Persiapan Sertifikasi ISO 9001:2008 Pustakawan Unsyiah dibekali Dasar Public Relation

PutriPada hari Selasa, 15 April 2015, Perpustakaan Unsyiah mengadakan acara Pengenalan Public Relation (PR) kepada Pustakawan. Kegiatan yang dibuka oleh bapak Dr. Taufiq Abdul Gani, M.Eng.Sc sebagai Ka. UPT. Perpustakaan Unsyiah ini adalah dalam rangka persiapan untuk mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008, dan juga peningkatan mutu pelayanan secara umum. Disamping itu beliau juga menegaskan saat ini orang bukan cuma mengharapkan produk dan jasa, tapi lebih dari itu, yaitu hubungan, cerita yang dapat menghasilkan kejutan dan keajaiban setelah menikmati produk dan jasa tersebut.

Ibu Putri Wahyuni S.I.Kom, M.Soc, Dosen Komunikasi FISIP Unsyiah, yang menjadi pembicara tunggal pada kegiatan ini menjelaskan tentang fungsi, tujuan dan ruang lingkup dan alat-alat PR dalam hubungannya dengan Perpustakaan. Ibu Putri juga menekankan pentingnya Pustakawan menguasai teknik komunikasi verbal dan non verbal dalam berhubungan dengan Pemustaka. Dari sisi tata-kelola dan alat-alat PR, Ibu Putri yang sebelumnya adalah alumni Prodi Komunikasi FISIP Unsyiah angkatan 2007 melihat adanya perkembangan pesat dari Perpustakaan Unsyiah dibanding era beliau mahasiswa. Saat ini sudah banyak praktik PR yang diterapkan seperti pemberian award terhadap dosen dan mahasiswa, mahasiswa volunteering, gathering dan penggunaan sosial media untuk informasi. Namun demikian perlu dipikirkan penambahan satu unit khusus dalam Tata Kelola Perpustakaan yang menangani PR termasuk survey kepuasan, pengelolaan house journal dan hubungan media.
Dalam sesi tanya jawab dan diskusi terungkap beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Pustakawan Unsyiah dalam berhubungan dengan Pemustaka yang sebagian besar mahasiswa. Banyak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi yang seharusnya tidak perlu, yang terkadang menimbulkan persepsi negatif antara kedua pihak. Ibu Putri menjawab hal itu dapat diatasi dengan penguasaan teknik komunikasi verbal dan non verbal disamping juga penyesuaian dengan kondisi setempat. Pustakawan harus jeli melakukan pengamatan kadang ada Pemustaka yang enggan untuk dibantu, ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun demikian aturan dan norma harus tetap ditegakkan dengan bahasa dan gerak tubuk yang baik dan sopan.
Satu hal lain yang penting dibahas adalah pengembalian citra dan kepercayaan terhadap Perpustakaan terutama dalam hal penyediaan koleksi yang relevan dengan kurikulum atau buku yang dipergunakan dosen. Ibu Putri menjawab dalam situasi tertentu PR tidak perlu banyak berbicara, tapi tunjukkan bukti dan testimonikan bahwa proses perbaikan sedang berlangsung, Insya Allah image negatif terhadap institusi akan positif kembali.
Para Pustakawan sangat senang dan antusias mengikuti acara ini karena diselingi dengan Game Komunikasi berantai dan hidangan bubur kanji untuk menambah keakraban dan team-work perpustakaan. Tetap semangat menyiapan Sertifikasi ISO 9001:2008

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.