Information-Security-ISO 27001 Mengamankan Quality-Management-ISO 9001 Yang Diterapkan Perpustakaan Unsyiah

20170518_085517

Librisyiana, Darussalam – Perpustakaan Unsyiah telah melakukan Pelatihan ISO 27001 Information Security Management yang di ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan Universitas Syiah Kuala pada tanggal 18 -19 Mei 2017.  Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Hizir dan diikuti oleh 25 orang staf Perpustakaan.  Yang menjadi pemateri adalah ibu Meis Musida, konsultan IT manajemen dari TUV Rheinland,  yang berpengalaman dalam operasional Teknologi informasi sebagai staf di Nokia Siemens dan kemudian menjadi Cloud & Data Center Senior Manager di PT. XL Axiata Tbk.

Saat ini Perpustakaan Universitas Syiah Kuala  telah menjalankan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 yang mengedepankan pelayanan pelanggan, sedangkan yang  diperkenalkan dalam pelatihan ISO 27001 ini adalah persiapan Perpustakaan Universitas Syiah Kuala untuk memproteksi keamanan informasi, jadi dua hal di atas adalah dua sisi yang berbeda dan saling melengkapi.

Saat diwawancarai dalam pelatihan tersebut Meis Musida menyampaikan , “Perpustakaan Universitas Syiah Kuala saat ini telah berhasil memberikan mutu pelayanan yang cukup baik yang menjadi sasaran ISO 9001. Hal ini dapat dilihat dari pelayanan yang telah terdigitalisasi bahkan dapat diakses oleh pelanggan dari luar lingkup Universitas. Pelayanan secara digital ini diharapkan dapat memudahkan user atau pelanggan untuk memperoleh informasi lebih cepat dan mudah. Terlepas dari itu diperlukan pengamanan informasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi user dalam mengakses informasi pada Perpustakaan Unsyiah”, imbuhnya. Dalam memenuhi kebutuhan akan rasa aman dan nyaman ini maka dari itu diperlukan uji sertifikasi ISO 27001 yang dapat diperoleh dengan cara memberikan proteksi pada sistem yang dibutuhkan oleh pelanggan dan juga pustakawan tentunya.

Sertifikasi ISO 20017 yang tengah menjadi isu hangat dan dirasa penting untuk mengamankan aset data atau informasi yang dimiliki Perpustakaan terutama dalam menanggapi serangan-serangan virus atau pencurian data, maka dari itu perlu dipikirkan manajemen pemilihan sistem seperti anti-virus, hardware dan operating systemnya.

Meis Musida dalam kesempatannya juga memberikan range penilaian kepada Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. Dalam Standar Nasional Indonesia beliau menilai bahwa Perpustakaan Universitas Syiah Kuala memperoleh Range Nilai 8 hingga 9 dari 10. Hal ini didasari dari pencapaian-pencapaian  yang telah dimiliki oleh Perpustakaan. Ada tiga hal yang dianggap menjadi penunjang keberhasilan dalam pelayanan Perpustakaan Unsyiah yaitu kebutuhan ruang yang terpenuhi, sistem yang mendukung dan koleksi buku.

“Saat ini perpustakaan Universitas Syiah Kuala telah menyediakan ruang yang memenuhi kebutuhan pengguna, yaitu dalam segi Luasan ruang, fasilitas ruang dan pemenuhan kenyamanan dalam ruang. Sistem dalam Perpustakaan Unsyiah juga sudah mumpuni terlihat dari palayanan digitalisasi yang pastinya memudahkan user. Namun untuk koleksi buku masih belum memadai. Koleksi buku ini maksudnya apakah buku yang dimiliki di Perpustakaan benar-benar dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan user. Hal inilah yang membuat saya memberikan range nilai 8-9 karena cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan koleksi buku ini, hal ini pada dasarnya menjadi perhatian khusus tentunya” Imbuh Meis. Meski demikian dalam pembahasannya, ISO 20071 ini bukanlah membicarakan mengenai koleksi buku, tapi pengamanan informasi. Koleksi buku dan pengamanan sistem  merupakan dua sisi yang berbeda namun sangat penting untuk terus ditingkatkan dan menjadi tugas dari pengurus pustakawan agar dapat memilih koleksi buku yang lebih informatif. (KB)

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.