Siapkan Sertifikasi Internasional Bidang TI, Perpustakaan Unsyiah Terapkan Layanan Failed-Over

iso-27001-security

Lulus Sertifikasi Internasional ISO 9001, ternyata bukanlah akhir dari pengembangan mutu pelayanan Perpustakaan Unsyiah. Lebih jauh lagi Perpustakaan Unsyiah saat ini sedang mempersiapkan diri menjaminkan pelayanan Teknologi Informasi sehingga sesuai Standar Internasional ISO 27001 Keamanan Informasi. Standar baru ini akan membantu Perpustakaan Unsyiah mengendalikan kerentanan terhadap serangan dan gangguan yang dapat menghentikan (interupsi) layanan berbasis teknologi informasi. “Kami sedang mempersiapkan Sertifikasi ISO Keamanan Informasi untuk mencegah kerentanan yang dapat mengganggu atau menginterupsi pelayanan”, demikian ungkapan Bapak Taufiq Abdul Gani, Kepala Perpustakaan Unsyiah yang ditemui di ruang kerjanya (2/4).

Tidak tanggung yang dilakukan,  mulai hari ini (2/4) Perpustakaan Unsyiah menjamin tidak terhentinya layanan atau interupsi dengan menerapkan Failed Over atau server ganda untuk aplikasi UILIS yaitu Sistem Katalogisasi dan OPAC Perpustakan Unsyiah. “Sebelumnya kami hanya mengoperasikan satu server berlokasi di Perpustakaan, permasalahan adalah sering mati listrik sementara Genset dan UPS yang ada sering bermasalah. Untuk menjamin kontinuitas pelayanan sebagai persyaratan ISO 27001, Perpustakaan menyewa sebuah server lain di Singapore, sehingga kedua sever, di Unsyiah dan Singapore akan saling ambil alih kalau terjadi gangguan (Failed Over). Database di kedua server tersebut juga akan saling mereplikasi secara otomatis, jadi sistem IT Perpustakaan Unsyiah  terjamin konsisten dan redundant”, demikian penjelasan Saiful Bahri yang bertanggung jawab atas implementasi ISO 27001. Beliau sendiri saat ini adalah Certified Network Administrator dari Mikrotik dan menjabat sebagai Ketua Teknologi Informasi Perpustakan Unsyiah.

Ibu Charlis Siana Rosita, Ketua Bidang Pelayanan Pemustaka Perpustakaan Unsyiah mengatakan “Karena gangguan listrik pelayanan sangat terkendala, karena akses terhadap koleksi kita adalah non stop 24 jam, 7 hari seminggu dan oleh pengguna bukan hanya civitas akademika tapi seluruh tanah air dan luar negeri. Redundant dan Failed Over System ini akan sangat membantu pelayanan karena diharapkan tidak terjadi lagi interupsi saat mencari koleksi”.

Perpustakaan Unsyiah memiliki banyak aplikasi layanan, saat ini yang diredundantkan baru UILIS, selanjutnya akan menyusul aplikasi yang lebih kompleks seperti ETD. “Saat ini baru Katalogisasi dan OPAC yang diredundant. Sirkulasi dan ETD masih belum karena keterbatasan infrastruktur. Insya Allah yang ada akan kami monitor terus, tahun depan kita akan perbaiki infrastruktur lagi sehingga semua layanan termasuk Sirkulasi dan ETD akan diredundantkan atau failed-over” Pak Taufiq Abdul Gani menjelaskan lebih lanjut.

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.