Lakukan Rotasi Staf, Perpustakaan Unsyiah Canangkan Tiga Program Strategis

consultant

Librisyiana, Darussalam- Sudah menjadi program rutin bagi UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, untuk melakukan rotasi staf di setiap awal tahun. Rotasi kerja ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kinerja staf, dan penyesuaian terhadap program-program strategis perpustakaan. Seperti kata Kepala UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, kepada Librisyiana pada Senin (30/01/2017).

“Tentu saja jika ingin memacu program strategis perpustakaan, haruslah di sesuaikan dengan personil yang memang cocok. Maka di setiap awal tahun di bulan Januari, kami lakukan evaluasi ulang yang melibatkan saya, Kasubbag TU dan pustakawan senior. Dalam tahun ini, ada beberapa pergeseran yang penting yang sejalan dengan sasaran perpustakaan Unsyiah”, katanya.

 “Beberapa program strategis yang menjadi sasaran pustaka Unsyiah di tahun 2017 yaitu pertama, menguatkan mutu dengan menjalankan ISO, tahun ini tim penjaminan mutu akan menyiapkan dokumen implementasi SPMI (Sistem Perencanaan Manajemen Mutu Internal). Ini merupakan kewajiban perpustakaan Unsyiah, karena seperti yang kita ketahui perpustakaan Unsyiah berada di bawah Dikti. Masih berkaitan dengan mutu, pustaka Unsyiah juga merencanakan sertifikasi ISO 27001:2013 tentang pelayanan IT security yang mengarah ke keamanan sistem informasi. Kedua, pustaka Unsyiah akan memperlengkap local content, yaitu Unsyiana. Unsyiana ini memuat dokumen-dokumen seputar Unsyiah atau koleksi-koleksi lokal Unsyiah seperti hasil karya dosen , berita, pidato rektor dan semua informasi-informasi yang berkaitan dengan Unsyiah harus kami miliki dengan lengkap dan terdokumen dengan rapi. Ketiga, memperbaiki masalah yang terjadi pada bagian pelayanan dan teknis mengenai keakuratan koleksi. Dimana di data base dan fisik harus sama”, paparnya.

Ia menambahkan, memang ada beberapa hal lainnya yang tidak diletakkan pada program strategis. Karena beberapa hal tersebut sudah bergulir secara rutin. Contohnya kelas literasi informasi, awal-awal memang menjadi sasaran perpustakaan Unsyiah. Namun, sekarang orang-orang sudah tahu, paham dan telah ikut berpartisipasi langsung dalam kelas literasi informasi. Oleh karena itu, tinggal dijalankan saja dan tidak dijadikan lagi fokus utama, namun tidak dilupakan. Selanjutnya ada mesin peminjaman mandir, dimana dulu pustaka Unsyiah fokus pada hal tersebut, namun sekarang sudah berjalan seperti apa adanya. Kemudian juga yang dianggap banyak tantangan oleh pustaka Unsyiah masalah e-payment cashless yang menggunakan brizzi, sekarang juga mahasiswa sudah menggunakannya karena telah disosialisasi dengan baik.

“Dengan adanya rotasi staf di lingkungan perpustakaan, kami mengharapkan agar terbentuk teamwork yang lebih kuat dalam mencapai dan menggejar program strategis yang sudah kami canangkan di 2017”, tandasnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.