UPT.Perpustakaan dan Pusat Seni Unsyiah Rintis Kerjasama

IMG_20170227_215318

Librisyiana, Darussalam- Perpustakaan Universitas Syiah Kuala baru-baru ini menandatangani kontrak kerjasama dengan pusat kajian dan pengembangan seni, atau yang lebih dikenal dengan pusat seni Unsyiah. Hal ini dapat dilihat dengan hadirnya program perdana hasil dari kerjasama antara kedua belah pihak, yaitu “Harmoni kampus @Lib” pada Jumat, 24 Februari lalu. Kerjasama ini bukanlah ide dari salah satu pihak, namun antara pusat seni dan pustaka sama-sama menginginkan kerjasa sama ini, seperti yang dikatakan oleh Ari Palawi, kepala pusat seni Unsyiah.

“Sebenarnya kerjasama ini sudah ingin dirintis pada tahun lalu, namun format kegiatannya baru ada sekarang. Awalnya, saya sangat tertarik dengan konsep Relax and Easy nya pak Taufiq, saat itu niat kami adalah bagaimana bisa menguatkannya, akhirnya muncullah format kegiatan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik, membangun dan memberi semangat dengan mengangkat hal-hal yang realistis dan apa yang sedang terjadi di kampus dan masyarakat. Kerjasama ini bisa dibilang bukan kerja sama salah pihak yang mempunyai ide, namun keduanya saling memberikan ide. Pusat seni yang memiliki tujuan sesuai dengan tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat khususnya dalam bidang kebudayaan dan seni, ingin menjadi penambah bukti bahwa perpustakaan itu bukan hanya sebagai tempat membaca”, ungkapnya.

“Harmoni kampus ini benar-benar dikemas semenarik mungkin. Jika acaranya dibuat dengan sangat kaku dan perlu konsentrasi penuh, mungkin itu akan membosankan dan kurang memberi pencerahan. Saya sebagai orang seni ingin memperkenalkan seni-seni yang masih jarang diekspos. Setiap peresentasi seni yang ditampilkan akan disesuaikan dengan topik. InsyaAllah bulan depan kami akan membahas tentang hubungan universitas dengan lingkungan sosialnya, jadi mungkin nanti penyajian seninya seperti musik-musik Iwan fals, musik-musik sosial, ya pastinya perlu dieksplorasi lagi. Harmoni kampus ini adalah salah satu dari tiga kegiatan, dua kerjasama lainnya yang coba digarap sebagai bagian kerjasama dengan pustaka secara kelembagaan, yakni pemutaran film dan pameran karya seni”, lanjutnya.

Ia juga memberi tanggapan terhadap perubahan pesat pustaka Unsyiah. “Menurut saya apa yang dilakukan pak Taufiq sangat luar biasa. Hal yang perlu diapresiasi dari beliau adalah keterbukaannya, saya yakin banyak figur yang membantu pak Taufiq sehingga kita bisa perpustakaan yang super keren ini”, tandasnya. [Moli]

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.