Sekedar Berubah Saja Tidak Cukup, Kita Butuh Berubah Lebih Baik.

rak sepatuLibrisyiana, Darussalam –Satu hal yang istimewa, bahwa di Perpustakaan Unsyiah memiliki ruang baca yang mewadahi perilaku belajar pengunjung dengan gaya atau kebiasaan lesehan. Sehingga ada dua jenis ruang baca yang disediakan dalam perilaku belajar ini; ruang yang berada di lantai satu dan lantai dua. Untuk menggunakannya, alas kaki pengunjung tidak diperkenankan masuk ke ruang, sehingga pihak Perpustakaan menyediakan rak khusus untuk menyimpan.

Namun, berdasarkan liputan tim Librisyiana (12/11), rak yang disediakan di depan ruang baca belum digunakan secara maksimal. Hal ini terlihat masih banyaknya alas kaki seperti sepatu yang diletakkan tidak teratur, sedangkan rak yang disediakan masih terlihat kosong.

Salah seorang Mahasiswi Unsyiah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa meletakkan sepatu di rak yang disediakan cenderung merepotkan, tidak menjadi kebiasaan, dan menimbulkan antrian panjang. “Gak terbiasa masukin sepatu ke rak, kalau udah buka sepatu ya letakin aja di situ. Lagian, kalau harus masukin ke rak bisa lama”, ucapnya.

Selain itu, dari hasil pemantauan Librisyiana pula, terdapat pola peletakan sepatu pengunjung di ruang baca, yaitu penggunjung cenderung meletakkan sepatu berdekatan dengan posisi duduk mereka dengan alasan agar mudah untuk dipantau.

Tersedianya fasilitas tersebut bukanlah tanpa alasan. Ketertiban, kerapian dan kenyamanan pengunjung sangat diutamakan oleh Perpustakaan. Untuk itu, pihak Perpustakaan sangat mengharapkan kepada pengunjung untuk dapat kerjasama dalam mematuhi tata tertib yang telah diberlakukan. “Kalau rak nya masih kosong, kami berharap pengunjung bisa menggunakannya. Tapi kalau sudah penuh, boleh diletakkan dilantai dengan rapi”, kata salah seorang staf Perpustakaan.

Perubahan ke arah lebih baik adalah keinginan bersama. Bukankah “hanya orang yang paling bijaksana dan yang paling bodoh yang tidak pernah berubah”? – Confucius (Filsuf Cina). [ARP]

 

Editor: Putri Wahyuni.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.