Dengan Sertifikasi ISO, Pustakawan Unsyiah Merasa Lebih Confident

20170521_081915Librisyiana, Darussalam – Perpustakaan Unsyiah telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik kalau diihat dari pencapaian Sasaran Mutu 2017. Hal ini didapat sejak Perpustakaan Unsyiah dengan tekun dan terus menerus menerapkan Standar Manajemen Internasional, dimulai dengan ISO 9001

Zakiah Mustafa sebagai pustakawan di Unsyiah merasakan saat ini lebih confident. “Merupakan kebahagian bagi kami melihat antusiasnya Civitas Unsyiah datang berkunjung dan menikmati pelayanan kami, meminjam buku, ikut di kelas literasi informasi, berbagai pelatihan dan talk-show dan terakhir para dosen dan mahasiswa menyalurkan kreativitas di Perpustakaan Unsyiah” demikian Ibu Zakiah mengatakan. Namun beliau menambahkan hal tersebut diatas telah menambah kompleksitas pengelolaan perpustakaan itu sendiri. “Kami harus menjamin bahwa sumber daya yang diperlukan dapat terpenuhi, berkualitas sempurna dengan pelayanan yang prima. Jaminan pelayanan seperti itu rasanya tidak mungkin kami berikan kalau ditopang dengan Sistem Manajemen Konvensional, atau sekedar apa-adanya saja. Alhamdulillah dengan Sistem Manajemen Mutu ISO yang kami terapkan bukan hanya merencanakan dan melakukan, tetapi setelah sertifikasi diikuti dengan siklus Audit dan Review untuk menaikkan Sasaran Mutu” demikian ungkapan beliau. Secara singkat kepercayaan diri atau confident staf dan Pustakawan Unsyiah muncul karena dukungan Civitas dan ditopang oleh Sistem Manajemen yang tersertifikasi dan terjamin.

Ibu Meis Musida, yang telah berpengalaman dalam IT manajemen di Nokia-Siemens dan PT XL Axiata dan pernah berkunjung ke Perpustakaan Unsyiah  mengatakan kepercayaan diri pengelola dapat terbentuk atas asset dan layanan yang terjamin kelangsungan operasional, aman, minimnya gangguan dan kecepatan respond. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan perhatian serius pada sisi back-end dari asset dan pelayanan yang unggul dan kritikal. Pengamanan back-end terhadap asset dan pelayanan tersebut akan mengoptimalkan pengembalian nilai balik, return value baik financial maupun non financial untuk kemandirian Perpustakan Unsyiah. Tentu saja dengan Business Plan yang comprehensive. Ini lah yang menjadi inti dari training ISO 27001, 18 sd 19 Mei di Perpustakaan Unsyiah.

Dr. Taufiq Abdul Gani  mengakui bahwa rasa confident diatas terbentuk dari asset dan pelayanan unggulan yang sudah mulai menampakkan diri perlahan-lahan. “Kita punya asset Skripsi Online ETD, OPAC, Unsyiana, LSS, discussion room. Satu lagi yang tidak boleh lupa adalah kita punya human resource (asset) yang unik karena mampu memberikan pelatihan yang khas” rinci beliau. Asset tersebut harus kita optimalkan untuk mendapatkan return value non-finacial dan financial, apalagi unsyiah saat ini ingin menjadi perguruan tinggi yang lebih otonom dengan BLU dan BHPnya.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.