Pustaka Unsyiah Gelar Seminar Dakwah Islami

IMG20161125092106

Librisyiana, Darussalam- Perpustakaan Universitas Syiah Kuala baru saja menggelar seminar yang bernuansa islami dengan tema “Membentuk Pribadi Berkarakter Islami”. Seminar inspiratif ini di isi oleh Ustadz Iskandar Mirza, beliau adalah seorang pengasuh pondok pesantren Integritas Qur’ani (PPIQ). Selain itu beliau juga merupakan seorang direktrur Adz-Dzikr Edutainment, trainer Holistic Spiritual Qurani (HSQ), dan juga merupakan pengarang buku Sehat dan Cerdas Dengan Al-Quran.

Seminar yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam ini, diadakan di ruang seminar lantai 3 perpustakaan Unyiah dan dihadiri oleh berbagai kalangan baik mahasiswa, dosen maupun pustakawan Unsyiah sendiri.

“Para orang tua serta guru sebagai seorang pendidik, haruslah mulai membenah diri dalam upaya mendidik anak dari usia dini, agar anak bisa membiasakan diri melakukan sesuatu dengan niat hany mendapatkan Ridha Allah, bukan yang lain. Anak harus diajarkan rasa ikhlas dan senantiasa berprilaku sopan santun serta menghindari sifat sombong”, kata Ustadz Iskandar Mirza.

Beliau juga menuturkan bahwa, jika para pendidik ingin membentuk karakter pemuda-pemudi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai islam, maka salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut, adalah dengan memberi pembelajaran yang berpedoman dari Al -Qur’an dan Al Hadist.

Para peserta seminar sangat antusias dan merasa termotivasi dengan adanya seminar ini. Karena Ustadz Iskandar Mirza sebagai pemateri, menyampaikan materinya dengan bahasa yang sudah dikemas sebaik mungkin dan mudah dicerna. Tidak hanya itu, pemateri juga menyelingi materi seminar dengan candaan-candaan, sehinga seminar terasa lebih rileks.

Di akhir seminar, Taufiq Abdul Gani, ketua UPT. Perpustakaan Unsyiah, yang juga turut hadir menyampaikan terimakasihnya kepada pemateri. Ia juga memberitahukan kepada seluruh peserta yang hadir, bahwa perpustakaan tidak hanya identik dengan kediaman dan buku-buku. Namun, sekarang pustaka Unsyiah sudah bertransformasi menjadi perpustakaan yang terbuka bagi semua pihak. Pustaka bisa menjadi tempat untuk berdiskusi, pustaka juga bisa menjadi tempat untuk ngopi, dan tentu saja pustaka bisa menjadi wadah untuk menyebar dakwah islami. Maka dari itu, jikalau ada usulan-usulan mengenai berbagai acara, maka perpustakaan akan berusaha menjadi wadah untuk menampung usulan tersebut. [KB, Ronny]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.