Ini Dia 5 Perubahan Perpustakaan Unsyiah di Semester Baru 2017

IMG_20170215_090316

Librisyiana, Darussalam – Jika anda sering ke perpustakaan Universitas Syiah Kuala dan merupakan salah satu pemustaka yang setia, pastinya anda pernah membaca quote yang tergantung di plafon lantai 3 pustaka Unsyiah yang bertuliskan “No day Without Improvement” . Ya, “Tiada hari tanpa perbaikan atau kemajuan ke arah yang lebih baik”. Hal ini tidak hanya sekedar kata-kata bijak yang digantung, namun salah satu perpustakaan dengan koleksi yang lengkap dan bersertifikat internasional yang ada di Aceh ini, membuktikannya.

Saat ini, perpustakaan Unsyiah sedang melakukan 5 perubahan yang bertujuan untuk menjadikan perpustakaan Unsyiah ini menjadi lebih baik. Perubahan yang pertama yaitu memperbaiki plafon toilet yang bocor. Kedua, mengecat dinding yang terkelupas. Ketiga mengganti warna perpustakaan. Keempat, memperbaharui sirkulasi. Terakhir, memindahkan relax and easy dari lantai 2 ke lantai 1. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Taufiq Abdul Gani kepada Librisyiana pada Selasa (14/02/2017).

“Problem selama ini kan toilet, dimana toilet untuk pria di lantai 2 dan 3 plafonnya bocor. Akhirnya kami membongkar plafon toilet dan menemui beberapa titik kebocoran. Saat ini, kami sudah memperbaiki plafon yang bocor termasuk pipa-pipanya juga diganti. Kondisinya sekarang kami sedang menunggu selama satu minggu untuk melihat apakah masih ada yang bocor atau tidak, jika sudah tidak ada lagi kebocoran, maka kami akan memasang semua plafon yang baru”, katanya.

Toilet yang bocor ini ternyata menjadi sumber terkelupasnya cat yang ada didinding-dinding perpustakaan seperti di ruang diskusi. Karena air dari plafon yang bocor, merembes hingga ke dinding. Akhirnya, perpustakaan Unsyiah pun melakukan pengecatan ulang terhadap dinding-dinding tersebut. Tidak hanya itu, perpustakaan Unsyiah juga membuat pustaka menjadi lebih berwarna dengan mengecat dinding dan tiang-tiang yang ada di setiap lantai perpustakaan dengan warna yang baru.

“Perubahan selanjutnya, adalah perubahan sirkulasi. Seperti yang telah dilihat selama ini, sirkulasi kita kan terlalu besar. Dahulu memang membutuhkan sirkulasi yang besar, karena banyak staff yang bekerja terhitung sampai 8 orang. Namun sekarang kan kondisinya kita sudah melakukan pelayanan automasi, yaitu pelayanan yang tidak membutuhkan campur tangan pustakawan, seperti peminjaman mandiri, perpanjangan buku pun sekarang sudah bisa lewat smartphone cukup dengan menginstal Uilis App, jadi banyak sekali kerjaan yang tidak membutuhkan staff lagi. Oleh karena itu, kami mengurangi jumlah staff di bagian sirkulasi menjadi 4 orang. Dengan demikian, sirkulasi perlu kecilkan supaya tidak makan tempat yang banyak, kemudian kami pun merubah suasanan sirkulasi dengan konsep yang lebih modern. Jadi dengan ukuran sirkulasi yang minimalis, staff disana hanya melayani pengembalian buku, pendaftaran anggota untuk dosen, ETD, dan pelayanan bebas pustaka”, ungkapnya.

Relax and Easy yang sebelumnya berada di lantai 2 pustaka Unsyiah, dipindahkan ke lantai 1 disamping Libricafe. Disana, kita juga bisa melihat suasana yang berbeda dan lebih fresh dibanding sebelumnya. Direncanakan, pada posisi Relax and Easy yang sebelumnya akan dipasang photoboot dengan icon pustaka. Jadi disana bisa dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan untuk berfoto-foto.

“Dana yang dihabiskan pustaka untuk melakukan lima perubahan ini sekitar 300 juta rupiah. Saya mengharapkan dengan adanya perubahan-perubahan ini, mahasiswa bisa lebih nyaman dan selalu tertarik untuk mengunjungi perpustakaan. Saya juga ingin mengingatkan, dengan terbaharuinya fasilitas yang tersedia di perpustakaan unsyiah ini, mahasiswa juga bisa menjaga kelestarian pustaka. Karena saya pernah mendapati ada wallpaper yang dicoret, dan ada juga dibeberapa ruang mahasiswa yang masih meninggalkan botol minumannya. Nah, saya sangat berharap kepada pengunjung pustaka agar beberapa hal ini tidak terjadi lagi”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.