MANTAPKAN LAYANAN, PERPUSTAKAAN UNSYIAH ADAKAN PELATIHAN ISO 20000

 IMG-20181011-WA0008

Librisyiana, Darussalam – Kamis, (11/10) Sebanyak 25 orang staf Perpustakaan Unsyiah mengikuti pelatihan audit internal iso 27001:2013 yang merupakan sertifikasi dalam hal keamanan informasi dan juga  kepedulian (awareness) iso 20000-1 2019 yang merupakan Standar Internasional  Sistem Manajemen Pelayanan. Pelatihan ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 8 sampai dengan 11 oktober 2018, di ruang seminar Perpustakaan Unsyiah Lantai 3. Pelatihan ini diisi oleh pemateri dari TUV Rheinland ibu Ira Kurniawati, seorang konsultan yang memiliki internasional certified lead auditor untuk kedua standar diatas.

Kepala Bidang Manajemen Mutu Perpustakaan Unsyiah Badratun Nafis mengatakan, pelatihan ini sebagai bukti bahwa Perpustakaan Unsyiah ingin selalu ada perubahan perbaikan. “Sertifikasi ISO 9001 yang sudah 2 kali meletakkan kesadaran pentingnya manajemen mutu, dan itu sudah dijalankan. Tapi disini masih berbicara mutu yang umum, tidak spesifik yang menentukan bagaimana menjalankannya. ISO 27001 memberikan arahan bagaimana menjaga keamanan atas sumber daya layanan sehingga terjamin availability (ketersediaan), confidentiality (kerahasiaan) dan integrity (integritas),” jelasnya.

Lewat ISO 20000, Perpustakaan Unsyiah akan menerapkan persyaratan tata kelola teknologi informasi dalam merencanakan, melaksanakan, memonitor dan meningkatkan pelayanannya. ISO 20000 akan mengikat Perpustakaan Unsyiah untuk menjamin layanan yang diberikan sesuai perjanjian atau MOU dengan pelanggan lewat Service Level Aggreement.

Ibu Ira mengatakan langkah yang dilakukan Perpustakaan Unsyiah sudah tepat. Sedikit sekali instansi pemerintah yang mengikuti sertifikasi ISO 20000. Padahal sebagai pelayan masyarakat yang didominasi IT mereka harus tahu bagimana persyaratan mengelola pelayanan berbasis IT. Lembaga yang sudah menerapkan ISO 20000 seperti BCA, Kemenkeu, LAPAN, Telkom University, masih sedikit.

Kepala Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufiq Abdul Gani mengatakan, Perpustakaan Unsyiah ingin lebih kompetitif dengan lembaga yang sudah menerapkan ISO 20000. “Selama ini kita hanya berorientasi dalam hal buat software aplikasi dan pasang jaringan, kita tidak berpikir bagaimana tatakelolanya, sehingga kita punya alat canggih tapi pelayanan kita tidak tumbuh jadi lebih baik,” ucap Dr. Taufiq Abdul Gani. “Kami bertekad Perpustakaan Unsyiah akan tersertifikasi ISO 20000  tahun 2019 nanti. Persiapan sudah kami jalankan sejak 2 bulan lalu,” lanjutnya.

Rektor Unsyiah diwakili oleh ketua LP3M mengakui peran Perpustakaan Unsyiah dalam akreditasi sangat membantu. Pengembangan berbasis IT, komputerisasi harus dilaksanakan. Semoga  Perpustakaan Unsyiah menjadi pusat literasi [DMM]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.