Popular Tags:

Akhir Tahun, Tindakan Penyalahgunaan Kartu Tanda Mahasiswa Unsyiah Meningkat

01/01/2019 at 15:50

IMG_0440

(Foto Surat Teguran dan Surat Permohonan Maaf dari Mahasiswa yang Melakukan Tindakan Penyalahgunaan KTM)

 

Librisyiana, Darussalam- Dengan semakin baiknya pelayanan dan fasilitas di Perpustakaan Unsyiah, membuat para mahasiswa semakin ingin mengunjungi Perpustakaan Unsyiah. Hal ini memang merupakan satu hal positif, akan tetapi juga terdapat hal negatif, salah satunya terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, baik yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah, maupun mahasiswa non Unsyiah.

“Mulai dari awal tahun 2018, kami pustakawan bidang pelayanan mulai memantau tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa. Dimana mereka meminjamkan KTM-nya kepada teman sesama Fakultas bahkan beda Universitas. Selama bulan Januari, Februari dan Maret, jumlah kasus penyalahgunaan KTM ini masih dalam batas toleransi, akan tetapi pada akhir tahun yaitu bulan September, Oktober, November dan Desember, jumlah kasus kecurangan penyalahgunaan KTM yang dilakukan oleh mahasiswa mulai meningkat. Penemuan kami pada bulan November 2018, jumlah tindakan penyalahgunaan KTM yang dipinjamkan ke teman beda Universitas sebanyak 20 kasus, sedangkan KTM yang dipinjamkan kepada teman yang sama Fakultas sebanyak 10 kasus”, ungkap Charlis Siana Rosita, Kabid Pelayanan dan Teknis Perpustakaan Unsyiah.

Ia melanjutkan, selama ini tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM terdeteksi dengan berbagai cara. Ada yang terdeteksi dari bagian check-in. Petugas check-in curiga dengan menanyakan nama mahasiswa yang check-in, mahasiswa bersangkutan menjawab nama sendiri yang berbeda dengan KTM yang digunakan. Petugas check-in juga pernah menemukan foto yang tertera di KTM laki-laki, namun yang melakukan check-in malah perempuan. Kemudian ada juga yang selamat dari bagian check-in, namun terdeteksi oleh petugas sirkulasi. Petugas sirkulasi memiliki komputer yang dapat memantau para peminjam buku. Mereka melihat yang muncul di KTM foto dan nama laki-laki tapi yang meminjamnya perempuan, jadi petugas sirkulasi langsung mem-block peminjamannya sehingga mahasiswa bersangkutan melaporkan kenapa tidak bisa meminjam, akhirnya petugas sirkulasi langsung menarik KTM-nya. Ada juga yang meminjam kartu abang atau teman yang belum pernah meminjam buku, jadi apabila belum pernah melakukan peminjaman, maka agak sedikit kesulitan ketika memasukkan pin, sehingga mereka kewalahan dan terdeteksi oleh petugas sirkulasi.

“Bagi para mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, tentu saja KTM nya kami tarik dan akan dikenai sanksi, baik bagi yang meminjamkan dan juga yang meminjam. Mereka akan kami kirimkan surat teguran ke prodi dan pelaku harus membuat surat permohonan maaf kepada Perpustakaan Unsyiah. Sanksi kami berikan lebih berat bagi mahasiswa yang meminjamkan KTM-nya kepada teman yang beda Universitas. Dimana mereka harus membuat surat permohonan maaf dan wajib diketahui oleh Dekan atau minimal Ketua Jurusan. Sanksi seperti ini kami tetapkan dengan tujuan ada efek jera bagi mahasiswa yang melakukan tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM ini. Pertama mereka akan dinasehati oleh Ketua Jurusan mereka, kemudian ketika mereka mengantarkan surat permintaan maaf harus langsung menjumpai Kabid Pelayanan dan Teknis dan akan kami nasehati lagi. Tahun depan kami akan mengetatkan sistem. Dimana apabila terdeteksi terjadinya tindakan kecurangan penyalahgunaan KTM, KTM tersebut akan kami masukkan ke sistem dengan catatan telah melakukan pelanggaran 1 dan ini masih dimaafkan apabila telah menjalankan sanksi di atas. Namun apabila terjadi pelanggaran 2, maka tanpa pemberitahuan dan tanpa permohonan maaf, kami langsung mengganggap mahasiswa bersangkutan telah menjadi alumni sehingga KTM-nya tidak dapat digunakan lagi untuk masuk ke Perpustakakaan dan juga meminjam buku”, tegasnya.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa Unsyiah kalau kasihan kepada teman, bayar saja uang kuliah atau uang kosnya, jadi tidak ada efek ke akademik kalian. Tapi kalau meminjamkan KTM, akan banyak efek negatifnya kepada kalian. Misalnya kalau kawan yang meminjam buku dengan KTM kalian, tetapi lupa mengembalikan, lupanya pun bukan sebulan atau dua bulan, namun pernah ada yang sampai satu semester, jadi dendanya akan ditanggung oleh pemilik kartu. Hal ini akan ketahuan ketika tidak bisa mengisi KRS Online, karena KRS-nya ter-block, kemudian datang ke Perpustakaan sambil menangis dan meminta bantuan kepada pustakawan, nah kalau sudah seperti ini salah siapa? Oleh karena itu, tolonglah jaga KTM masing-masing, kan itu milik sendiri, jangan bagi ke orang lain. Semoga di Tahun 2019, hal ini tidak terulangi lagi”, tutupnya. [Moli]

 

 

 

 

Share This:

Data Pengunjung Luar ke Perpustakaan Unsyiah Selama Seminggu Terakhir

22/12/2018 at 21:53

IMG20181212141253[1]

Librisyiana, Darussalam – Jum’at (21/12) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala seperti biasa dengan rutinnya mendata para pengunjung perpustakaan setiap harinya. Pendataan ini sangat berguna untuk membantu menunjang kualitas dan pelayanan perpustakaan, dari segi keamanan, pendataan pengunjung akan sangat krusial perannya dalam mendeteksi kecurangan yang bisa saja terjadi kapanpun baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Dalam minggu ini, pengunjung luar Unsyiah banyak yang mengunjungi Perpustakaan Unsyiah. Menurut data, pengunjung luar yang mendominasi adalah mahasiswa dari UIN Ar-Raniry. Namun juga terdapat mahasiswa dari Universitas lain dan masyarakat umum.

Berikut adalah data para pengunjung Perpustakaan Unsyiah yang berasal dari luar Unsyiah sejak tanggal 14-21 Desember 2018.

14 Desember

15 Desember

17 Desember

18 Desember

UIN: 17 Orang UIN: 6 Orang UIN: 15 Orang UIN: 21 Orang
UNIDA: 1 Orang UNAYA: 1 Orang Serambi: 1 Orang ITB: 1 Orang
ATRO: 2 Orang ALUMNI: 2 Orang ALUMNI: 1 Orang ALUMNI: 1 Orang
ALUMNI: 1 Orang Umum: 2 Orang

Total: 21

Total: 9

Total: 24

Total: 26

19 Desember

20 Desember

21 Desember – Sore

UIN: 11 Orang UIN: 12 Orang UIN: 2 Orang
UMUHA: 1 Orang Umum: 2 Orang ALUMNI: 2 Orang
ALUMNI: 3 Orang ALUMNI: 4 Orang
UNAYA: 2 Orang UMUHA: 1 Orang

Total: 24

Total: 24

Total: 4

Fasilitas yang ada di Perpustakaan Unsyiah dapat diperoleh oleh mahasiswa/mahasiswi luar Unsyiah ataupun masyarakat umum dengan cara membayar uang jaminan masuk atau  membuat kartu keanggotaan dari Perpustakaan Unsyiah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. [MF] [RSK]

Share This:

Perpustakaan Kementerian Luar Negeri RI Kunjungi Perpustakaan Unsyiah

22/12/2018 at 20:50

20181221_181944

Librisyiana, Darussalam- Jum’at (21/12), Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kunjungi Perpustakaan Unsyiah dalam rangka studi banding untuk melakukan pengembangan terhadap perpustakaan Kemlu RI serta mendistribusikan hasil-hasil kajian dari  BPPK (Badan Pengkajian Pengembangan Kebijakan) Kemlu RI  yang dapat dijadikan sebagai acuan kerjasama antara Perpustakaan Unsyiah dan Perpustakaan Kemlu RI.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Perpustakaan Unsyiah menjelaskan framework pengembangan tata kelola perpustakaan dan sasaran mutu yang telah dicapai kepada perwakilan Perpustakaan Kemlu RI. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang Perpustakaan Unsyiah yang menjadi pusat literasi. Dimana tidak hanya berupa kegiatan yang berkaitan dengan buku, akan tetapi juga menjadi workingspace bagi mahasiswa Unsyiah.

Ia berpendapat bahwa tidak menutup kemungkinan  bagi perpustakaan khusus kementerian untuk menerapkan konsep yang sama dengan level yang berbeda.

Ia juga berharap dapat menjalin kerjasama dalam hal Open Educational Resources (OER) dengan perpustakaan Kemlu RI. Dimana perpustakaan Unsyiah dapat memberikan ebook gratis berlisensi creative common yang berasal dari Universitas luar negeri seperti Oxford University.

Tentu saja hal ini disambut baik oleh pihak perpustakaan Kemlu RI.

Erwin Shiddiq, salah satu perwakilan dari Perpustakaan Kemlu RI mengatakan, “Semakin baik harmoni atau bermitra dengan perpustakaan Unsyiah, saya rasa perpustakaan kami akan menjadi lebih baik ke depannya,”ujarnya dalam wawancara.

Ia juga berharap perpustakaan Unsyiah dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu perpustakaan dalam ruang yang lebih luas seperti mengembangkan hubungan kerjasama.[PINA][ZAAC]

Share This:

LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) ADAKAN KUNJUNGAN KE UPT. PERPUSTAKAAN UNSYIAH

21/12/2018 at 11:02

IMG-20181220-WA0044

Librisyiana, Darussalam- Kamis(20/12) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berkunjung ke UPT.Perpustakaan Unsyiah sebagai bentuk kerjasama Unsyiah dan  pengabdian kepada berbagai lapisan masyarakat. Acara tersebut diadakan di ruang teater mini Perpustakaan Unsyiah yang terletak di lantai 1. Ada 19 anak binaan dan para staff LPKA yang mengikuti acara yang diselenggarakan oleh UPT. Perpustakaan Unsyiah. Selain dari pihak LPKA, acara juga dihadiri oleh mahasiswa yang merupakan anggota UKM Literasi dan Informasi.

Acara tersebut dipandu oleh Suraiya Kamaruzzaman.

Ia mengatakan, “Agenda penguatan untuk anak-anak pembinaan khusus tersebut luar biasa karena mereka masih punya peluang dan masa depan, apabila mereka tidak dimotivasi untuk kembali menjadi warga negara yang baik, hal tersebut akan menjadi persoalan, selain itu Kepala LPKA juga mengizinkan mereka untuk mengunjungi Perpustakaan Unsyiah, dimana ini bukanlah hal yang mudah,” ujarnya dalam wawancara.

Ia berharap acara tersebut dapat diadakan secara rutin dan melibatkan siapa saja menjadi volunteer termasuk UKM seni, karena anak-anak tersebut memiliki kepekaan terhadap seni yang tinggi.

Pada acara tersebut para anak binaan diajak berinteraksi dengan temannya dan mahasiswa Unsyiah. Anak- anak diminta untuk menanyai nama, asal dan sifat positif apa yang dimiliki oleh lawan bicara. Selain itu, acara tersebut menampilkan bakat-bakat yang dimiliki oleh para anak binaan dan membuat anak- anak itu terlihat sangat antusias. Mereka juga diajak menonton video inspiratif yang memotivasi diri dan diminta untuk menggambar sebuah pohon impian yang menuliskan cita-cita dan usaha apa yang akan mereka lakukan di masa depan. Mereka juga diminta untk menceritakannya.

Acara diakhiri dengan penutupan oleh Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr. Taufiq Abdul Gani.

“Acara ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Perpustakaan Unsyiah dengan pihak LPKA, dan diharapkan bukan yang pertama dan terakhir.  Saya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para anak binaan dapat termotivasi untuk berkuliah juga seperti mahasiswa Unsyiah,”jelasnya. [PINA]

Share This:

PELAMAR RELAWAN UPT. PERPUSTAKAAN UNSYIAH TERUS MENINGKAT

20/12/2018 at 11:21

 

20181219_135424

Librisyiana, Darussalam- Rabu (19/12) Mahasiswa Unsyiah antusias mendaftar program relawan Perpustakaan Unsyiah. Untuk saat ini, ada 300 mahasiswa Unsyiah yang mendaftar untuk menjadi relawan di UPT. Perpustakaan Unsyiah. Rekrutmen relawan tersebut telah berlangsung sejak sabtu lalu tanggal 15 Desember 2018. Mahasiswa yang boleh mendaftar adalah mahasiswa aktif Unsyiah, penyelenggara tidak memperkenankan untuk mahasiswa yang mengambil cuti maupun mahasiswa dari Universitas lainnya untuk bergabung menjadi relawan. Selain itu, penyelenggara mengutamakan mahasiswa yang aktif dalam UKM Literasi dan Informasi dan juga dalam hal yang berhubungan dengan perpustakaan tersebut.

Walaupun hanya sekitar 40 kuota yang tersedia untuk relawan yang bertugas dalam layanan tambahan, hal ini tidak mempengaruhi jumlah pendaftar yang terus meningkat.

Syukran, Staff Digital Corner mengatakan,“Kuota untuk relawan yang bertugas dalam layanan tambahan adalah 40, namun kuota ini telah terisi oleh 17 mahasiswa relawan lama dan hanya tersisa 23 kuota lagi, tapi kami akan memerlukan kuota cadangan apabila saat evaluasi yang dilakukan setiap tiga bulan sekali ditemukan mahasiswa yang tidak bertugas sebagaimana mestinya,”ujarnya.

Untuk seleksi pelamar akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu seleksi berkas dan wawancara. Dalam hal seleksi berkas, penyelenggara hanya meminta untuk melampirkan fotocopy kartu tanda mahasiswa, fotocopy slip spp serta curriculum vitae. Berkas yang diminta diantarkan langsung ke ruang Digital Corner yang terletak di lantai 2 gedung UPT.Perpustakaan Unsyiah. Pelamar juga diminta melakukan pendaftaran secara offline di tempat yang sama. Untuk wawancara, pelamar akan dinilai menurut keterlibatannya di Perpustakaan Unsyiah serta seberapa sering mereka berkunjung. Wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Desember 2018.[PINA]

Share This:

Panggung Terakhir di Tahun Ini, Relax and Easy Tampilkan Talent-Talent Luar Biasa

20/12/2018 at 11:15

 

IMG20181219150742

Librisyiana, Darussalam- Di hari terakhir pertunjukkannya pada tahun ini, Relax and Easy kembali hadir di hari Rabu pukul 14.00 di Libri Cafe Perpustakaan Unsyiah pada ( 19/12/2018) dengan berbagai penampilan yang memukau dan menarik dari mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Ada yang berbeda dari Relax and Easy pada hari terakhir ini, dimana pada hari ini tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas mahasiswa saja, namun juga adanya beberapa kata sambutan dari BEM Unsyiah, M. Yasir, dan juga kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah.

Kali ini Relax and Easy yang menjadi  ajang pertunjukkan bakat dan kreatifitas mahasiswa, diisi oleh talent-talent  yang sangat luar biasa dan spesial diantaranya di isi dengan penampilan solo dari Camelia, penampilan akustik sant art serta yang tidak kalah menariknya adalah penampilan akustik End Game, dimana personilnya terdiri dari anggota PSDM Unsyiah yang tampil untuk pertama kali khusus di hari terakhir Relax and Easy tahun ini.

Muhammad Rivaldi, salah satu mahasiswa yang turut tampil dalam ajang pertunjukkan Relax and Easy mengatakan  “Ajang pertunjukkan ini sangat positif, sehingga mahasiswa yang mempunyai bakat bisa melatih skill, melatih kemampuan tampil di depan umum, serta melatih mental. Bagi saya sendiri ajang ini sangat bermanfaat dan menghibur. Saya berharap, kedepan Relax and Easy ini ada chanel youtube tersendiri, sehingga setiap yang tampil di acara ini bisa di rekam lalu di post di media sosial youtube pribadi, sehingga bakat yang di miliki oleh mahasiswa unyiah bisa tersebar luas tidak hanya dikalangan Unsyiah saja tetapi juga keluar,” katanya.

Sejalan dengan Rivaldi, menteri PSDM Unsyiah 2018, Riki Muhamanda, mengatakan bahwa ia sangat mendukung program Relax and Easy ini, karena ini merupakan salah satu tempat untuk mengasah skill. Dimana mahasiswa Unsyiah bisa memulai tampil dari panggung  yang kecil dulu hingga menjadi orang yang besar di panggung yang besar nantinya, karena pada dasarnya untuk menjadi orang yang besar harus memulai dari hal kecil terlebih dahulu, memulai dari menawarkan diri, hingga ditawarkan.

Ia melanjutkan, semoga kedepan akan semakin banyak mahasiswa yang mau berkontribusi di ajang Relax and Easy ini agar bakat yang dimiliki mahasiswa Unsyiah mampu terasah dengan baik, dan semoga kedepannya Relax and Easy menjadi panggung penampilan bakat yang lebih besar serta semakin banyak mahasiswa yang mau ikut berperan aktif dalam hal mempersiapkan Relax and Easy yang lebih baik. [Yana]

 

Share This:

Relax and Easy Terselenggara Selama 4 Tahun, Pustaka Unsyiah Beri Penghargaan Kepada Pengurus BEM Unsyiah 2018

20/12/2018 at 10:33

 

 IMG20181219144340

Librisyiana, Darussalam – Rabu, (19/12) Hari ini Relax and Easy di Perpustakaan Unsyiah dimeriahkan oleh Camela sebagai penyanyi solo, dan akustik yang dipersembahkan oleh Sant Art dan End Game.  Relax and Easy kali ini dibawakan oleh MC Aisyah dan Rizky.

Selain itu, dalam Relax and Easy kali ini juga turut hadir  Kabinet BEM Unsyiah 2018,  untuk memberikan kata-kata sambutan serta mengakhiri keterlibatannya sebagai pengurus di Relax and Easy. Hal ini dikarenakan Kabinet BEM Unsyiah 2018 sudah berakhir masa jabatan dan akan digantikan dengan pengurus selanjutnya Kabinet BEM Unsyiah 2019.

Bergantinya kepengurusan yang baru tidak membuat kepengurusan yang lama membiarkan acara ini begitu saja.

Muhammad Yasir, salah satu perwakilan dari kepengurusan BEM sebelumnya mengatakan, “ Jangan pernah bosan –bosan untuk menegur BEM Unsyiah jika kami membuat kesalahan pada saat menyelenggarakan acara ini, kami berharap kritik dan saran yang membangun dari seluruh mahasiswa Unsyiah. Kesalahan dan kekurangan yang kami perbuat tahun ini akan kami sampaikan kepada pengurus selanjutnya agar dapat diperbaiki sehingga acara ini dapat lebih baik lagi. Semoga Kepengurusan BEM Unsyiah selanjutnya juga dapat melanjutkan dan menjadikan Relax and Easy menjadi lebih baik”, ungkapnya.

Acara mingguan yang diadakan oleh Perpustakaan Unsyiah bekerjasama dengan BEM Unsyiah dan UKM Litfor di Libri Cafe Unsyiah ini, berlangsung dengan meriah. Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah juga memberikan apresiasi kepada pengurus beserta perwakilan BEM Unsyiah 2018 dengan memberikan plakat sebagai tanda bahwa Perpustakaan Unsyiah berterima kasih kepada BEM Unsyiah karena telah mengurus dan merealisasikan Relax and Easy selama 4 tahun.

Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani  mengatakan, “ Saya tidak menyangka bahwa Relax and Easy sudah berlangsung selama 4 tahun. Ini semua terselenggara karena kerja keras dari pengurus BEM Unsyiah juga, “katanya.

Ia juga berharap semoga Relax and Easy  dapat terus menjadi wadah bagi kreativitas mahasiswa dan juga dijadikan sebagai tempat  untuk melepas kepenatan selama kuliah. [RSK]

 

Share This:

Antusiasme Pendaftar Duta Baca Unsyiah 2019 Meningkat

20/12/2018 at 10:23

FF1FF1ED7F45411995293D8FEDD5B343

Librisyiana, Darussalam – Rabu (19/12), Antusiasme mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah dalam mengikuti pemilihan Duta Baca Unsyiah 2019 masih terus bertambah bahkan menjelang batas waktu pendaftaran.

Antusiasme ini didorong oleh keinginan para pendaftar Duta Baca Unsyiah 2019 untuk membawa Perpustakaan Unsyiah lebih dekat dengan mahasiswa. “Saya ingin menjadi salah satu promotor, salah satu pendukung, untuk memperkenalkan perpustakaan Unsyiah kepada pihak-pihak yang belum tertarik untuk mengunjungi perpustkaan”, ujar Cut Balqis Maulidya, seorang pendaftar Duta Baca Unsyiah dari Fakultas Fisip 2016, saat diwawancarai tim Librisyiana Rabu (19/12/2018).

Menurut Cut Balqis, masih banyak mahasiswa Unsyiah yang belum pernah sama sekali mengunjungi perpustakaan meskipun telah memiliki akses masuk yang mudah dan fasilitas Perpustakaan Unsyiah yang lengkap. Oleh karena itu, menurutnya di sinilah salah satu tugas Duta Baca menggiring minat mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan yang merupakan tempat berkumpulnya jendela dunia.

Menurut Cut Balqis, konstribusi Duta Baca hingga saat ini dapat dibilang sudah baik, mengingat bukan hanya mengenalkan dunia literasi di lingkungan Unsyiah saja melainkan sudah merambah ke luar kampus. “Tahun lalu Duta Baca Unsyiah mengunjungi rutan dan mengajarkan tentang literasi, tahun lalu juga Duta Baca Unsyiah mengajarkan mendongeng kepada anak-anak”, jelasnya.

Ia berharap dengan kehadiran Duta Baca Unsyiah 2019 ini dapat lebih mengenalkan dunia literasi dan Perpustakaan Unsyiah khususnya kepada mahasiswa Unsyiah dan masyarakat pada umumnya. [MRA]

Share This:

UPT. Perpustakaan Unsyiah Lakukan Musyawarah Kerja Dengan Kepsek SMA se-Bireuen

15/12/2018 at 23:04

IMG-20181213-WA0003

Librisyiana, Darussalam- UPT. Perpustakaan Unsyiah mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah selama 3 hari, yang diikuti oleh 38 pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen. Pelatihan ini merupakan hasil dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se- kabupaten Bireuen bekerjasama dengan UPT.Perpustakaan Unsyiah.

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan kepada mereka mengenai beberapa komponen perpustakaan yang berstandar nasional, kreativitas yang dapat dilakukan di perpustakaan, penggunaan aplikasi Schils dan dasar katalogisasi serta klasifikasi buku, agar pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan, sehingga dapat bersaing dengan perpustakaan yang sudah maju di seluruh Indonesia atau bahkan lebih .

Taufiq Abdul Gani, Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah mengatakan “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Bireuen dapat meningkatkan mutu perpustakaan sekolahnya. Dimana perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai tempat meminjam dan membaca buku saja, tetapi suana perpustakaannya itu hidup dengan berbagai aktivitas. Baik itu dibidang literasi, seperti adanya kelompok literasi yang dibentuk di sekolah-sekolah yang sudah menerima pelatihan dan pemanfaatan komputer yang sudah ada. Karena perpustakaan itu hidup bukan karena koleksi, namun  karena adanya aktivitas dan kreatifitas yang diciptakan”, katanya pada Kamis (13/12).

Ia melanjutkan, bahwa sebenarnya saat ini semua SMA di Bireuen sudah memiliki komputer dan sambungan internet, akan tetapi sayangnya belum ada satu pun sekolah yang menggunakan katalog dan layanan menggunakan komputer, karena tidak adanya kemampuan dari pengelola perpustakaan sekolah.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, tahun depan akan ada SMA di Bireuen yang sudah online katalognya”, tutupnya. [Yana]

 

Share This:

Guru Se-Aceh Ikuti Pelatihan Kepustakaan di UPT.Perpustakaan Unsyiah

15/12/2018 at 22:20

48407620_340045480142731_2337087650751578112_n

Librisyiana, Darussalam – UPT.Perpustakaan Unsyiah pekan ini sedang melaksanakan program Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional kepada guru-guru se-Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan selama  empat hari mulai dari tanggal 12 sampai 15 Desember 2018 ini, merupakan hasil kerjasama antara UPT.Perpustakaan Unsyiah dengan Balai Diklat Aceh.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan standar kualitas perpustakaan sekolah baik SD, SMP, maupun SMA, sehingga diharapkan kedepannya sekolah-sekolah yang ada di Aceh, dapat lebih bersaing dalam bidang dan aset milik perpustakaannya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi seperti pengenalan standar mutu perpustakaan, akreditasi, diajarkan bagaimana cara membuat kartu siswa (ID Card), mengupload foto melalui laptop, menggunakan suatu program sehingga semakin mempermudah pekerjaan guru, dan lain sebagainya. Para pengelola perpustakaan sekolah saat ini juga harus bisa menguasai elektronik seperti komputer dan penggunaan media yang canggih agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang sudah modern.

M. Thahir, salah satu peserta yang berasal dari SMPN 1 Gandapura Bireuen, berpendapat bahwa beliau sangat senang mengikuti pelatihan ini.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini, karena memang ilmu saya tentang keperpustakaan masih sangat sedikit. Saya berharap dengan mengikuti acara ini, dapat menambah ilmu keperpustakaan saya. Dengan adanya pelatihan ini juga membuat kami para guru termotivasi ingin menjadikan perpustakaan sekolah senyaman mungkin untuk tempat para siswa berkumpul seperti di Perpustakaan Unsyiah, sehingga siswa lebih sering berkunjung dan membaca,” katanya.

Sejalan dengan M.Thahir, Yusnidar, peserta yang berasal dari SMAN 2 Jambu Air Aceh Utara, mengungkapkan bahwa ia berharap melalui pelatihan ini dapat lebih mengembangkan perpustakaan sekolahnya.

“Memang saat ini kualitas dan kinerja perpustakaan kami masih kurang memuaskan dan minat siswa terhadap perpustakaan pun masih tergolong rendah. Dengan diberikannya arahan seperti program jangka panjang dan jangka pendek untuk mengelola perpustakaan sekolah pada pelatihan ini, saya berharap kedepannya kami mampu menghidupkan kembali kegiatan di sekolah dan memajukan kinerja perpustakaan supaya dapat lebih bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya di seluruh Aceh”, ungkapnya. [Mola, CR, GM, FM]

 

 

 

UPT. Perpustakaan Unsyiah Lakukan Kerjasama Musyawarah Dengan Kepsek SMA se-Bireuen

Share This:

© 2014 UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Powered by Wordpress