Penobatan Duta Baca Unsyiah Tutup Unsyiah Library Fiesta 2018

IMG_7050

Librisyiana, Darussalam - Unsyiah Library Fiesta 2018 berakhir dengan penobatan duta baca Unsyiah 2018 yaitu Ade Bastian Winanda Ocha dan Nadia Tiffany. Malam puncak penobatan duta baca yang diselenggarakan pada Jumat 30 Maret 2018 pukul 20.00 WIB di gedung AAC Dayan Dawood ini, berhasil menarik minat penonton. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya kursi tribun penonton gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah yang diperkirakan berjumlah 1400 kursi.

Malam puncak ULF 2018 ini dimeriahkan oleh beberapa talent diantaranya Sant Art, Sanggar Arum, Cikal-On, Didong LPKA dan Meurunoe Art. Acara dibuka dengan sebuah penampilan yang menghadirkan 5 orang yang memerankan profesi yang berbeda yaitu Polwan, TNI, Seniman, Dokter dan Mahasiswa. Penampilan ini diiringi dengan motivation speech sehingga membuat para penonton termotivasi dan terinspirasi seperti tema besar ULF 2018 yaitu “To Motivate, To Inspire”. Malam puncak ULF 2018 sendiri mengususng tema Bullet Over Unsyiah Library Fiesta 2018, artinya adalah peluru lebih dari ULF 2018. Bullet Over dimaknakan sebagai penampilan-penampilan dahsyat yang disuguhkan oleh ULF 2018 akan langsung tertembak dan mengena di hati para penonton.

Wakil Rektor III Unsyiah, Alfiansyah Yulianur mengatakan bahwa dirinya sangat senang melihat kreativitas mahasiswa yang mampu dituangkan kedalam kegiatan seperti ini. Unsyiah Library Fiesta memiliki keunikannya masing-masing disetiap tahun. Menurutnya, ULF ini merupakan salah satu kreasi dan inovasi yang luar biasa dari mahasiswa Unsyiah. Ia berharap semoga ULF selanjutnya tidak akan kalah dengan ULF sebelumnya. Ia yakin bahwa jika mahasiswa banyak membaca, maka mahasiswa akan memiliki banyak ide kreatif dan karya yang sangat luar biasa.

Selanjutnya, kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ULF 2018 ini.

“ULF 2018 ini merupakan dedikasi lebih yang diberikan oleh mahasiswa. Dengan suksesnya acara ini saya sangat berterimakasih kepada panitia, pustakawan, pihak rektorat, sponsor dan semua pihak lainnya yang telah membantu. Saya ingin  ini tetap terjaga dan terus berlangsung. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa suatu saat akan pergi dari Unsyiah, oleh karena itu saya tidak ingin ULF akan berhenti sampai disini. Saya sangat senang bahwa pimpinan Unsyiah sangat mendukung semua kegiatan mahasiswa. Hal ini terbukti dari bapak wakil rektor tiga yang memberikan saran untuk membentuk suatu UKM Literasi Informasi agar adanya kaderisasi dan semua mahasiswa Unsyiah bisa ikut serta merasakan kegiatan literasi”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu manfaat luar biasa yang dirasakan oleh Perpustakaan Unsyiah dengan adanya ULF adalah dengan hadirnya duta baca. Dimana dengan sibuknya pustakawan yang memiliki banyak tupoksi, duta baca bisa membantu pustaka dalam menggapai pihak eksternal seperti para stakeholder.

Riska Iwantoni, selaku ketua panitia juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dukungan semua pihak baik secara finansial dan juga nonfinansial. Pada malam puncak ULF 2018, Riska memberikan tongkat estafet ULF selanjutnya kepada Ihya Maulana Arif selaku ketua UKM Literasi Informasi.

“Seorang pemimpin itu pastinya memiliki suka dan duka selama masa kepemimpinanya. Namun pemimpin yang baik adalah  bukan hanya membuat tim berkinerja cemerlang, namun juga menyiapkan pemimpin masa depan. Dengan terpilihnya ketua ULF 2019, saya berharap ULF 2019 bisa lebih gemilang dari tahun-tahun sebelumnya”, ujarnya.

Fokus utama ULF 2018 ini adalah pemilihan duta baca Unsyiah 2018. Sebelum malam puncak, 20 finalis duta baca telah melalui beberapa tahap tes seperti tes tulis, wawancara dan karantina. Penjurian akhir dilakukan oleh 4 orang juri yaitu  Dian Rubianty, Said Muniruddin, Zikrayanti dan Charlis Siana Rosita. 3 besar duta baca yaitu 3 orang putra dan 3 orang putri yang terpilih, harus memilih salah satu nama juri secara acak yang nantinya akan memberi pertanyaan kepada mereka.

Setelah melalui penjurian akhir, keluarlah nama Ade Bastian Winanda Ocha dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Nadia Tiffany dari Fakultas Hukum sebagai juara pertama. Juara kedua berhasil direbut oleh Furqan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Prety Olan Oktavia Sihite dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Terakhir, juara 3 jatuh kepada Muhammad Rezeki Kotto dari Fakultas Teknik dan Zata Yumni dari Fakultas Pertanian. Serta juara favorit diraih oleh Rizkhi Aulia Ramadhan Nur dari Fakultas Kedokteran dan Yulia Rahmawati dari Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Untuk diketahui dalam acara puncak ini juga diumumkan Unsyiah Lib Award, yaitu terbagi menjadi 3 kategori untuk diberikan apresiasi dari Perpustakaan Unsyiah. Pertama, kategori Dosen Paling Aktif Kelas Literasi Informasi oleh Dra. Nurulwati, M.Pd, Viona Diansari, S.Si., M.Si, Sarika Zuhri, ST., MT. Kedua, kategori Peminjam Buku Terbanyak periode April 2017- Maret 2018 oleh Rahmah Agustira, Rezkhy Alami, M. Alami. Ketiga, kategori Pengunjung Tersering Periode April 2017-Maret 2018 oleh Taufiq Hidayat, Septian Riswandi, Ilham.[Rilis]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.