Wikimedia Dan Unsyiah Jalin Kerja Sama

humas

(Sumber: Humas Unsyiah/ www.unsyiah.ac.id)

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bersama Wikimedia Indonesia melakukan penandatanganan nota kerja sama guna mendukung penyebaran pengetahuan secara bebas akses, di Balai Senat Unsyiah, Selasa pagi (5/9). Kerja sama ini mencakupi publikasi dalam bidang pendidikan, perpustakaan, dan informasi.

Kerja sama ini ditandatangani Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Marwan dengan Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Biyanto Rebin.

Prof. Marwan menyambut baik kehadiran tim Wikimedia ke Unsyiah. Menurutnya, Wikimedia yang didominasi anak-anak muda memiliki dan menunjukkan komitmen dalam usaha digitalisasi dunia pendidikan Indonesia, khususnya keterbukaan ilmu dalam bentuk literasi digital.

“Unsyiah ingin terus bekerja sama dengan institusi manapun untuk proses perubahan digitalisasi pendidikan dan pembelajaran di Indonesia,” harap Marwan.

Ia juga menambahkan saat ini dunia semakin dinamis, terlebih lagi setelah berkembangnya era revolusi industri 4.0. Begitu juga yang terjadi di dunia pendidikan yang kini berbasis teknologi informasi, digital, dan data.

“Di Unsyiah kita terus berkomitmen menyediakan pendidikan berbasis teknologi informasi, sebab itu kita menjalin kerja sama dengan Wikimedia.”

Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Biyanto Rebin, mengapresiasi kerja sama dengan Unsyiah yang menurutnya mercusuar ilmu pendidikan di ujung barat Indonesia. Dari kerja sama ini ia berharap dapat memperoleh lebih banyak lagi informasi tentang dunia pendidikan dan kebudayaan di Aceh. Sekaligus dapat menarik masyarakat untuk terlibat langsung menyampaikan informasi di Wikimedia.

“Informasi di Indonesia ini begitu banyak dan luas, untuk itu kami ingin memiliki mitra di setiap daerah sebab ada banyak informasi yang bisa ditulis tentang Indonesia.”

Biyanto mengambil contoh Tari Ratoh Jaroe saat pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu yang mencuri perhatian publik. Banyak masyarakat yang keliru dengan tarian tersebut dan menganggapnya itu tari Saman.

“Hal-hal seperti ini membuat kami ingin menghadirkan informasi akurat tentang Aceh. Unsyiah menjadi mitra kami dalam menggali lebih jauh potensi ilmu pengetahuan yang ada di sini,” pungkasnya.

Selain penandatanganan kerja sama, Wikimedia Indonesia dan Unsyiah juga menggelar sosialisasi kompetisi foto Wiki Cinta Budaya di Aula Perpustakaan Unsyiah. Selain itu, di tempat yang sama pada tanggal 5-6 September nanti, Wikimedia juga akan menggelar WikiLatih foto budaya Indonesia yang berlisensi Creative Commons. (mr)

 

Share This:

Comments

comments

Bookmark the permalink.