REKTOR UNSYIAH DAN BUDAYAWAN ACEH MENJADI PEMBICARA PADA HARMONI KAMPUS @ LIB KE 6

Harmoni kampus 6

Librisyiana, Darussalam – Harmoni Kampus @Lib ke 6 mengangkat tema Jantung hatiku : UNSYIAH dalam usia ke 56, Memaknai Unsyiah sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh.  Acara kali ini di meriahkan dengan kehadiran Prof. Samsul Rizal dan Prof. Yusni Saby sebagai pewacana. Selain diskusi, acara ini juga menampilkan presentasi seni dan tarian solo yang disuguhkan oleh Komunitas Musikal CikalOn dari jurusan pendidikan seni FKIP dan Pusat Seni Unsyiah.

Harmoni Kampus @Lib dibuka dengan penampilan musik dari Komunitas Musical CikalOn yang membawakan sebuah lagu bertema cinta yang berkonotasi dan merujuk pada cinta terhadap Unsyiah sebagai Jantong Hatee-nya rakyat aceh.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan diskusi singkat bersama dua pewacana hebat yaitu Prof. Samsul Rizal dan Prof. Yusni Saby. Fokus utama dari diskusi tersebut adalah  sejarah Darussalam dan bagaimana peran Unsyiah saat ini sebagai Jantong Hatee-nya rakyat Aceh. Diskusi dimulai dengan penjelasan singkat mengenai sejarah, asal usul serta makna jantong hatee itu sendiri dari pandangan Prof. Yusni Saby.

“Darussalam sendiri berasal dari kata Darul haq atau negeri perang. Sehingga darussalam diharapkan dapat menjadi titik balik dari negeri perang menjadi negeri damai dan akhirnya berdirilah Unsyiah sebagai jantong hatee rakyat Aceh. Kemudian makna dari Jantong hatee. Jantong itu adalah sebuah kehidupan fisik dan hatee itu adalah rohaninya. Jantong disini adalah Darussalam dan hatinya adalah Universitas Syiah Kuala” Jelas Prof. Yusni Saby, budayawan Aceh.

Jadi Darussalam sendiri dikenal dengan tempat yang damai dan dengan adanya Unsyiah diharapkan dapat menjadi pusat atau ujung tombak perubahan untuk Aceh kedepannya. Unsyiah diharapkan dapat menjadi perguruan terpercaya di Aceh dan memghasilkan SDM berkualitas yang nantinya dapat memajukan Aceh, itulah makna dari Jantong Hatee menurut Prof. Samsul Rizal.

Jantong Hatee disini dapat dikatakan bahwa Unsyiah adalah perguruan tinggi bagus yang dapat membawa nama Aceh terkenal. Dan hal itu dapat diwujudkan dengan adanya interaksi dari mahasiswa-mahasiswa yang kritis mengenai lingkungannya. Namun tetap dengan menjalankan trilogi dari Unsyiah itu sendiri, yaitu Kejujuran, keikhlasan dan kebersamaan” tutup Prof. Samsul Rizal selaku Rektor Universitas Syiah Kuala. [Dian/DMM/Vira]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.