Popular Tags:

Perpustakaan Unsyiah Rencanakan Penambahan Jam Operasional Saat Akhir Pekan

03/12/2015 at 17:25

Librisyiana, Darussalam – Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik secara berkelanjutan, pihak UPT. Perpustakaan Unsyiah berencana akan menambahkan jam operasional pada hari Sabtu dan Minggu di tahun 2016 mendatang. Perencanaan ini dilakukan berdasarkan indikator jumlah para pengunjung yang datang pada hari Sabtu di semester ini meningkat dibanding semester lalu.

Sejauh ini pihak perpustakaan telah mengirimkan permohonan perencanaan ini kepada pihak rektorat Universitas. Jika pengusulan ini diterima, pihak perpustakaan nantinya akan berencana untuk memperpanjang waktu operasional Perpustakaan di hari Sabtu menjadi 09.00-18.30 WIB dan Minggu 12.00-18.30 WIB.

Melihat perencanaan yang sedang digarap ini, beberapa dari para volunteer Perpustakaan menyatakan kesediaannya dan siap untuk tetap membantu melayani para pengunjung Perpustakaan. “Saya tidak keberatan untuk tetap membantu perpustakaan apabila perencanaan tersebut direalisasikan, dan tentunya dengan dibukanya perpustakaan pada hari Minggu juga akan membantu para mahasiswa dalam mencari informasi”, tutur Putri salah seorang volunteer Perpustakaan Unsyiah.

Perencanaan ini juga ditanggapi serius oleh Bunga Raihanda, mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah. “Unsyiah merupakan Universitas terbesar di Aceh, dengan adanya perencanaan buka pada hari Minggu tentunya bakal banyak pengunjung yang pergi ke perpustakaan, dan kalau itu benar-benar terwujud pasti akan menjadi satu-satunya perpustakaan universitas yang buka di hari libur nanti”, ungkapnya. [Oz]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Produk Khas Unsyiah Tersedia di Library Gift Shop

03/12/2015 at 15:35

11150478_10207213363991490_6447309980042496477_nLibrisyiana, Darussalam Jika ingin membeli produk khas Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kini tak perlu bingung, produk dengan khas Universitas yang dijuluki  Jantong Hatee Rakyat Aceh tersebut bisa di dapatkan di Library Gift Shop yang berada di lantai I Perpustakaan Unsyiah. Pojok bangunan yang mulai digunakan pada April 2011 ini adalah hasil kerja sama UPT. Perpustakaan Unsyiah dengan Center For Creative Industry of Syiah Kuala University (CCIS). Sebuah wadah untuk industri di Unsyiah bagi mahasiswa yang ingin memperkenalkan hasil karya produknya.

7696816f-bb2f-4612-b545-e86692aa9bd6Salah seorang volunteer yang bertugas menjaga tempat tersebut, Lili Tri Indah Sari mengatakan, barang-barang yang di jual disini bermacam-macam-macam, mulai dari barang dengan merk Unsyiah, seperti baju, topi, mug sampai buku-buku yang ditulis oleh orang Aceh, kopi Aceh hingga kerajinan khas Aceh dengan harga yang bervariasi.“Yang dijual di sini ada banyak, contohnya seperti baju, topi, dan mug Unsyiah, selain itu ada juga buk u karangan orang Aceh, hasil produksi masyarakat Aceh seperti kopi, kerajinan tangan, dan coklat Aceh”, ujarnya kepada Librisyiana. [MM]

Share This:

Ombudsman Aceh Berbagi Tips Pengembangan Sistem Kepuasan Pelanggan Kepada Perpustakaan Unsyiah

02/12/2015 at 20:43

 

12299259_10208680291823769_3830488158679930099_nLibrisyiana, Darussalam Ombudsman Aceh berbagi tips bagaimana cara mengembangkan sistem kepuasan pelanggan kepada Perpustakaan Unsyiah pada seminar yang bertema “Membangun Pelayanan Publik dalam Sistem Manajemen Mutu” yang bertempat di ruang seminar Lt.3 Perpustakaan Unsyiah hari ini (02/12).

Seminar yang dihadiri oleh para akademisi, pustakawan, dan mahasiswa tersebut menghadirkan Dr. Taqwaddin Husin selaku Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh dan Dr. Taufiq Abdul Gani selaku Kepala Perpustakaan Unsyiah sebagai narasumber.

Dalam presentasinya, Dr. Taqwaddin Husin memberikan tips kepada Perpustakaan dalam membangun sistem kepuasan pelanggan, salah satunya iaitu dengan menghadapi keluhan dengan baik. “Perpustakaan Unsyiah sudah melakukan pelayanan dengan sangat baik, terbukti dengan adanya program pelayanan prima, dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, tetapi perpustakaan harus lebih berbenah untuk kedepannya terutama dalam menghadapi keluhan-keluhan yang masuk. Baiknya mempelajari dan menerapkan panduan atau regulasi dari pemerintah”, ungkap Kepala Ombudsman perwakilan Aceh yang juga Dosen Hukum Unsyiah tersebut.

Selain itu, Dr. Taufiq Abdul Gani dalam paparan presentasinya juga menjelaskan bahwa dalam ruang lingkup sistem manajemen mutu, Perpustakaan Unsyiah menggunakan standar ISO (Internasional Standart Organization). “Kita menggunakan standar ISO dalam menjalankan sistem manajemen mutu, dan kedepannya Perpustakaan juga akan mengembangkan pelayanannya berdasarkan code of conduct (ISO 10001), kami berterima kasih sekali atas sharing dari Dr. Taqwaddin berupa regulasi pemerintah dan matrik indikator OMBUDSMAN, Insya Allah tahun 2016 akan diimplementasikan di Perpustakaan Unsyiah”, jelasnya. [MM]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Perpustakaan Unsyiah Gelar Seminar Pelayanan dan Kepuasan Publik

28/11/2015 at 20:27

downloadLibrisyiana, Darussalam – UPT Perpustakaan Unsyiah akan menyelenggarakan seminar dengan tema Membangun Pelayanan dan Kepuasan Publik pada Rabu, 2 Desember 2015 mendatang. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Lantai 3 Gedung Perpustakaan Unsyiah.

Seminar ini akan diisi oleh dua pembicara, pembicara pertama yaitu Dr. Taufiq Abdul Gani, Dosen Fakultas Teknik Unsyiah yang juga Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah. Dan pembicara kedua, Dr. Taqwaddin, Dosen Fakultas Hukum Unsyiah yang juga merupakan Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh.

Dalam pelaksanaanya, seminar ini direncanakan akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama akan membahas tentang integrasi kepuasan pengguna dan manajemen mutu oleh Dr. Taufiq Abdul Gani. Sementara untuk sesi kedua Dr. Taqwaddin akan menjelaskan tentang regulasi pemerintah dalam penciptaan pelayanan publik serta penerapannya.

Seminar ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya apa pun (gratis). Bagi yang ingin mendaftar dapat mengisi form pendaftaran melalui https://kepuasanpelanggan.eventbrite.com. [OUD]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Dua Pustakawan Unsyiah Menjadi Certified Librarian

27/11/2015 at 21:16

10345743_10205390657264961_9148258729878774690_nLibrisyiana, Darussalam – UPT. Perpustakaan Unsyiah kini miliki Certified Librarian atau Pustakawa Bersertifikasi setelah dua stafnya dinyatakan lulus sertifikasi oleh Komisi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Kamis, 26 November 2015 di Badan Arsip dan Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh.

Kedua staf tersebut adalah Charlis Siana Rosita, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Sistem yang juga menjadi  Managemen Representative ISO Perpustakaan dan Penggerak Kelas Literasi Informasi, serta Zakiah Mustafa pada bagian PIC program Literare Search Service yang juga bertugas memantau dan melayani permintaan informasi yang saat ini datang dari seluruh Indonesia.

Charlis Siana Rosita yang biasa dipanggil bu Nonong kepada Librisyiana mengatakan bahwa, sertifikasi ini merupakan tes kompetensi diri yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional dengan target seluruh Pustakawan Indonesia, yang kemarin dilakukan untuk Pustakawan terpilih di Propinsi Aceh. Sertifikasi tersebut juga sebagai salah satu syarat untuk kenaikan jabatan fungsional.

Sementara itu, Dr Taufik Abdul Gani selaku kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah juga menyatakan kegembiraannya dengan pencapaian ini karena melengkapi tercapainya sasaran mutu Perpustakaan Unsyiah yang sebelumnya menjadi Certified and Accredited Library (ISO 9001, A oleh Perpusnas) dan memiliki dua Certified Librarian. Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan pimpinan, manajemen Unsyiah dan civitas akademika Unsyiah. [OUD]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Kini Katalog Perpustakaan Unsyiah Diintegrasikan Secara Nasional

26/11/2015 at 21:43

Librisyiana, Darussalam – Perpustakaan Unsyiah telah melakukan kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mengintergrasikan katalog yang dimilikinya ke katalog Nasional.

Katalog Perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan perpustakaan yang dimiliki oleh sebuah UPT. Perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu.

Tujuan diintergrasikannya katalog Perpustakaan Unsyiah ini ke katalog Nasional adalah untuk lebih memudahkan pihak perpustakaan dalam menunjukkan buku yang dimiliki berdasarkan pengarang, subjek, dan jenis literatur. Selain itu, juga dapat membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisi dan karakter buku tersebut (sastra ataukah berdasarkan topik).

Perpustakaan Unsyiah sendiri merupakan salah satu dari 40 Perpustakaan Nasional yang telah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mengintegrasikan katalog yang dimiliki ke Katalog Nasional.

Kerja sama yang dilakukan ini diharapkan dapat menambah kredibilitas Perpustakaan Unsyiah sebagai Perpustakaan yang mengutamakan pelayanan secara prima dan berbasis teknologi. [Rdl]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Menikmati Suasana Negeri Ginseng di Korea Corner

26/11/2015 at 21:17

10520346_1006326582746814_439778041_n    12080526_1669985939915547_1139474458_n

Librisyiana, Darussalam – Untuk dapat merasakan suasana negara Korea, sekarang tidak perlu lagi harus merogoh kantong dalam-dalam. Karena suasana Negara yang dijuluki Negeri Ginseng tersebut juga dapat dirasakan di Korea Corner yang terletak di lantai III Perpustakaan Unsyiah.

Ruang yang didirikan tahun 2011 tersebut adalah hasil kerja sama antara Universitas Syiah Kuala dengan Kementrian Kebudayaan Korea. Staf Perpustakaan Unsyiah, Huriyah, mengatakan tujuan mendirikan Korea Corner itu sendiri adalah untuk mempromosikan budaya Korea kepada masyarakat Aceh.

“Korea corner itu ada atas kerjasama Unsyiah dengan Kementrian Kebudayaan Korea yang ingin memperkenalkan budayanya kepada masyarakat Aceh, dan mereka meminta tempat untuk menampilkan budaya dan pernak-pernik tentang Korea disini (baca: Perpustakaan)”, kata Huriyah.

Ruangan yang berada di lantai tiga Perpustakaan itu menyediakan bermacam pernak-pernik budaya Korea Selatan, mulai dari poster, baju tradisional Korea, buku-buku berbahasa Korea, dan alat musik.

Selain pernak pernik dan buku, baju tradisional Korea yaitu Hanbook juga dapat dipakai oleh para pengunjung. Baju tersebut tersedia untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. “Banyak yang ke Korea Corner untuk berfoto menggunakan baju tradisional hanbook, dosen bahkan membawa anaknya untuk berfoto dengan baju itu”, lanjut Huriyah. [MM]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Mengenal Layanan Literature Search Service (LSS)

26/11/2015 at 20:50

 

downloadLibrisyiana, Darussalam – Demi memenuhi kebutuhan pemustaka dalam mencari koleksi buku, Perpustakaan Unsyiah menyediakan layanan Literature Search Service (LSS). Layanan yang dapat digunakan sebagai pencarian koleksi buku ini dapat diakses secara online melalui uilis.unsyiah.ac.id atau melalui Online Public Access Catalog (OPAC).

Staf pelayanan LSS, Zakiah, mengatakan bahwa tujuan dari layanan ini adalah untuk memudahkan pemustaka dalam mencari koleksi yang ada di Perpustakaan.

“Tujuan kami membuat layanan ini adalah untuk berbagi, dan memudahkan pemustaka dalam mencari semua koleksi yang terdapat di Perpustakaan Unsyiah”, katanya.

Untuk mengakses LSS ini sangat mudah, pemustaka dapat mengakses LSS melalui situs uilis.unsyiah.ac.id atau melalui Online Public Access Catalog (OPAC) sebelum kemudian mengisi formulir untuk kata kunci buku yang ingin dicari. Selanjutnya, pustakawan akan mengabari pemustaka jika buku yang diinginkan telah tersedia melalui email.

Bagi pemustaka yang berada di luar kota Banda Aceh, dan menginginkan rujukan dalam bentuk hard copy, pustakawan akan mengirimkan koleksi yang dicari dengan biaya pengiriman, fotocopy bahan, dan biaya penelusuran yang ditanggung sepenuhnya oleh pemustaka. [MM]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Perpustakaan Unsyiah Kini Pasang Wifi.id

24/11/2015 at 20:47
Pihak IT dari Perpustakaan Unsyiah saat berdiskusi dengan PT. Telkom Indonesia.

Pihak IT Perpustakaan Unsyiah saat berdiskusi dengan pihak dari PT. Telkom Indonesia.

Librisyiana, Darussalam – Dalam rangka meningkatkan pelayanan internet, UPT. Perpustakaan Unsyiah hari ini mulai memasang wifi.id. Pemasangan wifi.id ini dilakukan atas kerjasama Perpustakaan Unsyiah dengan pihak PT. Telkom Indonesia (24/11).

Sebanyak enam orang dari PT. Telkom Indonesia terlihat mendatangi Perpustakaan guna memasang titik-titik wifi.id di dalam gedung Perpustakaan. Keempat titik tersebut antara lain; satu titik di lantai satu, dua titik di lantai dua, dan satu titik di lantai tiga. Pemasangan wifi.id ini direncakan akan selesai dalam dua hari kedepan.

Sebelumnya Perpustakaan Unsyiah sudah menyediakan layanan internet gratis untuk pengunjung berupa indiehome dan LAN. Pemasangan wifi.id ini dimaksudkan untuk persiapan pemberlakuan peraturan baru dalam penggunaan layanan internet di Perpustakaan kedepan.

Saiful selaku staf bagian IT Perpustakaan Unsyiah mengatakan, setelah pemasangan wifi.id ini selesai, direncanakan layanan internet gratis Perpustakaan akan dikhususkan hanya mencari jurnal saja.

“Setelah siap pemasangan wifi.id, direncanakan layanan internet gratis cuma untuk mencari jurnal saja, sedangkan layanan hiburan seperti Youtube dan Facebook akan diblok. Untuk mengakses situs hiburan, pengunjung diharuskan mengakses melalui wifi.id terlebih dahulu” kata Saiful. [OUD]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Mudahnya Meminjam Buku Dengan Mesin Peminjaman Mandiri

23/11/2015 at 22:12
Salah seorang mahasiswa saat melakukan peminjaman buku menggunakan mesin peminjaman mandiri.

Salah seorang mahasiswa saat melakukan peminjaman buku menggunakan mesin peminjaman mandiri.

Librisyiana, Darussalam – Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat segala hal menjadi lebih mudah, seperti halnya dalam melakukan peminjaman buku di Perpustakaan Unsyiah.

Mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini, pengunjung tidak perlu lagi mengantri terlalu lama hanya untuk dapat meminjam buku. Dengan mesin peminjaman mandiri, pengunjung dapat melakukan peminjaman secara sendiri tanpa perlu dibantu oleh para petugas. Proses peminjamannya pun sangat mudah. Hal ini juga turut diungkapkan oleh Qamarul Akhyar, mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan Unsyiah. “Dengan adanya mesin peminjaman mandiri ini buat kami yang mahasiswa jadi lebih enak dan gampang untuk minjam buku buat bahan referensi, apalagi kalau pake mesin kan lebih cepat dan simpel. Gak buang banyak waktu ”, ungkapnya.

Dalam proses peminjaman, langkah awal yang harus dilakukan oleh peminjam adalah mendaftarkan diri kepada petugas sirkulasi dengan menunjukkan kartu identitas. Kemudian, peminjam dapat langsung menuju mesin peminjaman mandiri dan melakukan scan barcode yang ada pada kartu identitas serta memasukkan password yang diinginkan untuk keamanan. Selanjutnya, peminjam dapat meletakkan buku yang ingin dipinjam pada tempat peminjaman yang telah disediakan dan menekan tombol selesai pada layar serta mengambil slip peminjaman yang keluar secara automatis pada mesin tersebut.

Dengan adanya mesin peminjaman mandiri ini, pihak perpustakaan berharap para pengunjung khususnya yang ingin meminjam buku di Perpustakaan merasa nyaman tanpa harus mengantri terlalu lama. Dan apabila pengunjung mengalami kendala dalam proses peminjaman, peminjam dapat menemui pustakawan yang berada di meja help desk yang letaknya tidak jauh dari mesin tersebut atau pustakawan bagian sirkulasi yang selalu siap membantu para pengunjung. [Rdl]

 

Editor: Putri Wahyuni

Share This:

© 2014 UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Powered by Wordpress