Perpustakaan Unsyiah terapkan Risk-based Thinking dalam Pengelolaan Pelayanan


risk-managementP
ertambahan jumlah pengunjung dan transaksi peminjaman yang sangat signifikan merupakan tantangan baru bagi Perpustakaan Unsyiah untuk selalu dapat memberikan Pelayanan Prima. Tantangan tersebut harus disikapi dengan pengendalian dan pemantauan secara terus menerus terhadap proses operasional dan pelayanan.

Sebagai organisasi yang mengadopsi Sistem Penjaminan Mutu 9001 yang menganut pendekatan Risk-based Thinking, Perpustakaan Unsyiah sejak bulan Agustus 2015 sudah mulai mengarahkan semua Pustakawan dan Staf untuk melakukan Analisa Risiko dalam pengendalian dan pemantauan operasional dan pelayanan. Risiko ini terdiri dari faktor-faktor yang berpotensi (rendah atau tinggi) mengganggu pencapaian operasional dan pelayanan prima perpustakaan. Dengan diketahui tingkat risiko, pustakawan dan staf  diharapkan akan lebih reaktif dalam menghadapi sesuatu yang mengancam tercapainya pelayanan prima.

Sebagai implementasi,  Perpustakaan sudah membentuk Tim Manajemen Risiko Perpustakaan Unsyiah yang diketuai oleh Bapak Baihaqi S.IP. Tim ini sudah melalukukan inventarisir dan analisa terhadap semua Risiko pada proses dan job-description staf Perpustakaan Unsyiah. Tim ini sudah bekerja dan memberikan rekomendasi terhadap proses pelayanan dalam hal risiko. Sejauh ini, risiko yang terbesar yang dapat menggangu citra perpustakan unsyiah dalam pelayanan adalah masalah penitipan tas, peminjaman locker, pengembalian buku dan gangguan air bersih.

Perpustakaan Unsyiah mengantisipasi risiko diatas dengan perubahan sistem dan pengendalian yang lebih. Sejauh ini perpustakaan sudah merevisi tata cara penitipan tas, penomoran loker dan pemantauan buku yang dibawa masuk dan dikembalikan. Gangguan air bersih sering terjadi karena ganguan suplai PDAM, pemantauan harus lebih sering dilakukan dan bertindak cepat memanggil mobil tanki.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.