Lakukan Audit Internal, Pustaka Unsyiah Tekankan Customer Focus

IMG_20170303_150222Librisyiana, Darussalam- Memasuki bulan Maret, UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala kembali melakukan Audit Internal Perpustakaan Unsyiah (AIPU). Audit internal yang dilakukan selama dua kali dalam setahun ini, sudah memasuki siklus ke empat.

“Kali ini kita harus mengutamakan customer focus. Jangan hanya berorientasi pada proses saja (process oriented),  namun kita juga harus melihat apa keinginan atau kebutuhan dari para user atau customer perpustakaan ini. Jadi, kita para pustakawan yang menjadi pengurus atau pengelola perpustakaan, harus bisa melihat dari sudut pandang lain dan coba berfikir bahwa bagaimana kalau kita ini adalah seorang pengunjung pustaka. Dengan demikian kita memiliki pendorong untuk terus memberikan pelayanan terbaik agar bisa memperikan kepuasan kepada customer”, kata Kepala Perpustakaan Unsyiah ketika memberi kata sambutan dalam opening meeting AIPU, pada Jum’at (3/3/2017).

Audit sendiri akan mulai dilakukan pada hari Senin, dan akan berlangsung selama empat hari kedepan. Tim auditor yang diketuai oleh Khaizal, akan mendatangi setiap counter-counter pelayanan dan bagian-bagian yang ada diperpustakaan. Mereka akan melihat apakah disana terdapat ketidaksesuaian standar/SOP yang telah ditetapkan dengan kenyataan proses yang terjadi di lapangan. Tidak hanya itu, mereka juga akan melihat apa saja kendala yang terjadi selama ini, apa inti penyebab yang membuat terjadinya ketidaksesuaian. Dari hal tersebut diharapkan akan hadirnya suatu continuous improvement, suatu perbaikan yang terus menerus. Karena penjaminan mutu itu menggunakan siklus Plan, Do, Check dan Adjust  (PDCA). PCDA ini saling berkaitan, tidak bisa berdiri sendiri. Jadi tidak hanya plan dengan do saja yang dikerjakan, tetapi juga harus ada check dan adjust supaya sasaran mutunya itu naik.

“Saya berharap dengan adanya audit internal ini, mutu perpustakaan Unsyiah akan terus meningkat. Karena perlu dipastikan bahwa penjaminan mutu itu bukan merupakan suatu hal yang berasal dari luar pustaka, bukan suatu entiti asing yang dimasukkan kedalam perpustakaan. Namun saya mengharapkan, itu merupakan suatu bagian integral, suatu bagian yang sudah menyatu dengan budaya kerja yang ada diperpustakaan”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.