Telah Bawa Inovasi Signifikan Pada Pustaka Unsyiah, Kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah Jadi Pemateri Seminar Internasional di Semarang

17191106_10212740268920659_6462023026175594775_n

Librisyiana, Darussalam- Kepala UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala baru saja menjadi pembicara dalam acara seminar internasional yang bertemakan Innovation, Transformation and Best Practice in Library Services. Seminar ini diselenggarakan di Universitas Negeri Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, pada Rabu, 8 Maret 2017 lalu.

“Pada saat itu saya dipercayakan untuk memberikan materi dengan judul “Innovation and added value services in the library”. Dalam seminar tersebut saya ditemani oleh Dr. Nor Edzan Che Nasir,  beliau adalah keynote speaker dari University of Malaysia (UM) dan dua orang pemateri lainnya yaitu bapak Imam Budi Seiawan, beliau adalah ketua FPPTI pusat yang menyampaikan materi tentang “How can the librarians enhance their competencies” dan bapak Muhammad Qomaruddin, beliau adalahtuan rumah yaitu kepala perpustakaan UNISSULA, yang menyampaikan materi tentang “ICT implementation in library services”, kata Taufiq Abdul Gani, kepala UPT.Perpustakaan Unsyiah.

“Dalam materi tentang “Innovation and added value services in the library” ini, saya menyampaikan tentang apa yang sedang kita jalani di perpustakaan Unsyiah sekarang yaitu inovasi. Dimana, UPT.Perpustakaan Unsyiah yang menjadi central library di Universitas Syiah Kuala ini, diharapkan bisa menjadi “more than just a library” dan saya juga menekankan pada customer focus. Dalam seminar tersebut, saya sangat tertarik dengan gambaran perpustakaan University of Malaysia yang digambarkan oleh DR.Nor Edzan, yaitu disana perpustakaannya terbagi menjadi zona-zona tertentu. Ada zona quite space yaitu daerah senyap yang tidak boleh berisik dan ada zona berdiskusi yang boleh berbicara sewajarnya”, lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa, sebenarnya di perpustakaan Unsyiah sudah diterapkan, namun belum terlalu fokus untuk membagi zona seperti yang telah dilakukan oleh perpustakaan di UM. Hal menarik lainnya yang ia dapat dari seminar tersebut adalah buku-buku karya dosen dikemas dalam bentuk e-book yang di open acces kan.

“ Para pemateri lainnya sangat terkesan kepada perkembangan perpustakaan Unsyiah yang semakin hari semakin membaik. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan impresi pada  volunteer yang ada di Unsyiah. Dimana mahasiswa juga ikut andil dalam perpustakaan, baik dalam membuat kegiatan seperti Unsyiah Library Fiesta, maupun dalam membantu meng-improve kinerja perpustakaan seperti anggota shelving dan Librisyiana. Intinya, kita harus mempertahankan apa yang sudah ada diperpustakaan kita, dan terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satu rencana inovasi baru tahun ini perpustakaan Unsyiah yaitu akan membuat ruangan-ruangan kecil atau kubikel ukuran 2×2 yang berfungsi sebagai ruangan belajar pribadi”, tutupnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.