UPT. Perpustakaan Unsyiah Lakukan Revitalisasi Dua Perpustakaan Di Pidie Jaya

hancur

Librisyiana, Darussalam- Melihat banyaknya kerusakan terhadap perpustakaan yang ada di Pidie Jaya akibat gempa bumi, UPT.Perpustakaan Unsyiah berinisiatif melakukan revitalisasi terhadap dua perpustakaan disana, yaitu  Perpustakaan SMA 1 Bandar Baru serta Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini bertujuan untuk  menumbuhkan sikap pengabdian pustakawan Unsyiah,  dan sikap kepedulian mereka terhadap  orang lain  agar saling membantu rekan sesama profesi. Selain itu, kegiatan ini juga bisa membangun networking yang luas antar sesama pustakawan.

Kegiatan ini bisa dikatakan sangat tepat,  karena disamping banyak yang  melakukan penyelamatan terhadap manusia, gedung-gedung ada juga tindakan penyelamatan atau rescue terhadap koleksi perpustakaan..

“Kami menyelamatkan buku-buku yang terhimpit-himpit itu. Buku apabila lama-lama berserakan dan terhimpit rak dan benda keras lainnya tentu akan rusak, maka dari itu kami memperbaiki dan menegakkan kembali rak-rak tersebut, menyusun kembali buku-buku sesuai dengan kodenya. Kami berharap pustakawan disana bisa bersemangat lagi dalam melakukan pelayanan, semoga perpustakaan di sana bisa menjadi lebih baik dari sebelum gempa”, kata Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah.

Khaizal Rusli, staf bagian pengelolaan pelayanan dan teknis yang diamanahkan menjadi koordinir kegiatan pustakawan peduli bencana gempa Pijay pada Sabtu, 7 Desember 2016 itu pun menceritakan kegiatan tersebut.

” Beberapa hari sebelum keberangkatan, kami  ditugaskan untuk menyurvei lapangan yg sebelumnya pimpinan sudah berkoordinasi dengan pihak posko. Menyurvei lapangan ini bermaksud agar kami bisa lebih memahami bagaimana kondisi lapangan.  Kami menyurvei 3 titik  perpustakaan di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, dan akhirnya kami bersepakat melakukan revitalisasi di dua titik yaitu Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya dan Perpustakaann SMA 1 Bandar Baru”, katanya.

Kegiatan positif ini disambut baik dan haru oleh Bakhtiar, yang merupakan Kepala Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya.

“Saya fikir kegiatan ini bisa menjadi suatu  obat yang sangat luar biasa. Ketika hari-hari di tanggap darurat, ketika lembaga kami terpuruk,  buku-buku berserakan dan  lemari hancur-hancuran, pustakawan Unsyiah datang merevitalisasi perpustakaan kami. Saya sangat senang mereka bisa membantu dan meringankan tugas kami disini. Kami berharap dengan bantuan seperti ini, kami bisa secepatnya melakukan pelayan lagi dan keadaan kembali normal, dimana anak-anak bisa menuntut ilmu kembali. Karena kita ketahui perpustakaan ini adalah jembatan ilmu, tanpa perpustakaan pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik. [Moli, Nada]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.