Teknologi Baru Ini, Sudah Ada di Perpustakaan Unsyiah

 14

Librisyiana, Darussalam – Senin, (16/10) Perpustakaan Unsyiah mulai menggunakan teknologi baru dalam menghitung jumlah buku yang di baca oleh pengunjung perpustakaan, yaitu mesin RFID. Radio Frequency Identification (RFID) adalah teknologi yang berfungsi untuk membantu dalam pengindentifikasian suatu objek.  Teknologi ini dipakai untuk mengidentifikasi buku yang ada di perpustakaan universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Keunggulan teknologi ini yaitu mampu membaca suatu objek data dengan ukuran tertentu tanpa melalui kontak langsung (contacless) dan tidak harus sejajar dengan objek yang dibaca.

Kepala UPT.perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani mengatakan bahwa mulai hari ini perpustakaan Unsyiah mendata koleksi yang dibaca di tempat oleh mahasiswa, bukan cuma yang dipinjam bawa pulang seperti selama ini. Proses bacanya dengan scanning RFID secara otomatis tidak perlu satu per satu eksemplar, satu tumpukan dan jejeran buku bisa terbaca. Ini dilakukan untuk kelengkapan sasaran mutu yang sangat penting untuk akreditasi dan sertifikasi. Jadi, pemanfaatan koleksi semakin terukur, bukan cuma dipinjam tapi juga dibaca.

“Alhamdulillah semua fitur canggih RFID appliances yang sangat mahal ini bisa membantu untuk  kita manfaatkan secara optimal. Kekurangan kita saat ini adalah di mesin peminjaman mandiri yang masih satu buah, 3 tahun dulu masih masih mencukupi dengan tingkat peminjaman 200-300 eksemplar buku per hari, sekarang sudah bergeser ke 600 – 1000 eksemplar per hari. Tahun 2012 dan 2013 jumlah peminjaman 20 ribu sampai 30 ribu, tahun 2016 jadi 85 ribu. Tahun 2017 ini kita target bisa lebih 100 ribu”, lanjutnya.

“Antrian peminjaman buku semakin sering terjadi. Kami sudah mengusulkan pembelian alat peminjaman mandiri RFID 1 unit lagi di tahun 2018, untuk antisipasi pertumbuhan peminjaman”, pungkasnya. [RSK]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.