Tingkatkan Mutu Perpustakaan Di Aceh, Perpustakaan IAIN Lhokseumawe, Perpustakaan Unsyiah dan FKP2TN Tawarkan BIMTEK

22861799_2020917131256621_8094953402639985180_oLibrisyiana, Darussalam- Pada Senin 13 November mendatang, Perpustakaan IAIN Lhokseumawe dengan dukungan Perpustakaan Unsyiah dan Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) akan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Otomasi Perpustakaan dan RFID”.  Bimtek berbentuk pelatihan ini direncanakan berlangsung dari pagi hingga sore ini, bertujuan untuk mengembangkan Perpustakaan yang ada di Aceh dan menyesuaikannya dengan era digital saat ini. Seperti yang dipaparkan oleh penyelenggara dan tuan rumah yaitu IAIN Lhokseumawe, melalui  kepala Perpustakaannya, ibu Dr Mahdalena yang juga merupakan dosen Tarbiyah jurusan Pendidikan Matematika di IAIN Lhokseumawe. Beliau menyambut baik kerjasama ini terutama bagi IAIN Lhokseumawe seperti yang diutarankannya.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan perpustakaan dan juga skill pustakawan terutama Perpustakaan IAIN Lhokseumawe, apalagi saat ini IT kan sudah berkembang sangat pesat, kami tidak ingin ketinggalan zaman. Jadi kami mencoba dengan menggunakan teknologi baru yaitu RFID (Radio Frequency Identification), meski Perpustakaan IAIN Lhokseumawe belum memiliki teknologi yang lengkap, tapi akan kami coba perlahan-lahan”, paparnya.

“Pelatihan ini akan kami adakan sehari full dengan materi pengenalan teknologi perpustakaan modern, demonstrasi cara encode teks RFID, pengenalan pemograman SIP2 protokol untuk mengintegrasikan aplikasi manajemen perpustakaan dengan RFID, dan pengenalan aplikasi-aplikasi yang dimiliki RFID. Dalam pelatihan ini yang akan menjadi narasumbernya adalah bapak kepala Perpustakaan Unsyiah dan tim IT Perpustakaan Unsyiah”, lanjutnya.

Ia juga mengatakan, alasan ia memilih kepala Perpustakaan Unsyiah sebagai pemateri adalah karena ia telah melihat kesuksesan kepala Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani, dalam mengelola dan mengembangkan Perpustakaan Unsyiah sehingga bisa mendapatkan sertifikat ISO, serta pengalaman yang dimiliki oleh kepala Perpustakaan Unsyiah sebagai wakil ketua Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) Indonesia.

“Kami pernah mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dan sangat takjub melihatnya. Dengan adanya kerjasama dengan Perpustakaan Unsyiah dalam pelatihan ini, kami merasa sangat senang. Karena ini memang keinginan kami, dan Alhamdulillah terwujud. Kami selalu melihat Perpustakaan Unsyiah didepan, kami berharap bisa didampingi oleh perpustakaan Unsyiah untuk perbaikan-perbaikan pada perpustakaan kami. Melalui perubahan fasilitas dan pelayanan perpustakaan, kami berharap bisa meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan, dan minat baca mahasiswa juga bisa meningkat. Kami juga berharap bisa terus join dan bekerjasama dengan perpustakaan Unsyiah untuk mengembangkan perpustakaan yang ada di Aceh”, ungkapnya.

Wakil Ketua FKP2TN Indonesia, yang juga Kepala Perpustakaan Unsyiah mengatakan bahwa kerjasama penyelenggaraan kegiatan ini merupakan realisasi dari Rapat Koordinasi Pengurus FKP2TN pada Oktober 2017 lalu di kota Gorontalo yaitu pemerataan peningkatan mutu Perpustakaan di daerah seluruh Indonesia.

“FKP2TN Indonesia akan mendorong penyelenggaraan kegiatan bersama, dimana Perpustakaan yang merasa belum maju dan tapi punya keinginan dan komit untuk maju, akan dibantu oleh perpustakaan yang sudah memiliki keunggulan bidang tertentu. Salah satu caranya adalah dengan mendukung penyelenggaran pelatihan di perpustakaan yang berkeinginan kuat melakukan pembenahan”, demikian penjelasan bapak Taufiq.

Dasar dilakukan Bimtek ini, beliau menguatkan bahwa Perpustakaan Unsyiah sangat berkeinginan untuk bergerak bersama dengan perpustakaan lain di Aceh dalam meningkatkan mutu pelayanan.

“Saya menghimbau semua perpustakaan di Aceh untuk mengirimkan wakilnya dalam Bimtek ini, jika diperlukan undangan dapat memintakannya pada panitia seperti tercantum di flyer”, demikian ajakan beliau.

Peserta dalam kegiatan ini adalah pustakawan dan pengelola pustaka baik di perguruan tinggi maupun sekolah. Peserta tidak dibatasi dari Lhokseumawe saja, akan tetapi juga terbuka untuk umum dari luar Lhokseumawe, Aceh maupun Indonesia. Saat ini pendaftaran masih dibuka dan akan ditutup pada 11 November. Biaya pendaftaran sebesar RP 50.000, dan bisa di-transfer ke rekening BRI 0043-01-000289-53-1 atas nama Mutia Rahmah. Cara mendaftarnya dengan mengirimkan Nama, Institusi dan bukti pembayaran ke mutiastain@gmail.com. Acara ini akan diadakan di lantai III, aula UPT.Perpustakaan IAIN Lhokseumawe. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.