

Sejauh ini, panitia telah melakukan persiapan yang cukup baik, seperti penetapan tanggal dan tempat pelaksanaan berbagai event, desain flyer event, dan hal lainnya yang bisa dikatakan sudah mencapai 60 persen. Panitia terus melakukan persiapan, seperti yang dijelaskan oleh Dicky Juliadi, Ketua Panitia Unsyiah Library Fiesta 2019 “Kita terus melakukan persiapan, dengan tujuan agar acara kita berjalan dengan sukses, melaksanakan rapat panitia untuk membahasa hal hal yang harus segera dipersiapkan juga terus kita lakukan seperti rapat umum kali ini,” pungkasnya. [DMM]

 

Share This:

Akhir Tahun, Tindakan Penyalahgunaan Kartu Tanda Mahasiswa Unsyiah Meningkat

IMG_0440

(Foto Surat Teguran dan Surat Permohonan Maaf dari Mahasiswa yang Melakukan Tindakan Penyalahgunaan KTM)

 

Librisyiana, Darussalam- Dengan semakin baiknya pelayanan dan fasilitas di Perpustakaan Unsyiah, membuat para mahasiswa semakin ingin mengunjungi Perpustakaan Unsyiah. Hal ini memang merupakan satu hal positif, akan tetapi juga terdapat hal negatif, salah satunya terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, baik yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah, maupun mahasiswa non Unsyiah.

“Mulai dari awal tahun 2018, kami pustakawan bidang pelayanan mulai memantau tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa. Dimana mereka meminjamkan KTM-nya kepada teman sesama Fakultas bahkan beda Universitas. Selama bulan Januari, Februari dan Maret, jumlah kasus penyalahgunaan KTM ini masih dalam batas toleransi, akan tetapi pada akhir tahun yaitu bulan September, Oktober, November dan Desember, jumlah kasus kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa mulai meningkat. Penemuan kami pada bulan November 2018, jumlah tindakan penyalahgunaan KTM yang dipinjamkan ke teman beda Universitas sebanyak 20 kasus, sedangkan KTM yang dipinjamkan kepada teman yang sama Fakultas sebanyak 10 kasus”, ungkap Charlis Siana Rosita, Kabid Pelayanan dan Teknis Perpustakaan Unsyiah.

Ia melanjutkan, selama ini tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM terdeteksi dengan berbagai cara. Ada yang terdeteksi dari bagian check-in. Petugas check-in curiga dengan menanyakan nama mahasiswa yang check-in, mahasiswa bersangkutan menjawab nama sendiri yang berbeda dengan KTM yang digunakan. Petugas check-in juga pernah menemukan foto yang tertera di KTM laki-laki, namun yang melakukan check-in malah perempuan. Kemudian ada juga yang selamat dari bagian check-in, namun terdeteksi oleh petugas sirkulasi. Petugas sirkulasi memiliki komputer yang dapat memantau para peminjam buku. Mereka melihat yang muncul di KTM foto dan nama laki-laki tapi yang meminjamnya perempuan, jadi petugas sirkulasi langsung mem-block peminjamannya sehingga mahasiswa bersangkutan melaporkan kenapa tidak bisa meminjam, akhirnya petugas sirkulasi langsung menarik KTM-nya. Ada juga yang meminjam kartu abang atau teman yang belum pernah meminjam buku, jadi apabila belum pernah melakukan peminjaman, maka agak sedikit kesulitan ketika memasukkan pin, sehingga mereka kewalahan dan terdeteksi oleh petugas sirkulasi.

“Bagi para mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, tentu saja KTM nya kami tarik dan akan dikenai sanksi, baik bagi yang meminjamkan dan juga yang meminjam. Mereka akan kami kirimkan surat teguran ke prodi dan pelaku harus membuat surat permohonan maaf kepada Perpustakaan Unsyiah. Sanksi kami berikan lebih berat bagi mahasiswa yang meminjamkan KTM-nya kepada teman yang beda Universitas. Dimana mereka harus membuat surat permohonan maaf dan wajib diketahui oleh Dekan atau minimal Ketua Jurusan. Sanksi seperti ini kami tetapkan dengan tujuan ada efek jera bagi mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM ini. Pertama mereka akan dinasehati oleh Ketua Jurusan mereka, kemudian ketika mereka mengantarkan surat permintaan maaf harus langsung menjumpai Kabid Pelayanan dan Teknis dan akan kami nasehati lagi. Tahun depan kami akan mengetatkan sistem. Dimana apabila terdeteksi terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, KTM tersebut akan kami masukkan ke sistem dengan catatan telah melakukan pelanggaran 1 dan ini masih dimaafkan apabila telah menjalankan sanksi di atas. Namun apabila terjadi pelanggaran 2, maka tanpa pemberitahuan dan tanpa permohonan maaf, kami langsung mengganggap mahasiswa bersangkutan telah menjadi alumni sehingga KTM-nya tidak dapat digunakan lagi untuk masuk ke Perpustakakaan dan juga meminjam buku”, tegasnya.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa Unsyiah kalau kasihan kepada teman, bayar saja uang kuliah atau uang kosnya, jadi tidak ada efek ke akademik kalian. Tapi kalau meminjamkan KTM, akan banyak efek negatifnya kepada kalian. Misalnya kalau kawan yang meminjam buku dengan KTM kalian, tetapi lupa mengembalikan, lupanya pun bukan sebulan atau dua bulan, namun pernah ada yang sampai satu semester, jadi dendanya akan ditanggung oleh pemilik kartu. Hal ini akan ketahuan ketika tidak bisa mengisi KRS Online, karena KRS-nya ter-block, kemudian datang ke Perpustakaan sambil menangis dan meminta bantuan kepada pustakawan, nah kalau sudah seperti ini salah siapa? Oleh karena itu, tolonglah jaga KTM masing-masing, kan itu milik sendiri, jangan bagi ke orang lain. Semoga di Tahun 2019, hal ini tidak terulangi lagi”, tutupnya. [Moli]

 

 

 

 

Share This:

Data Pengunjung Luar ke Perpustakaan Unsyiah Selama Seminggu Terakhir

IMG20181212141253[1]

Librisyiana, Darussalam – Jum’at (21/12) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala seperti biasa dengan rutinnya mendata para pengunjung perpustakaan setiap harinya. Pendataan ini sangat berguna untuk membantu menunjang kualitas dan pelayanan perpustakaan, dari segi keamanan, pendataan pengunjung akan sangat krusial perannya dalam mendeteksi kecurangan yang bisa saja terjadi kapanpun baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Dalam minggu ini, pengunjung luar Unsyiah banyak yang mengunjungi Perpustakaan Unsyiah. Menurut data, pengunjung luar yang mendominasi adalah mahasiswa dari UIN Ar-Raniry. Namun juga terdapat mahasiswa dari Universitas lain dan masyarakat umum.

Berikut adalah data para pengunjung Perpustakaan Unsyiah yang berasal dari luar Unsyiah sejak tanggal 14-21 Desember 2018.

14 Desember

15 Desember

17 Desember

18 Desember

UIN: 17 Orang UIN: 6 Orang UIN: 15 Orang UIN: 21 Orang
UNIDA: 1 Orang UNAYA: 1 Orang Serambi: 1 Orang ITB: 1 Orang
ATRO: 2 Orang ALUMNI: 2 Orang ALUMNI: 1 Orang ALUMNI: 1 Orang
ALUMNI: 1 Orang Umum: 2 Orang

Total: 21

Total: 9

Total: 24

Total: 26

19 Desember

20 Desember

21 Desember – Sore

UIN: 11 Orang UIN: 12 Orang UIN: 2 Orang
UMUHA: 1 Orang Umum: 2 Orang ALUMNI: 2 Orang
ALUMNI: 3 Orang ALUMNI: 4 Orang
UNAYA: 2 Orang UMUHA: 1 Orang

Total: 24

Total: 24

Total: 4

Fasilitas yang ada di Perpustakaan Unsyiah dapat diperoleh oleh mahasiswa/mahasiswi luar Unsyiah ataupun masyarakat umum dengan cara membayar uang jaminan masuk atau  membuat kartu keanggotaan dari Perpustakaan Unsyiah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. [MF] [RSK]

Share This:

Perpustakaan Kementerian Luar Negeri RI Kunjungi Perpustakaan Unsyiah

20181221_181944

Librisyiana, Darussalam- Jum’at (21/12), Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kunjungi Perpustakaan Unsyiah dalam rangka studi banding untuk melakukan pengembangan terhadap perpustakaan Kemlu RI serta mendistribusikan hasil-hasil kajian dari  BPPK (Badan Pengkajian Pengembangan Kebijakan) Kemlu RI  yang dapat dijadikan sebagai acuan kerjasama antara Perpustakaan Unsyiah dan Perpustakaan Kemlu RI.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Perpustakaan Unsyiah menjelaskan framework pengembangan tata kelola perpustakaan dan sasaran mutu yang telah dicapai kepada perwakilan Perpustakaan Kemlu RI. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang Perpustakaan Unsyiah yang menjadi pusat literasi. Dimana tidak hanya berupa kegiatan yang berkaitan dengan buku, akan tetapi juga menjadi workingspace bagi mahasiswa Unsyiah.

Ia berpendapat bahwa tidak menutup kemungkinan  bagi perpustakaan khusus kementerian untuk menerapkan konsep yang sama dengan level yang berbeda.

Ia juga berharap dapat menjalin kerjasama dalam hal Open Educational Resources (OER) dengan perpustakaan Kemlu RI. Dimana perpustakaan Unsyiah dapat memberikan ebook gratis berlisensi creative common yang berasal dari Universitas luar negeri seperti Oxford University.

Tentu saja hal ini disambut baik oleh pihak perpustakaan Kemlu RI.

Erwin Shiddiq, salah satu perwakilan dari Perpustakaan Kemlu RI mengatakan, “Semakin baik harmoni atau bermitra dengan perpustakaan Unsyiah, saya rasa perpustakaan kami akan menjadi lebih baik ke depannya,”ujarnya dalam wawancara.

Ia juga berharap perpustakaan Unsyiah dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu perpustakaan dalam ruang yang lebih luas seperti mengembangkan hubungan kerjasama.[PINA][ZAAC]

Share This:

LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) ADAKAN KUNJUNGAN KE UPT. PERPUSTAKAAN UNSYIAH

IMG-20181220-WA0044

Librisyiana, Darussalam- Kamis(20/12) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berkunjung ke UPT.Perpustakaan Unsyiah sebagai bentuk kerjasama Unsyiah dan  pengabdian kepada berbagai lapisan masyarakat. Acara tersebut diadakan di ruang teater mini Perpustakaan Unsyiah yang terletak di lantai 1. Ada 19 anak binaan dan para staff LPKA yang mengikuti acara yang diselenggarakan oleh UPT. Perpustakaan Unsyiah. Selain dari pihak LPKA, acara juga dihadiri oleh mahasiswa yang merupakan anggota UKM Literasi dan Informasi.

Acara tersebut dipandu oleh Suraiya Kamaruzzaman.

Ia mengatakan, “Agenda penguatan untuk anak-anak pembinaan khusus tersebut luar biasa karena mereka masih punya peluang dan masa depan, apabila mereka tidak dimotivasi untuk kembali menjadi warga negara yang baik, hal tersebut akan menjadi persoalan, selain itu Kepala LPKA juga mengizinkan mereka untuk mengunjungi Perpustakaan Unsyiah, dimana ini bukanlah hal yang mudah,” ujarnya dalam wawancara.

Ia berharap acara tersebut dapat diadakan secara rutin dan melibatkan siapa saja menjadi volunteer termasuk UKM seni, karena anak-anak tersebut memiliki kepekaan terhadap seni yang tinggi.

Pada acara tersebut para anak binaan diajak berinteraksi dengan temannya dan mahasiswa Unsyiah. Anak- anak diminta untuk menanyai nama, asal dan sifat positif apa yang dimiliki oleh lawan bicara. Selain itu, acara tersebut menampilkan bakat-bakat yang dimiliki oleh para anak binaan dan membuat anak- anak itu terlihat sangat antusias. Mereka juga diajak menonton video inspiratif yang memotivasi diri dan diminta untuk menggambar sebuah pohon impian yang menuliskan cita-cita dan usaha apa yang akan mereka lakukan di masa depan. Mereka juga diminta untk menceritakannya.

Acara diakhiri dengan penutupan oleh Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr. Taufiq Abdul Gani.

“Acara ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Perpustakaan Unsyiah dengan pihak LPKA, dan diharapkan bukan yang pertama dan terakhir.  Saya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para anak binaan dapat termotivasi untuk berkuliah juga seperti mahasiswa Unsyiah,”jelasnya. [PINA]

Share This:

PELAMAR RELAWAN UPT. PERPUSTAKAAN UNSYIAH TERUS MENINGKAT

 

20181219_135424

Librisyiana, Darussalam- Rabu (19/12) Mahasiswa Unsyiah antusias mendaftar program relawan Perpustakaan Unsyiah. Untuk saat ini, ada 300 mahasiswa Unsyiah yang mendaftar untuk menjadi relawan di UPT. Perpustakaan Unsyiah. Rekrutmen relawan tersebut telah berlangsung sejak sabtu lalu tanggal 15 Desember 2018. Mahasiswa yang boleh mendaftar adalah mahasiswa aktif Unsyiah, penyelenggara tidak memperkenankan untuk mahasiswa yang mengambil cuti maupun mahasiswa dari Universitas lainnya untuk bergabung menjadi relawan. Selain itu, penyelenggara mengutamakan mahasiswa yang aktif dalam UKM Literasi dan Informasi dan juga dalam hal yang berhubungan dengan perpustakaan tersebut.

Walaupun hanya sekitar 40 kuota yang tersedia untuk relawan yang bertugas dalam layanan tambahan, hal ini tidak mempengaruhi jumlah pendaftar yang terus meningkat.

Syukran, Staff Digital Corner mengatakan,“Kuota untuk relawan yang bertugas dalam layanan tambahan adalah 40, namun kuota ini telah terisi oleh 17 mahasiswa relawan lama dan hanya tersisa 23 kuota lagi, tapi kami akan memerlukan kuota cadangan apabila saat evaluasi yang dilakukan setiap tiga bulan sekali ditemukan mahasiswa yang tidak bertugas sebagaimana mestinya,”ujarnya.

Untuk seleksi pelamar akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu seleksi berkas dan wawancara. Dalam hal seleksi berkas, penyelenggara hanya meminta untuk melampirkan fotocopy kartu tanda mahasiswa, fotocopy slip spp serta curriculum vitae. Berkas yang diminta diantarkan langsung ke ruang Digital Corner yang terletak di lantai 2 gedung UPT.Perpustakaan Unsyiah. Pelamar juga diminta melakukan pendaftaran secara offline di tempat yang sama. Untuk wawancara, pelamar akan dinilai menurut keterlibatannya di Perpustakaan Unsyiah serta seberapa sering mereka berkunjung. Wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Desember 2018.[PINA]

Share This: