Popular Tags:

Relax and Easy, Ajang Pertunjukan Kreatifitas Mahasiswa Unsyiah

13/12/2018 at 11:00

215D39CE96334879A6BB7F0D1C8BBA1A

Librisyiana, Darussalam- Diselenggarakan setiap hari Rabu pukul 14.00 di Libri Cafe Perpustakaan Unsyiah, Relax and Easy kembali hadir pada (12/12/2018) dengan penampilan-penampilan menarik dari mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Kali ini, acara yang menjadi ajang pertunjukkan bakat dan kreatifitas mahasiswa tersebut diantaranya diisi dengan pernampilan solo dari Saiful, pembacaan puisi oleh Durratul Baidha dan penampilan acoustic dari Pochinky.

Meskipun tidak mengundang tamu special, antusias penonton nyatanya tidak surut untuk menghadiri dan menyaksikan Relax and Easy. Hal ini terlihat dari penuhnya kursi yang disediakan untuk penonton.

Acara yang merupakan kerjasama Perpustakaan Unsyiah, BEM Unyiah dan UKM Literasi Informasi Unsyiah ini sangat cocok untuk mahasiswa yang sedang penat dengan perkuliahan dan butuh hiburan. Terlebih lagi karena diselenggarakan di Libri Cafe, penonton dapat dengan mudah membeli cemilan atau minuman untuk menemani selama menyaksikan acara. [MRA]

Share This:

Pendaftar Duta Baca Unsyiah 2019 Terus Meningkat

13/12/2018 at 10:54

IMG20181212140703

Librisyiana, Darussalam –   Rabu (12/12), Pendaftaran Duta Baca Unsyiah 2019 yang baru dibuka selama tiga hari, sudah mencapai 22 orang pendaftar. Angka ini tentunya meningkat dari pada pendaftaran pada tahun sebelumnya. Menigkatnya pendaftaran tahun ini dikarenakan promosi yang baik dan banyaknya mahasiswa dan mahasiswi yang tertarik untuk menjadi Duta Baca Unsyiah selanjutnya karena terinspirasi dari pemilihan Duta Baca tahun sebelumnya.

Pendaftar pada tahun ini didominasi oleh  perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Para pendaftar yang telah mendaftarkan diri untuk mencalonkan dirinya sebagai Duta Baca tahun 2019, berasal berbagai fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Hukum (FH).

Dinda Maghfirah, panitia pelaksana Duta Baca Unsyah 2019 mengatakan, “ Kali ini pendaftaran duta baca Unsyiah meningkat dari pada sebelumnya, ini dapat kita lihat dari data yang sudah mendaftar saja sudah mencapai 22 mahasiswa,“ katanya.

Ia juga berharap agar setiap pedaftar yang belum mengembalikan berkas agar segera mengembalikan berkas kepada panitia.

Tanggal untuk pendaftaran Duta Baca Unsyiah 2019 dimulai dari tanggal 10 Desember hingga 22 Desember 2018. Waktu pendaftaran yaitu pukul 09.00 – 16.00 di Perpustakaan Unsyiah. [RSK]

Share This:

Duta Baca Unsyiah 2018 Dampingi Rombongan Setjen DPR RI

13/12/2018 at 10:42

 IMG20181211124149

Librisyiana, Darussalam – Selasa (11/12), Rombongan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI yang terdiri dari Pustakawan, Staf Pusat Data dan Pengelola Teknologi Informasi  mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dalam rangka Studi Banding. Setelah mendapat penjelasan mengenai perkembangan Perpustakaan Unsyiah dari Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani, para tamu diajak melakukan Library Tour yang didampingi langsung oleh Kepala Perpustakaan Unsyiah serta duta Baca Unsyiah 2018, Yuliana Rahmawati dan  Rizky Aulia Rahma Danur.

Dalam Library Tour ini, para rombongan Setjen DPR RI melihat langsung fasilitas-fasilitas yang ada di UPT.Perpustakaan Unsyiah seperti mesin peminjaman dan pengembalian secara mandiri, mesin EDC serta UILIS App. Duta Baca Unsyiah, Rizky Aulia Rahma Danur, memperagakan langsung bagaimana menggunakan mesin peminjaman dan pengembalian secara mandiri serta UILIS App dihadapan para rombongan.

Dalam sesi wawancara Librisyiana dengan Duta Baca Unsyiah 2018, mereka memberikan berbagai penjelasan mengenai kunjungan dari Rombongan Setjen DPR RI ke Perpustakaan yang mana dalam kunjungan tersebut para tamu mengambil beberapa poin penting yang dapat diterapkan nantinya di Perpustakaan DPR RI.

“Kunjungan seperti ini memunculkan kerja sama antara Perpustakaan Unsyiah dengan Perpustakaan DPR RI, tentunya hal ini memiliki dampak positif bagi Unsyiah, dimana Perpustakaan kita sekarang semakin dikenal luas baik di Aceh maupun dari luar Aceh. Perpustakaan Unsyiah juga selalu berupaya untuk menjadi lebih baik. Saat ini, meskipun listrik padam di Perpustakaan Unsyiah, mahasiswa tidak perlu khawatir karena secara otomatis server sudah tersambung ke Singapura, jadi  mahasiswa tetap dapat terhubung ke Portal UILIS Perpustakaan Unsyiah”, jelas duta baca Unsyiah 2018.

Duta Baca Unsyiah 2018 juga mengatakan bahwa sebagai Duta Baca Unsyiah, mereka sudah mempersiapkan diri menjadi pendamping ketika ada yang kunjungan seperti ini. Hal yang paling penting adalah menjaga sikap dan tutur bicara saat didepan tamu. Mereka juga selalu belajar hal-hal baru dari setiap kunjungan. [CR]

Share This:

Widya Chalid, Pustakawan DPR RI: “Perpustakaan Unsyiah Sangat Hidup dan Nyaman”

11/12/2018 at 22:22

IMG20181211122800

Librisyiana, Darussalam – Selasa (11/12) Perpustakaan Unsyiah mendapat kunjungan dari rombongan Sekretariat Jenderal DPR-RI yang terdiri dari para Pustakawan, Staf Pusat Data, dan para pengelola Teknologi Informasi. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempelajari sistem pengelolaan khususnya konten lokal di Perpustakaan Unsyiah, dan juga untuk melihat berbagai kegiatan mahasiswa di Perpustakaan Unsyiah.

Widya Chalid, selaku Pustakawan Sekretariat Jenderal Perpustakaan DPR-RI memuji Perpustakaan Unsyiah atas kenyamanan yang diciptakan. Dimana kenyamanan tersebut membuat perpustakaan menjadi hidup, karena para pengunjung pustaka yang datang tidak hanya monoton untuk membaca dan belajar saja, mereka juga dapat melakukan berbagai kegiatan di Perpustakaan Unsyiah, seperti bersantai, berdiskusi, tempat melepas penat, dan masih banyak lainnya. Meski dengan adanya berbagai kegiatan tersebut, pengunjung yang datang tetap tertib dan tidak membuat kegaduhan yang berarti.

“Saya melihat perpustakaan Unsyiah ini sangat bagus dan sangat hidup. Artinya ramai pengunjungnya kemudian nyaman juga, dimana pengunjungnya bisa rileks di Perpustakaan namun tetap tertib. Intinya, para pengunjung terlihat suka berada di Perpustakaan Unsyiah ini”, ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Perpustakaan Unsyiah menjadi salah satu Perpustakaan yang terkenal dengan digitalisasinya. Dan Ia berharap agar Perpustakaan Unsyiah tetap menjaga apa yang sudah bagus sekarang dan menjadikannya lebih bagus lagi di masa yang akan datang. 

Selama kunjungan tersebut, para tamu dipandu langsung oleh kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani, serta didampingi oleh Duta Baca Unsyiah 2018. Proses kunjungan perpustakaan berjalan dengan lancar, dimulai dari melihat – lihat kondisi dan kegiatan yang sedang berlangsung di Perpustakaan, melihat reading lounge, mencoba peminjaman secara digital yang sudah diterapkan di Perpustakaan Unsyiah, mengunjungi mini theater, bahkan para tamu diajak untuk berkunjung ke Library Cafe.

Di akhir kunjungan Kepala Perpustakaan Unsyiah memberikan majalah Librisyiana dan buku tentang Aceh kepada para tamu sebagai souvenir dari Perpustakaan Unsyiah. [Mola]

Share This:

Pustakawan Sekretariat Jenderal DPR RI Kunjungi Perpustakaan Unsyiah

11/12/2018 at 22:02

0a43587d-61f0-40c7-bae4-84c00125abae

 

Librisyiana, Darussalam –  Perpustakaan Universitas Syiah Kuala semakin dilirik oleh banyak Pustakawan di Indonesia.  Kali ini,  Pustakawan Sekretariat Jenderal DPR RI melakukan library visit ke Perpustakaan Unsyiah pada Selasa (11/12).

Kunjungan ini bertujuan untuk  belajar  mengenai pengelolaan khususnya konten lokal Perpustakaan Unsyiah. Kepala UPT. Perpustakaan menjelaskan langsung kepada Pustakawan SekretariatJenderal DPR RI tentang bagaimana pengelolaan yang diterapkan di Perpustakaan Unsyiah serta didampingi juga oleh Duta Baca Perpustakaan Unsyiah.

Widya Chalid, salah satu pustakawan Sekretariat Jenderal DPR RI mengatakan, “ Menurut saya, Perpustakaan Unsyiah sangat berbeda dengan perpustakaan yang lain, karena desainnya di buat senyaman mungkin, istilahnya perpustakaan tidak selamanya monoton sebagai tempat untuk membaca buku, namun ada juga tempat santainya  jadi perpustakaan itu tidak kaku dan sangat flexible sehingga membuat orang sangat betah,“ katanya.

Menurutnya, Perpustakaan Unsyiah juga sudah sangat terkenal sebagai salah satu perpustakaan universitas terbaik dalam hal digital.  [RSK]

Share This:

Nazar, Vokalis Apache 13, Jadi Pemateri Bincang-Bincang Sastra

10/12/2018 at 19:15

0813e92a-471d-4af8-88a5-fda0bab10bde

Librisyiana, Darussalam- Minggu (9/12), Kasta (Komunitas Anak Sastra Tanah Atjeh) menyelenggarakan bincang-bincang kreatif bertajuk “memberkahi usia dengan berkarya”. Bincang-bincang sastra ini bertempat di Library Cafe itu dihadiri puluhan peserta dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Acara yang dimoderatori oleh Qurrata ‘Ayyun ini, menghadirkan naarasumber utama Rismawati,S.Pd, M.Pd (Dosen Sastra) serta penyair sekaligus vokalis Apache 13, Nazar Shah Alam.

Rismawati menceritakan bahwa menulis diperlukan kepekaan rasa, ketajaman indera, serta kegigihan. Beliau mengingatkan bahwa menjadi seorang penulis harus punya mental tahan banting. Menjadi penulis juga otomatis menuntut sang penulis untuk siap dikritik.

Senada dengan Rismawati, Nazar menekankan pentingnya berproses dalam menulis. Dengan terus-menerus berproses, kemampuan seseorang akan terus terasah, tak terkecuali dalam menulis. Nazar juga menekankan makna konsistensi dan tekad menulis, apalagi pada era globalisasi.

“Saya bermain teater, tapi ada satu hal yang tidak bisa digantikan oleh bermain teater, yaitu menulis,” kata penulis lagu Aceh itu dalam sela-sela diskusi .

Acara yang turut menjadi perayaan satu tahun berdirinya Kasta itu disambut baik oleh peserta. Di acara diskusi ini,  Nazar memberi pesan bagi para penulis untuk menghargai proses menulis, serta terus membaca dan memperluas jaringan dengan sesama penulis.

Di akhir acara, kedua pemateri ini memberikan pesan untuk para penulis pemula agar tidak menyerah serta tetap menjadi sosok yang rendah hati. [Rizka]

Share This:

Satu Tahun Berkarya, KASTA: Berkahi Usia dengan Berkarya

10/12/2018 at 18:56

0813e92a-471d-4af8-88a5-fda0bab10bde

Librisyiana, Darussalam – KASTA (Komunitas Anak Sastra Tanah Atjeh) bekerjasama dengan UKM Literasi Informasi Unsyiah dan UKM Detak Unsyiah mengadakan bincang-bincang kreatif pada Minggu (9/12/2018) di Libri Cafe Perpustakaan Unsyiah bertajuk “Memberkahi Usia dengan Berkarya”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 1 tahun dibentuknya KASTA.

Pembicara pada acara ini adalah Nazar Shah Alam (Penyair, Vokalis Apache13) dan Rismawati, S.Pd., M.Pd. (Dosen Sastra, Penulis GLN (Gerakan Literasi Nasional)). Selain itu hadir juga Qurata A’yun, Duta GenRe jalur masyarakat 2017, selaku moderator. Diawal acara,  peserta disuguhkan dengan penampilan hikayat aceh yang ditampilkan oleh anggota Kasta sendiri. Para pemateri menceritakan proses yang mereka lalui hingga menjadi penyair dan penulis buku, memberi motivasi serta berbagai tips dalam menulis karya sastra.

“KASTA adalah komunitas yang bergerak di bidang sastra yang dibentuk tepat satu tahun lalu, 9 Desember 2017. KASTA sendiri terbuka untuk umum, orang-orang dari unversitas manapun, profesi apapun, muda ataupun tua bisa bergabung dengan KASTA, disini kita sama-sama belajar. Alhamdulillah banyak teman-teman dari KASTA yang sudah memenangkan berbagai lomba menulis dibidang sastra dan InsyaAllah dalam waktu dekat kami akan mengadakan oprec”, jelas Ricky Syah R, Founder dan presiden KASTA.

“Menurut saya karya adalah ide-ide atau pemikiran yang kita sampaikan. Seperti adik-adik wartawan dari Librisyiana membuat berita tentang kegiatan hari ini, itu karya, Pak Habibie menciptakan pesawat, motivator yang memberi semangat kepada orang lain, itu karya. Jadi karya itu luas, tidak hanya sebatas membuat buku atau menciptakan puisi saja. Memberikan kebaikan dan mengajak orang lain berbuat baik juga berkarya”, pungkasnya. [Dian/Vira]

Share This:

UPT. Perpustakaan Unsyiah Mengadakan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SchiLS

09/12/2018 at 10:23

IMG_0454

 

Librisyiana, Darussalam – UKM Literasi Informasi dan Tim Pendamping IT Perpustakaan Unsyiah Mengadakan Pelatihan bertajuk “Pelatihan Penggunaan Aplikasi SchiLS untuk Koleksi Buku/ Dokumen Pribadi atau Organisasi” di lantai III ruang seminar UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala pada Sabtu (8/12/2018). Pelatihan ini diikuti oleh 38 peserta. Peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa Unsyiah saja, tetapi juga mahasiswa dari universitas lain, siswa SMA serta para guru dan alumni Ilmu Perpustakaan dari beberapa universitas yang ada di Banda Aceh.

Pemateri dalam pelatihan ini diisi langsung oleh Tim pendamping IT Perpustakaan Unsyiah. Di pelatihan ini peserta diajarkan mulai dari meng-install aplikasi ke laptop masing-masing hingga mekanisme penggunaan aplikasi secara menyeluruh.

Furqan selaku ketua panitia serta pemateri dari acara ini mengatakan bahwa pelatihan ini awalnya telah dilaksanakan sebelumnya dengan target SMA yang ada di Banda Aceh guna mengajak sekolah tersebut untuk bergabung dengan Pustaka Maya. Pustaka Maya sendiri adalah digital library yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga setiap sekolah yang tergabung dengan Pustaka Maya akan lebih mudah dilakukan pemetaan mengenai jenis buku apa saja yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut.

Setelah sukses dengan skala sekolah, perpustakaan Unsyiah pun akhirnya mulai membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang juga ingin mempelajari aplikasi ini dikarenakan banyaknya permintaan dari luar. Semoga dengan adanya pelatihan ini akan lebih memudahkan peserta dalam hal pengolahan data baik berupa buku atau dokumen untuk kedepannya. [Vira]

Share This:

Tim Pelayanan dan Teknis Perpustakaan Unsyiah Evaluasi Kinerja Volunteer

09/12/2018 at 09:05

IMG_0429

Librisyiana, Darussalam- Empat orang pustakawan Unsyiah, Charlis Siana Rosita, Aisyiah, Syukran dan Khaizal, melakukan wawancara ulang terhadap volunteer di bidang shelving, check-in dan layanan tambahan Perpustakaan Unsyiah pada Jum’at (07/12/2018). Wawancara ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kinerja para volunteer, apakah mereka yang telah bertugas mulai dari Januari 2018 hingga Desember 2018 ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan apakah masih berkomitmen terhadap tanggung jawab yang sudah diemban. Seperti yang diungkapkan oleh Charlis Siana Rosita, pustakawan bidang Pelayanan dan Teknis.

“Wawancara ini kami lakukan untuk mengevaluasi kinerja para volunteer yang bertugas selama tahun 2018 ini, mulai Januari hingga Desember. Hal ini kami lakukan karena banyak volunteer yang keluar, terutama di bagian shelving. Alasan mereka keluar bermacam-macam, mulai dari sibuk dengan tugas kuliah, ada volunteer yang mengikuti pertukaran pelajar ke provinsi lain, sibuk membuat skripsi, dan lain sebagainya. Jadi tim shelving kewalahan dengan kekurangan volunteer. Saat ini bagian shelving membutuhkan volunteer sebanyak 40 orang. Nah, ketika nanti muncul jumlah volunteer yang stay dari hasil wawancara ini kurang dari 40 orang, maka kami akan membuka recruitmen untuk volunteer yang baru”, ungkapnya.

“Sebenarnya waktu yang dibutuhkan di bagian shelving hanyalah satu jam, dimulai dari jam 7 hingga jam 8 dan sama sekali tidak mengganggu waktu kuliah para volunteer. Selain itu, mereka juga tidak bekerja setiap hari, karena bekerjanya menggunakan sistem shift. Saya berharap, kedepannya para volunteer bisa lebih disiplin lagi, karena selama ini kami memantau dari absen mereka sering terlambat”, tutupnya.

Syukran, staf Perpustakaan Unsyiah, mengatakan bahwa di bagian pelayanan tambahan memiliki beberapa kendala. Diantaranya yaitu banyak volunteer yang tidak tepat waktu dan kurang peduli terhadap tanggung jawabnya. Mereka terkadang lupa dengan jadwal shift, dan tiba-tiba tidak masuk. Ada juga yang mengabari tidak bisa masuk, 5 menit sebelum jadwal shift. Hal ini akan membuat kewalahan untuk mencari pengganti. Oleh karena itu, perlu untuk mengevaluasi kinerja volunteer setiap 3 bulan.

“Saat ini tim di layanan tambahan yang terdata berjumlah 40 orang, namun tidak aktif semuanya. Kedepan kami akan membuat volunteer cadangan, dimana ketika tim inti bekerja tidak sesuai dengan komitmen awal akan diganti dengan cadangan. Saya berharap semua volunteer yang sudah berkomitmen diawal akan bekerja sesuai tanggung jawab”, ungkapnya. [Moli]

Share This:

Kepala UPT.Perpustakaan Universitas Mulawarman: “Perpustakaan Unsyiah Salah Satu Kiblat Bagi Perpustakaan Universitas di Indonesia”

03/12/2018 at 21:01

c9e91905-8a24-4551-92c8-a528a3d35b97

Librisyiana, Darussalam- Senin 19 November 2018 lalu, kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr.Taufiq Abdul Gani, diundang oleh Universitas Mulawarman sebagai pemateri workshop dengan tema “Sistem Informasi Perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0”. Workshop yang diikuti oleh 50 orang peserta ini, tidak hanya pustakawan yang berasal dari Universitas Mulawarman saja, namun juga diikuti oleh pustakawan universitas daerah sekitar terutama daerah Samarinda, Tenggarong dan Balikpapan.

“Alasan kami memilih Dr.Taufiq Abdul Gani sebagai pemateri adalah karena kami telah mengenal baik dan melihat kinerja beliau yang sangat bagus dalam mengembangkan Perpustakaan Unsyiah. Menurut saya, Dr.Taufiq telah berhasil menjadikan UPT.Perpustakaan Unsyiah sebagai salah satu kiblatnya Perpustakaan Universitas yang ada di Indonesia”, kata bapak Supadi, S.Sos, M.Si, Kepala UPT.Perpustakaan Mulawarman.

Bapak Supadi juga memaparkan bahwa tujuan dari workshop ini adalah untuk menngetahui sejauh mana perkembangan sistem informasi perpustakaan, apakah sudah sesuai dengan revolusi industri 4.0 dan apa saja tantangan bagi perpustakaan di masa yang akan datang. Tidak hanya itu, beliau berharap bahwa kedatangan bapak Dr. Taufiq dapat memberikan motivasi bagi para pustakawan yang berhadir, karena masih ada perpustakaan yang belum terdigitalisasi atau masih menggunakan sistem manual.

Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah, Dr. Taufiq Abdul Gani mengungkapkan bahwa pada workshop kali ini beliau menekankan pada salah satu karakteristik Revolusi Industri 4.0 dan Library 4.0, yaitu customer engagement.

“Saya sendiri sudah mempelajari karakteristik revolusi industri 4.0, dan kemudian saya merefleksikan ternyata beberapa karakteristik itu sebenarnya bukan hal baru bagi Perpustakaan Unsyiah. Sejak tahun 2014, kita sudah berusaha mengarahkan Perpustakaan Unsyiah ke karakteristik revolusi industri 4.0 seperti melakukan customer engagement dan berfokus pada komunitas, tanpa sadar bahwa itu adalah perubahan yang dinamakan revolusi industri 4.0 dan Library 4.0. Saya mengakui bahwa Perpustakaan Unsyiah bisa menjadi besar seperti sekarang ini berkat dukungan dan kontribusi komunitas. Hal yang perlu diingat bahwa perpustakaan yang kecil itu mengembangkan koleksi, perpustakaan yang biasa saja mengembangkan layanan, dan jika ingin menjadi perpustakaan yang besar, maka harus mengembangkan komunitas”, papar Dr. Taufiq Abdul gani.

Salah satu peserta workshop yang hadir, bapak Suratman dari Perpustakaan IAIN Samarinda, mengatakan bahwa workshop Sistem Informasi Perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0 ini sangat bagus dan menarik, dimana hal ini sangat relevan dengan kondisi perkembangan zaman saat ini. Menurutnya, hal yang disampaikan oleh Dr. Taufiq sangat menginspirasi dan patut untuk diterapkan di Perpustakaan IAIN Samarinda. Ia berharap, Perpustakaan IAIN Samarinda bisa mengikuti dan mencontoh kesuksesan Perpustakaan Unsyiah. [Moli]

Share This:

© 2014 UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Powered by Wordpress