Kemandirian Finansial Perpustakaan Unsyiah Melalui Libricafe

IMG_20161026_160713Librisyiana, Darussalam- Kota dengan seribu warung kopi atau cafe, memang sudah menjadi gelar bagi kota Banda Aceh. Berangkat dari hal ini, pimpinan Universitas Syiah Kuala berfikir bagaimana caranya membuat mahasiswa Unsyiah tidak membuang-buang waktunya dengan percuma duduk nongkrong diwarung kopi, tapi bisa memanfaatatkan waktu dengan baik salah satunya dengan membaca buku. Dengan hadirnya Libricafe di perpustakaan Unsyiah, kini dapat menghapus permasalahan tersebut. Dimana mahasiswa bisa ngopi di perpustakaan sambil membaca buku dan mengerjakan tugas.

Fungsi perpustakaan

“Libricafe ini sebenarnya sebagai kelengkapan dari suatu perpustakaan. Kita ketahui bahwa perpustakaan ini memiliki beberapa fungsi. Selain menjadi tempat edukasi, pustaka juga menjadi tempat rekreasi. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat rekreasi, pustaka Unsyiah mencoba untuk membuat mahasiswa itu rileks dan disesuaikan dengan lifestyle mahasiswa yang suka nongkrong di cafe-cafe, jadi mereka bisa membaca buku sambil ngopi biar tidak ngantuk. Dan pak rektor pun juga menginginkan hal yang demikian”, kata Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah Kepada Librisyiana pada Rabu (26/10/2016).

Kemandirian Finansial

“Libricafe ini juga mendatangakan manfaat lainnya, yaitu bisa menjadi tambahan dana bagi pustaka Unsyiah. Dimana kita ingin pustaka itu mandiri dari sisi pembiayaan. Dengan kata lain, pustaka Unsyiah berusaha menggali pendapatan sehingga bisa menghasilkan pustaka yang memiliki kemandirian dalam hal finansial”, ujarnya.

“Selama ini kan pembiayaan pustaka resource nya dari SPP mahasiswa Unsyiah. Saya ingin konstribusi dana bagi pustaka tidak hanya dari SPP mahasiswa, jadi dengan adanya kegiatan-kegiatan dan kerjasama dengan pihak luar seperti Coffee Cho ini bisa menambah pendapatan pustaka Unsyiah atau resource generating revenue”, tandasnya.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.