Popular Tags:

Kini Katalog Perpustakaan Unsyiah Diintegrasikan Secara Nasional

26/11/2015 at 21:43

Librisyiana, Darussalam – Perpustakaan Unsyiah telah melakukan kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mengintergrasikan katalog yang dimilikinya ke katalog Nasional.

Katalog Perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan perpustakaan yang dimiliki oleh sebuah UPT. Perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu.

Tujuan diintergrasikannya katalog Perpustakaan Unsyiah ini ke katalog Nasional adalah untuk lebih memudahkan pihak perpustakaan dalam menunjukkan buku yang dimiliki berdasarkan pengarang, subjek, dan jenis literatur. Selain itu, juga dapat membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisi dan karakter buku tersebut (sastra ataukah berdasarkan topik).

Perpustakaan Unsyiah sendiri merupakan salah satu dari 40 Perpustakaan Nasional yang telah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mengintegrasikan katalog yang dimiliki ke Katalog Nasional.

Kerja sama yang dilakukan ini diharapkan dapat menambah kredibilitas Perpustakaan Unsyiah sebagai Perpustakaan yang mengutamakan pelayanan secara prima dan berbasis teknologi. [Rdl]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Menikmati Suasana Negeri Ginseng di Korea Corner

26/11/2015 at 21:17

10520346_1006326582746814_439778041_n    12080526_1669985939915547_1139474458_n

Librisyiana, Darussalam – Untuk dapat merasakan suasana negara Korea, sekarang tidak perlu lagi harus merogoh kantong dalam-dalam. Karena suasana Negara yang dijuluki Negeri Ginseng tersebut juga dapat dirasakan di Korea Corner yang terletak di lantai III Perpustakaan Unsyiah.

Ruang yang didirikan tahun 2011 tersebut adalah hasil kerja sama antara Universitas Syiah Kuala dengan Kementrian Kebudayaan Korea. Staf Perpustakaan Unsyiah, Huriyah, mengatakan tujuan mendirikan Korea Corner itu sendiri adalah untuk mempromosikan budaya Korea kepada masyarakat Aceh.

“Korea corner itu ada atas kerjasama Unsyiah dengan Kementrian Kebudayaan Korea yang ingin memperkenalkan budayanya kepada masyarakat Aceh, dan mereka meminta tempat untuk menampilkan budaya dan pernak-pernik tentang Korea disini (baca: Perpustakaan)”, kata Huriyah.

Ruangan yang berada di lantai tiga Perpustakaan itu menyediakan bermacam pernak-pernik budaya Korea Selatan, mulai dari poster, baju tradisional Korea, buku-buku berbahasa Korea, dan alat musik.

Selain pernak pernik dan buku, baju tradisional Korea yaitu Hanbook juga dapat dipakai oleh para pengunjung. Baju tersebut tersedia untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. “Banyak yang ke Korea Corner untuk berfoto menggunakan baju tradisional hanbook, dosen bahkan membawa anaknya untuk berfoto dengan baju itu”, lanjut Huriyah. [MM]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Mengenal Layanan Literature Search Service (LSS)

26/11/2015 at 20:50

 

downloadLibrisyiana, Darussalam – Demi memenuhi kebutuhan pemustaka dalam mencari koleksi buku, Perpustakaan Unsyiah menyediakan layanan Literature Search Service (LSS). Layanan yang dapat digunakan sebagai pencarian koleksi buku ini dapat diakses secara online melalui uilis.unsyiah.ac.id atau melalui Online Public Access Catalog (OPAC).

Staf pelayanan LSS, Zakiah, mengatakan bahwa tujuan dari layanan ini adalah untuk memudahkan pemustaka dalam mencari koleksi yang ada di Perpustakaan.

“Tujuan kami membuat layanan ini adalah untuk berbagi, dan memudahkan pemustaka dalam mencari semua koleksi yang terdapat di Perpustakaan Unsyiah”, katanya.

Untuk mengakses LSS ini sangat mudah, pemustaka dapat mengakses LSS melalui situs uilis.unsyiah.ac.id atau melalui Online Public Access Catalog (OPAC) sebelum kemudian mengisi formulir untuk kata kunci buku yang ingin dicari. Selanjutnya, pustakawan akan mengabari pemustaka jika buku yang diinginkan telah tersedia melalui email.

Bagi pemustaka yang berada di luar kota Banda Aceh, dan menginginkan rujukan dalam bentuk hard copy, pustakawan akan mengirimkan koleksi yang dicari dengan biaya pengiriman, fotocopy bahan, dan biaya penelusuran yang ditanggung sepenuhnya oleh pemustaka. [MM]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Perpustakaan Unsyiah Kini Pasang Wifi.id

24/11/2015 at 20:47
Pihak IT dari Perpustakaan Unsyiah saat berdiskusi dengan PT. Telkom Indonesia.

Pihak IT Perpustakaan Unsyiah saat berdiskusi dengan pihak dari PT. Telkom Indonesia.

Librisyiana, Darussalam – Dalam rangka meningkatkan pelayanan internet, UPT. Perpustakaan Unsyiah hari ini mulai memasang wifi.id. Pemasangan wifi.id ini dilakukan atas kerjasama Perpustakaan Unsyiah dengan pihak PT. Telkom Indonesia (24/11).

Sebanyak enam orang dari PT. Telkom Indonesia terlihat mendatangi Perpustakaan guna memasang titik-titik wifi.id di dalam gedung Perpustakaan. Keempat titik tersebut antara lain; satu titik di lantai satu, dua titik di lantai dua, dan satu titik di lantai tiga. Pemasangan wifi.id ini direncakan akan selesai dalam dua hari kedepan.

Sebelumnya Perpustakaan Unsyiah sudah menyediakan layanan internet gratis untuk pengunjung berupa indiehome dan LAN. Pemasangan wifi.id ini dimaksudkan untuk persiapan pemberlakuan peraturan baru dalam penggunaan layanan internet di Perpustakaan kedepan.

Saiful selaku staf bagian IT Perpustakaan Unsyiah mengatakan, setelah pemasangan wifi.id ini selesai, direncanakan layanan internet gratis Perpustakaan akan dikhususkan hanya mencari jurnal saja.

“Setelah siap pemasangan wifi.id, direncanakan layanan internet gratis cuma untuk mencari jurnal saja, sedangkan layanan hiburan seperti Youtube dan Facebook akan diblok. Untuk mengakses situs hiburan, pengunjung diharuskan mengakses melalui wifi.id terlebih dahulu” kata Saiful. [OUD]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Mudahnya Meminjam Buku Dengan Mesin Peminjaman Mandiri

23/11/2015 at 22:12
Salah seorang mahasiswa saat melakukan peminjaman buku menggunakan mesin peminjaman mandiri.

Salah seorang mahasiswa saat melakukan peminjaman buku menggunakan mesin peminjaman mandiri.

Librisyiana, Darussalam – Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat segala hal menjadi lebih mudah, seperti halnya dalam melakukan peminjaman buku di Perpustakaan Unsyiah.

Mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini, pengunjung tidak perlu lagi mengantri terlalu lama hanya untuk dapat meminjam buku. Dengan mesin peminjaman mandiri, pengunjung dapat melakukan peminjaman secara sendiri tanpa perlu dibantu oleh para petugas. Proses peminjamannya pun sangat mudah. Hal ini juga turut diungkapkan oleh Qamarul Akhyar, mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan Unsyiah. “Dengan adanya mesin peminjaman mandiri ini buat kami yang mahasiswa jadi lebih enak dan gampang untuk minjam buku buat bahan referensi, apalagi kalau pake mesin kan lebih cepat dan simpel. Gak buang banyak waktu ”, ungkapnya.

Dalam proses peminjaman, langkah awal yang harus dilakukan oleh peminjam adalah mendaftarkan diri kepada petugas sirkulasi dengan menunjukkan kartu identitas. Kemudian, peminjam dapat langsung menuju mesin peminjaman mandiri dan melakukan scan barcode yang ada pada kartu identitas serta memasukkan password yang diinginkan untuk keamanan. Selanjutnya, peminjam dapat meletakkan buku yang ingin dipinjam pada tempat peminjaman yang telah disediakan dan menekan tombol selesai pada layar serta mengambil slip peminjaman yang keluar secara automatis pada mesin tersebut.

Dengan adanya mesin peminjaman mandiri ini, pihak perpustakaan berharap para pengunjung khususnya yang ingin meminjam buku di Perpustakaan merasa nyaman tanpa harus mengantri terlalu lama. Dan apabila pengunjung mengalami kendala dalam proses peminjaman, peminjam dapat menemui pustakawan yang berada di meja help desk yang letaknya tidak jauh dari mesin tersebut atau pustakawan bagian sirkulasi yang selalu siap membantu para pengunjung. [Rdl]

 

Editor: Putri Wahyuni

Share This:

Family Day, Satukan Semangat Perpustakaan Unsyiah.

23/11/2015 at 21:31

12243563_10208623630807279_684873121753400533_n       12241719_10208623762810579_9004151768717890610_n

Librisyiana, Darussalam – Sebagai upaya dalam menyatukan semangat internal untuk lebih baik, pihak perpustakaan mengadakan acara family day pada Minggu lalu (22/11). Acara yang berlangsung di Pantai Ujung Kareung tersebut merupakan acara yang sengaja dilaksanakan untuk menguatkan hubungan internal dan wujud terimakasih kepada berbagai pihak yang ikut membantu dalam meningkatkan kualitas Perpustakaan hingga saat ini.

Di sela-sela acara tersebut, Kepala Perpustakaan Unsyiah Dr. Taufik Abdul Gani sangat terharu dan juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada para pihak perpustakaan khususnya untuk para mahasiswa sebagai volunteer yang selama ini telah membantu Perpustakaan.

“Sebelumnya, dalam hal penggunaan mahasiswa untuk membantu pihak perpustakan telah di lakukan oleh Universitas Indonesia, namun tidak berlangsung dengan baik. Tapi di sini (baca: Perpustakaan Unsyiah), saya melihat mereka enjoy”, ujar Taufik.

Selain itu, Taufik juga turut mengucapkan terimakasih nya kepada pimpinan pihak manajemen Unsyiah. “Terlebih lagi terima kasih kepada pimpinan, Manajemen Unsyiah atas persetujuan pembiayaan dana untuk kegiatan mahasiswa di Perpustakaan mulai tahun 2015 ini. Dana yang digunakan bersumber dari pungutan PNPB denda buku, fotocopy skripsi/TA, dan pemakaian ruangan. Tahun 2013 dan sebelumnya dana tersebut dikelola off-budget. Tahun 2014 ke atas kita stor sebagai PNBP Asli Perpustakaan sehingga pemanfaatan lebih terukur untuk Relax & Easy, Shelving Crew, Journalist Majalah Librisyiana, Watch-Dog Tim Pelayanan Prima. Kegiatan itu semua digerakkan oleh mahasiswa”, tambahnya.

Dalam acara ini, para pegawai serta pihak lainnya terlihat larut dalam dalam kebersamaan. Selain makan siang bersama dengan kuah beulangong sebagai menu utama, berbagai game seru juga turut dimainkan. [Oz]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Salah Penggunaan Loker, Bisa Denda Ratusan Ribu.

21/11/2015 at 16:00
Peraturan Penggunaan Loker

Peraturan Penggunaan Loker

Librisyiana, Darussalam – Bagi pengunjung yang ingin menyimpan barang saat berada di Perpustakaan, loker adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan. Walaupun demikian, menurut pengamatan tim Librisyiana, masih ada beberapa hal yang luput dari perhatian para pengunjung dalam penggunaannya, khususnya kunci loker.

Masih dalam pemantauan tim Librisyiana, terdapat beberapa pengunjung yang terlihat tergesa-gesa saat memasuki Perpustakaan. Hingga tidak jarang terdapat kunci yang bergelantungan di loker tanpa ada pemiliknya.

Berdasarkan penggunaannya, kunci loker harus dijaga oleh masing-masing pemiliknya sesuai dengan nomor urut yang telah diberikan oleh petugas loker Perpustakaan. Jika hilang, maka pengunjung wajib dikenakan sanksi/denda berupa pergantian kunci loker sebesar Rp. 200.000,00 (Dua Ratur Ribu Rupiah).

Walau kini pengunjung dapat memasukkan tas ke dalam Perpustakaan, pihak Perpustakaan masih memberi pilihan kepada pengunjung yang ingin menyimpan barangnya di tempat penyimpanan barang (loker). Kecuali pada malam hari, semua pengunjung harus menyimpan barangnya tanpa terkecuali. Jadi, jika tidak ingin kantong anda terkuras, mari lebih berhati-hari dan jaga barang bawaan anda. [OUD]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Cek Kembali Keamanan Kendaraan Anda

21/11/2015 at 15:19

 

2.1 (1)Librisyiana, Darrussalam – Jumlah pengunjung Perpustakaan Unsyiah semakin hari semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini tentunya menyebabkan area parkir di sekitar Perpustakaan dipenuhi oleh kendaraan pengunjung.

Untuk menghindari hal ini, pihak Perpustakaan mengalihkan area parkir yang sebelumnya berada di depan gedung ke samping gedung Perpustakaan. Pengalihan area parkiran ini diharapkan dapat meminimalisir kekhawatiran pengunjung yang tidak mendapatkan tempat parkir kendaraan.

Selain itu, demi menjaga kenyamanan pengunjung, pihak Perpustakaan juga menggunakan jasa pengamanan kendaraan yang berada dekat dengan area parkiran, sehingga memudahkan untuk melakukan memantau. Walaupun demikian, pihak perpustakaan berharap para pengunjung untuk selalu berhati-hati sebelum meninggalkan kendaraannya. [Rdl]

 

Editor: Putri Wahyuni.

 

Share This:

Kantin Perpustakaan, Salah Satu Tempat Favorit Para Pengunjung.

21/11/2015 at 14:16

IMG_1301 (1)IMG_1294 (1)

Librisyiana, Darussalam – Kantin Perpustakaan adalah salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi oleh para pengunjung. Selain dapat memanfaatkan fasilitas fotocopy, para pengunjung juga dapat membeli beranekaragam makanan ringan dan minuman yang dijual. Letaknya yang strategis yaitu berdekatan dengan tempat penyimpanan barang (loker), mempermudah para pengunjung untuk membeli kebutuhan yang mereka inginkan.

“Berbeda dengan dahulu, sekarang banyak pengunjung yang datang mengunjungi kantin ini. Ditambah  lagi pihak perpustakaan mengizinkan para pengunjung untuk membawa masuk makanan ringan dan minuman ke dalam Perpustakaan”, ujar Abdurakhman selaku pemilik kantin.

Pemberlakuan peraturan ini salah satunya bertujuan untuk menunjang nutrisi otak para pengunjung pada saat berfikir atau belajar. Sehingga diharapkan para pengunjung dapat merasa lebih nyaman selama berada di Perpustakaaan.

“Dengan adanya kantin dan diperbolehkannya membawa masuk makanan dan minuman, kami yang datang ke Perpustakaan menjadi lebih santai. Tidak terlalu tertekan karena kelaparan atau kehausan pada saat belajar yang menguras otak”, ujar Kartika, salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah.

Walaupun demikian, pihak perpustakaan tetap mengharapkan kerjasama dari para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. [Oz]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Puluhan Mahasiswa S2 dan S3 Ikuti Kelas Literasi

21/11/2015 at 11:58

Librisyiana, Darussalam - Puluhan mahasiswa S2 dan S3 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengikuti kelas literasi yang diadakan di ruang seminar lantai 3 Perpustakaan Unsyiah (19/11).

Kelas literasi yang diadakan tersebut bertujuan memperkenalkan produk elektronik milik perpustakaan dan mengajarkan cara mengakses jurnal yang dikoleksi oleh Perpustakaan unsyiah.

Mastial, koordinator dan pengajar kelas literasi mengatakan, mahasiswa S2 dan S3 sangat memerlukan artikel ilmiah yang dikoleksi oleh Unsyiah akan tetapi mereka tidak tahu cara mengaksesnya.

“Mahasiswa tersebut memerlukan jurnal untuk tugas yang diberikan oleh dosen, tetapi tidak paham cara mendapatkannya, untuk itu dosen tersebut menyuruh mahasiswa ini untuk mengikuti kelas literasi,” ungkapnya. [MM]

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

© 2014 UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Powered by Wordpress