Richardus Eko Indrajit : “Kultur Perpustakaannya Sangat Terasa, Perpustakaan Unsyiah Pantas Dapat Akreditasi A dan ISO”

IMG_20171221_143340

Librisyiana, Darussalam- Seusai menjadi pembicara dalam acara “Digi-Lib Talk” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Unsyiah di Ruang Seminar lantai 1, Ricardus Eko Indrajit menyampaikan kesannya saat mengunjungi Perpustakaan Unsyiah ketika diwawancarai Librisyiana pada Kamis (21/12/2017). “Saat memasuki Perpustakaan Unsyiah, saya melihat bagaimana aktivitas orang-orang yang ada di dalamnya, mulai dari pustakawan dan juga para pengguna pustaka. Kenapa demikian? Karena saya ingin melihat kultur perpustakaannya sudah dapat atau belum. Anda bisa merasakan ketika masuk ke sebuah perpustakaan kultur perpustakaan itu ada atau tidak. Dan menurut saya Perpustakaan Unsyiah memiliki kultur perpustakaan yang sangat terasa, pantas saja Perpustakaan Unsyiah mendapat akreditasi A dan ISO,” ungkapnya.

“Kultur itu tidak bisa dibeli. Artinya, jiwanya sendiri akan kelihatan melalui bagaimana pengguna pustaka melakukan diskusi, aktif, buat tugas, dsb. Saya melihat kultur disini sudah sangat terbentuk. Selain itu ketika melihat Perpustakaan Unsyiah ini pertama kali, saya sangat kagum. Bagaimana tidak? Jika dibandingkan dengan perpustakaan lainnya, Perpustakaan Unsyiah ini sudah cukup tertata rapi, dan juga yang paling penting adalah sudah digital based”, imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh perpustakaan di Indonesia ini menjadi sumber pengetahuan yang berkualitas dan bisa diakses banyak orang . Sebab di perpustakaan-lah semua ilmu pengetahuan dikumpulkan dan dikelola. Hal ini juga dibutuhkan karena negara yang menang dalam bersaing itu terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi. SDM yang memiliki kompetensi ini bisa meningkatkan daya saing negara. Salah satu bahan baku dari kompetensi adalah pengetahuan. Dan kembali lagi, sumber pengetahuan adalah perpustakaan. Makanya perpustakaan perlu untuk meningkatkan kualitasnya.

Richardus Eko Indrajit adalah seorang profesor yang pernah mengecam pendidikan di berbagai Universitas. Mulai dari Institut Teknologi Surabaya, Harvard University, Massachussetts, USA. Saat ini ia sedang aktif melakukan berbagai kegiatan mulai dari mengajar sebagai dosen di Institut Perbanas Jakarta, membantu Kementerian Pertahanan RI dalam menyiapkan cyber army, menulis buku, membuat riset dan juga sering diundang menjadi pemateri. [Moli, RSK]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.