Professor dari Thailand Selatan menanyakan penyebab perkembangan impressive Perpustakaan Unsyiah

18582003_10213503502961033_158751513423989689_nLibrisyiana – Darussalam. Prof. Surin Maisrikrod, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dari Walaillak University, Thailand Selatan telah berkunjung ke Perpustakaan Unsyiah pada tanggal 24 Mei 2017 di sela-sela beliau menghadiri pertemuan IMT-GT UNINET 2017 di AAC Dayan Dawood Unsyiah. Beliau didampingi oleh Bapak Radhi Darmansyah, MSc dari FISIP Unsyiah, yang kebetulan satu bidang ilmu  dan diterima oleh Ka. Perpustakaan Unsyiah, bapak Dr. Taufiq Abdul Gani.

Memulai kunjungannya, Prof Surin menyatakan tujuannya adalah ingin melihat suasana akademik di Unsyiah sebagai bahan perbandingan untuk kemajuan dan rintisan kerjasama antara kedua universitas. Untuk itu, Bapak Taufiq memperkenalkan pelayanan dan kekhasan dari Perpustakaan Unsyiah. “Saat ini perpustakaan kami menjadi tempat mahasiswa dan alumni menyalurkan minat kewirausahaannya lewat Libri Café dan Library Gift Shop. Kami menyediakan suasana ruangan dan fasilitas yang mendorong mahasiswa untuk berkreatifitas dan berinovasi misalnya mini-stage relax and easy, reading lounge yang cozy disamping formal reading/discussion room, open, unlimited and easy access to online repository (thesis/book)  dengan peralatan mobile”, demikian penjelasan Pak Taufiq. Selanjutya Prof Surin menyempatkan diri berbicara langsung dengan para mahasiswa yang sedang berada di lounge dan Duta Baca yang sedang  mendampingi mahasiswa baru untuk mengenalkan fasilitas diatas sebagai bagian dari Library Orientation Class and Tour (LOCT) 2017 yang sedang berlangsung.

Dalam library tour yang dimulai dari Lantai 1, Prof Surin sangat terkesan dengan perkembangan statistika sasaran mutu yang disajikan di lantai 1, dimana pertumbuhan jumlah kunjungan dan peminjaman yang saat ini mencapai sekitar 411.000 orang dan target peminjaman 100 ribu eksemplar buku dalam 1 tahun. Prof Surin mengakui kunjungan mahasiswa ke perpustakaan di universitasnya tidak seramai ini dan ingin tahu sekali kenapa perkembangan impressive ini bisa terjadi. Bapak Taufiq menjelaskan: “puncak perkembangan ini terjadi 2 tahun lalu yaitu  2015. Kami bekerja dengan dukungan pimpinan unsyiah dan civitas memperbaiki infrastruktur, koleksi,  pelayanan dan yang paling penting adalah tata kelola. Out-put dari usaha tersebut adalah kami berhasil meraih untuk kedua kali akreditasi A nasional dan sertifikasi internasional ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu. Dari grafis statistika sasaran mutu memang terlihat puncak lonjakan beberapa indikator terjadi pada tahun 2015 setelah pembenahan tata-kelola dan manajemen mutu dilakukan, dan saat ini kami terus berusaha mempertahankannya”.

Diakhir kunjungan, Staf IT, Syukran ST mendemokan pelayanan mandiri RFID dan aplikasi UILIS mobile dari hand-phone. Prof Surin mengatakan pelayanan mandiri RFID sudah ada di universitasnya yang menarik disini adalah aplikasi UILIS mobile yang terhubung dengan social media. “Kunjungan ke Perpustakaan Unsyiah  sangat menarik bagi saya, ada beberapa point yang saya catat dan diskusikan dengan pihak perpustakaan ditempat kami” demikian Prof Surin menutup library tour nya.

 

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.