PENDAPATAN ASLI PERPUSTAKAAN UNSYIAH MENINGKAT

http://www.infinityconferences.com/images/blog/dollar_arrow350x263.png

Pada tanggal 25 Agustus 2016 yang lalu, Perpustakaan Unsyiah melakukan rapat evaluasi terhadap penerimaan pendapatan asli sampai dengan Semester Genap 2015/2016. Pendapatan asli ini adalah yang diterima di luar SPP/UKT/BOPT/RPMURNI yang dialokasi ke RKA Perpustakaan Unsyiah. Evaluasi ini dilakukan sebagai komitmen terhadap implementasi Sistem Manajemen Mutu dan peningkatan akuntabilitas Perpustakaan Unsyiah, yang saat ini tersertifikasi ISO 9001 dan terakreditasi A dari Perpusnas RI. Dari evaluasi tersebut  terlihat ada kemajuan yang dicapai, yaitu berupa bertambahnya variasi sumber pendapatan yang dapat digali dari Perpustakaan Unsyiah.

“Tahun ini kita mendapatkan sumber pendapatan baru yaitu dari iklan GOOGLE ADSENSE, kegiatan Unsyiah Library Fiesta (Cak Lontong), Literature Search Service. Hal ini cukup bagus karena image umum di berbagai universitas bahwa Perpustakaan adalah cost center, unit yang selalu menghabiskan anggaran, tidak ada kemandirian dalam pembiayaan, padahal kalau kita kelola dengan baik Perpustakaan bisa lebih mandiri, dengan tidak 100% bergantung pada alokasi SPPP/UKT/BOPT dari universitas. Hal ini baik untuk Unsyiah yang saat ini masih SATKER dan ingin berubah menjadi BLU” demikian kepala Perpustakan Unsyiah Dr. Taufiq Abdul Gani mengatakan kepada Librisyiana.

Dari laporan Evaluasi pada table dibawah terlihat ada penambahan post pendapatan. Jumlah yang sudah terkumpul sampai dengan bulan Juli 2016 adalah Rp 183.683.947,-.

Beliau juga menambahkan telah terjadi peningkatan terhadap penerimaan denda pengembalian buku. Tujuan yang ingin dicapai sebenarnya adalah kepatuhan peminjam dalam pengembalian tepat waktu. Peningkatan penerimaan ini terjadi karena selama ini terjada kenaikkan volume peminjaman, dimana secara probabilistic kemungkinan keterlambatan juga naik, yang penting rasio atau ukuran per kapita masih dalam kisaran normal. Peningkatan penerimaan dari denda juga disebabkan beberapa factor, yaitu pembenahan sistem pembayaran, yaitu hasil kerja-sama dengan UPT TIK yang menjadikan denda untuk validasi proses KRS Online dan Yudisium, dan juga pencatatan dan pemberian kwitansi  langsung dari sistem database yang menaikkan kepercayaan dari peminjam (mahasiswa) untuk membayar. Sehingga saat ini hampir tidak ada lagi mahasiswa yang minta discount dan mengkomplain untuk tidak membayar.

Dari keadaan tersebut, Taufiq Abdul Gani juga memperlihatkan bahwa sampai bulan Juli 2016 Pendapatan Perpustakaan Unsyiah ini sudah melampaui pendapatan 1 tahun yang diterima pada tahun 2014 dan 2015, seperti tersebut pada tabel di bawah ini.

Ke depan kata beliau mulai semester Ganjil 2016/2017 (September 2016 ini), Perpustakaan akan menggunakan mesin EDC dari Bank BRI untuk menerima/mentransfer pembayaran/pendapatan secara online dengan kartu ATM/Kartu Kredit/Emoney BRIZI dan langsung masuk ke Rekening RPL/PNBP Unsyiah di BRI. Dengan cara ini akan sangat mudah bagi Perpustakaan, karena tidak perlu membuat laporan bulanan yang sering terlambat karena bertambahnya volume transaksi. Semuanya akan terlihat pada Rekening Koran yang diterbitkan oleh BRI dan terpantau oleh Biro Keuangan Unsyiah.

Semester ini juga Perpustakaan akan mendapat sumber pendapatan baru berupa kerjasama dengan pihak ke tiga untuk pembukaan outlet coffee Arabica, sekaligus ini menjadi daya tarik baru sebagai common space bagi semua sivitas akademika unsyiah. Pembenahan tatakelola ini juga dalam rangka menambah kepuasaan bagi semua stakeholder dalam menerima pelayanan Perpustakaan Unsyiah.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.