Manajemen Mutu, Fokus Utama UPT.Perpustakaan Unsyiah di Tahun 2017

qa-2

Librisyiana, Darussalam- Target yang paling penting yang akan dijalankan oleh UPT.Perpustakaan Unsyiah adalah manajemen mutu. Ketua bidang penjaminan mutu, Badratun Nafis, mengatakan kepada Librisyiana pada Senin (30/01/2017) bahwa manajemen mutu ini lebih mengarah ke sistem, Dimana perlu diketahui, bahwa sistem adalah hal yang paling penting dalam sebuah organisasi, dalam hal ini perpustakaan. Mutu itu sendiri seperti kecocokan atau kata lainnya menunjukkan kesesuaian terhadap kebutuhan pemustaka. Ia dan timnya harus memastikan apakah yang telah disediakan oleh perpustakaan Unsyiah sudah relevan atau belum dengan hal yang dibutuhkan oleh pemustaka.

“Dalam manajemen mutu ini, kami memiliki dua target yaitu menyelesaikan SPMI (sistem penjaminan mutu internal) dan ISO 27001. Karena kami sadar bahwa komitmen terhadap mutu dan quality awareness itu sangatlah berpengaruh terhadap kualitas pustaka Unsyiah. Target pertama, kami akan mencoba untuk menata kembali dokumen SPMI, yang mana harus dijalankan sesuai dengan prosedur. Dalam hal ini, ada bantuan dari setiap-setiap bidang yang ada diperpustakaan yang akan membuat terlebih dahulu proses bagiannya masing-masing, kemudian dikumpulkan ke bagian penjaminan mutu. Disini kami akan mengecek dan akan kami kelompokkan menjadi satu dokumen SPMI. Kedua, kami akan berusaha bisa mendapat sertifikasi ISO 27001: 2013 tentang IT. Ini lebih ke standar sistem manajemen keamanan informasi teknologi. Gunanya, bisa membantu perpustakaan dalam menjalankan perbaikan yang berkesinambungan untuk mengelola keamanan informasi teknologi di perpustakaan Unsyiah. Selanjutnya, juga bisa memastikan perpustakaan Unsyiah memiliki kontrol yang memadai terkait keamanan informasi. Karena dalam ISO 27001:2013 itu terdapat standar manajemen untuk IT , bahgaimana keamanan yang harus kita jaga. Dengan adanya ISO 27001:2013, IT perpustakaan Unsyiah bisa termanajemen dengan baik, memperbaiki kekurangan sistem, dan meningkatkan kemanan sistem sehingga orang-orang juga lebih percaya”, katanya.

Ia menambahkan, kedepan akan ada pelatihan mengenai keamanan sistem dan akan mulai langsung diterapkan agar bisa mendapat sertifikat ISO 27001. Hal yang harus diperhatikan oleh bidang penjaminan mutu yaitu jika ada masalah yang terjadi  seperti ada server yang tiba-tiba error, maka harus melakukan corrective action dimana tidak hanya sekedar memperbaiki, namun juga paham dan menemui akar permasalahan sehingga tidak terjadi lagi masalah. Perpustakaan Unsyiah perlahan-lahan akan mencoba untuk menerapakan  klausul ISO 27001.

“Saya berharap, bisa terus terjadi kesesuaian antara produk perpustakaan Unsyiah seperti koleksi, sarana dan prasaranan dengan kebutuhan pemustaka. Gunanya, untuk menjaga kesetian mereka. Agar mereka selalu setia, maka pustaka Unsyiah harus meningkatkan pelayanan. Terkahir, semoga mutu perpustakaan Unsyiah tetap baik dan terus meningkat menjadi lebih baik”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.