Seminar KPDI 12 Bahas Hak Cipta dan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

14/11/2019 at 17:43

Librisyiana , Darussalam-Rabu(13/11), Seminar mengenai pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam untuk menunjang ekosistem digital menjadi salah satu agenda dalam acara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-12 yang bertempat di Ruang B Aceh Ballroom Lantai 1 Hotel Hermes. Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Instansi dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang ada di Indonesia.

 Agus Wahyudi, perwakilan Perpustakaan Nasional yang berkesempatan menjadi pemateri dari seminar ini memaparkan bahwa pengadaan E-Deposit merupakan implementasi dari amanat yang diberikan kepada Perpusnas sesuai dengan undang-undang Nomor 13 tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam. Amanat itu terdiri di antaranya mengimput atau mengumpulkan, memroses, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan seluruh karya elektonik atau karya digital yang dihasilkan oleh anak bangsa Indonesia sebagai warisan budaya bangsa. Hal ini dimaksudkan agar terwujudnya koleksi nasional dan terlestarikannya karya-karya anak bangsa.

Ia menjelaskan bahwa e-deposit itu sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dirancang agar pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam dapat terlaksana dengan lebih efisien. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini penerbit yang bersifat perorangan maupun sebuah perusahaan dapat dipermudah dengan hanya menguggah file dokumen karya mereka tanpa perlu mengantri atau menghabiskan ongkos perjalanan ke Perpusnas yang ada di Jakarta.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di era digital seperti ini sebenarmya pengadaan E-Deposit sangat membantu semua pihak, baik itu bagi sisi penulis maupun pembaca. Hal itu disebabkan semua karya yang sudah masuk dalam e-deposit nantinya diproses sehingga bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.

Hal diatas sesuai dengan pernyataan Dian Sari, Dosen Universitas Indraprasta PGRI yang merupakan pemateri kedua pada seminar tersebut. Ia memaparkan bahwa dengan adanya sistem digital yang menggantikan sistem manual dapat mempermudah masyarakat karna lebih efisien dan efektif dalam meminimalisir penggunaan waktu dan mengurangi praktik pungutan liar.

Share This:

Comments

comments